logo

Jawa Timur, Akademisi Akan Dilibatkan Maksimal Dalam Penanganan Covid-19

Jawa Timur, Akademisi Akan Dilibatkan Maksimal  Dalam Penanganan Covid-19

Menko PMK Muhadjir Effendy.(foto,ist)
06 Juli 2020 23:13 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - SURABAYA: Pemerintah terus berupaya mempercepat penanganan Covid-19 yang keberadaanya masih sangat mengancam. Beberapa daerah memiliki angka penyebaran yang tinggi, salah satunya yaitu provinsi Jawa Timur.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, daat kunjungan kerja (kunker) ke Jawa Timur, di Surabaya, Minggu (5/7/2020) menyatakan, pemerintah dalam menangani Covid-19 menggunakan strategi pentahelix.

"Strategi melibatkan lima unsur, yakni pemerintah, swasta, organisasi keagamaan, perguruan tinggi, serta media," terangnya. Dikemukakan Menko PMK, dalam pentahelix, perguruan tinggi dan akademisi merupakan unsur terpenting.

Karenanya, dalam kunker itu, dia melakukan rapat koordinasi dengan rektor perguruan tinggi negeri dan swasta di Jawa Timur, untuk menguatkan peran perguruan tinggi dalam menangani Covid-19. Dia mengatakan, di Provinsi Jawa Timur, keterlibatan perguruan tinggi dan akademisi dalam upaya penanganan Covid-19 sudah cukup signifikan.

Dia mengapresiasi peran perguruan tinggi yang telah sangat baik di bidang kesehatan maupun di bidang inovasi teknologi. "Memang saya lihat di Jawa Timur sudah melibatkan perguruan tinggi. Saya lihat juga perkembangannya cukup signifikan dalam penanganan Covid-19 ini. Baik dalam bentuk philanthropy yang dipelopori oleh perguruan tinggi di Jawa Timur, maupun hasil riset yang sangat berharga. Bahkan, tidak hanya berlaku di Jawa Timur tapi juga memiliki kiprah di tingkat nasional," ungkap Menko PMK dalam rapat koordinasi tersebut.

Walau begitu, lanjutnya, apa yang telah disumbangkan perguruan tinggi di Jawa Timur belum cukup untuk menumpas Covid-19 di provinsi tersebut. Dikatakannya, kedisplinan terhadap protokol kesehatan dasar seperti menggunakan masker, cuci tangan, dan hindari kerumunan masih menjadii soal utama.

Karena itu, pemerintah pusat meminta Pemprov Jawa Timur untuk mengkoordinasikan perguruan tinggi untuk melakukan sosialisasi dan edukasi masyarakat. "Nanti untuk mengkoordinasi perguruan tinggi itu saya sudah izin Bu Gubernur untuk nanti Pak Wagub yang melakukan koordinasi. Karena kita butuh tenaga akademisi untuk sosialisasi dan edukasi masyarakat," tuturnya.

Selain itu, pemerintah juga akan memenuhi fasilitas yang dibutuhkan untuk mempercepat penanganan Covid-19. "Untuk fasilitas nanti akan diberi dukungan termasuk reagen PCR kitsnya, reagen ekstrasinya, itu nanti akan diberikan dukungan oleh Pak Menkes," imbuhnya.

Menko PMK yakin bila kasus di Jawa Timur dapat ditekan serendah mungkin, maka kasus tingkat nasional juga akan bisa kita tekan secara signifikan. "Karena sekarang faktor yang paling determinan menurut saya berada di Jawa Timur. Kita masih terus berupaya memberikan dukungan dari pusat. Baik itu melalui gugus tugas maupun kementerian kesehatan maupun kementerian yang lain," tuturnya.

Sebelumnya, Menko PMK meninjau Hotel Grand Surabaya yang akan dialih fungsikan untuk RS Darurat Covid-19. Dalam peninjauannya, dia memastikan fasilitas hotel telah memadai untuk penanganan pasien. Selain itu, Hotel Grand Surabaya juga akan menjadi tempat penampungan sementara bagi para tenaga kesehatan.

Editor : Gungde Ariwangsa SH