logo

Ini Amerika, Siswa Asing Dideportasi Bila Lebih Banyak Ikut Kelas Online

Ini Amerika, Siswa Asing Dideportasi Bila Lebih Banyak Ikut Kelas Online

Siswa asing di Amerika Serikat bisa dideportasi jika mereka tidak mematuhi aturan belajar online
07 Juli 2020 12:33 WIB
Penulis : Gungde Ariwangsa SH

SuaraKarya.id - WASHINGTON: Amerika Serikat tidak akan mengizinkan siswa asing tinggal di negara itu pada musim gugur jika universitasnya memindahkan seluruh kuliah ke media online. Kecuali jika siswa itu beralih ke kursus dengan biaya sendiri. 

Lembaga Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) mengatakan orang bisa menghadapi deportasi jika mereka tidak mematuhi aturan. Tidak jelas berapa banyak siswa yang akan terpengaruh. Pasalnya, banyak universitas memindahkan kelas secara online karena pandemi coronavirus.

Menurut laporan bbc.com, sejumlah besar siswa asing bepergian ke AS untuk belajar setiap tahun dan merupakan sumber pendapatan yang signifikan bagi universitas karena banyak yang membayar uang sekolah penuh.

Harvard telah mengumumkan semua instruksi kursus akan dikirimkan secara online ketika siswa kembali untuk tahun akademik baru, termasuk mereka yang tinggal di universitas. 

Student and Exchange Visitor Program, yang dijalankan oleh ICE, telah mengizinkan siswa asing untuk melanjutkan kursus musim semi dan musim panas 2020 secara online sambil tetap berada di negara itu.

Tetapi pengumuman hari Senin mengatakan bahwa siswa asing yang tetap berada di AS ketika mendaftar di kursus online dan gagal beralih ke kursus pribadi dapat menghadapi "konsekuensi imigrasi termasuk, tetapi tidak terbatas pada, inisiasi proses penghapusan".

Aturan ini berlaku untuk pemegang visa F-1 dan M-1, yang diperuntukkan bagi siswa akademik dan kejuruan. Departemen Luar Negeri mengeluarkan 388.839 F visa dan 9.518 M visa pada tahun fiskal 2019, menurut data agensi.

Menurut Departemen Perdagangan AS, siswa internasional menyumbang 45 miliar dolar AS untuk ekonomi negara pada tahun 2018. ***