logo

Perlu Terobosan, Kemenparekraf Harus Serius Pikirkan Imbas Pandemi Terhadap Pariwisata

Perlu Terobosan, Kemenparekraf Harus Serius Pikirkan Imbas Pandemi Terhadap Pariwisata

07 Juli 2020 13:32 WIB
Penulis : Gungde Ariwangsa SH

SuaraKarya.id - JAKARTA: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) beberapa kementerian pendukung pariwisata perlu serius memikirkan terobosan untuk mengatasi imbas pandemi virus corona (Covid-19) terhadap sektor andalan penyumbang devisa negara itu. Menyambut era new normal setelah masa Covid-19, sektor pariwisata harus segera dipulihkan. 

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengatakan, pariwisata paling terdampak Covid-19. Namun, semua pihak tidal boleh membiarkan kondisi ini berlarut-larut. Perlu disusun kembali strategi kebijakan baru untuk sektor pariwisata.

"Kita perlu startegi dan terobisan-terobosan, mengingat ratusan ribu orang bekerja di sektor pariwisata dan imbasnya terhadap perekonomian negara harus dipikirkan secara serius," kata Hetifah dalam rapat dengar pendapat dengan beberapa kementerian pendukung pariwisata, Selasa (7/7/2020). 

Dalam rapat tersebut hadir para pejabat Eselon I dari Kementerian Perhubungan, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian PUPR, dan maskapai penerbangan. Walau bukan mitra kerja Komisi X, semua institusi ini turut andil membangun pariwisata Indonesia. “Pariwisata diharapkan menjadi pilar penerimaan devisa negara selain kegiatan ekspor dan perdagangan jasa. Tentu saja hal ini dapat diyakini, karena Indonesia sebagai negara tropis memiliki banyak sekali objek wisata yang menarik. Belum lagi dengan keberagaman suku dan budaya yang tentu saja menjadi daya tarìk luar biasa," papar Anggota Fraksi Partai Golkar (F-PG) DPR RI ini.

Dia mengatakan, pemulihan pariwisata sangat berdampak signifikan pada penerimaan devisa negara. Sebagai negara tropis yang memiliki destinasi wisata luar biasa, tentu banyak yang harus dibenahi.

"Sejalan dengan itu, kami memandang perlu adanya sinergi listas sektor termasuk di dalamya yang paling penting adalah perhubungan, infrastruktur fisik dan IT, usaha menengah, kecil, dan mikro, maskapai penerbangan, dan perkeretaapian. Para mitra ini orang-orang yang menentukan bagaimana pemulihan pariwisata di era new normal," tambah legislatior asal Kalimantan Timur ini. ***