logo

Pandemi Covid-19, Ketidak Tertiban Berlalu Lintas Juga Perlu Diwaspadai

  Pandemi Covid-19, Ketidak Tertiban Berlalu Lintas Juga Perlu Diwaspadai

Kombes Pol Arman Achdiat
06 Juli 2020 20:49 WIB
Penulis : Andira

SuaraKarya.id - SURABAYA: Ketidak tertiban berlalulintas di jalanan merupakan penyakit menular yang perlu diwaspadai di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang. Bahkan di Jawa bagian tengah, kurang lebih ada sekitar 60 kejadian kecelakaan, yang menyebabkan 9 orang meninggal dunia setiap harinya.

Menurut Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol Arman Achdiat, selama periode Januari-Juni 2020 di wilayahnya terdapat 10.841 kejadian dengan korban meninggal 1.726 orang, 19 luka berat, 12.365 luka ringan dan kerugian material Rp7,026 miliar.
"Tanpa bermaksud mengecilkan Covid- 19 sebagai virus mematikan,  penyakit di jalan yang juga menular adalah ketidak tertiban berlalulintas yang menyebabkan kecelakaan dan meninggal dunia," ujarnya, Senin (6/7/2020).

Untuk menekan Laka Lantas lebih rendah, pihaknya sudah berupaya fokus mengindentifikasi titik-titik rawan baru untuk mewujudkan kondisi lalu lintas yang aman, tertib dan lancar. Sejumlah wilayah  memiliki beberapa spesifikasi titik rawan yang sementara (temporer), permanen dalam jangka panjang oleh sebab kondisi tertentu dan kondisi situasional.

Berdasarkan evaluasi, wilayahnya termasuk salah satu wilayah rawan kecelakaan dengan beberapa titik yang ditandai sebagai daerah rawan kecelakaan. "Beberapa daerah rawan ini harus diantisipasi dan diperhatikan saat melintas di wilayah kami," ujarnya.

Data Subdit Kamsel Ditlantas Polda Jateng, menyebut, titik rawan kecelakaan lalu lintas terdapat di Polres Banyumas, Pati, Karanganyar, Sukoharjo,  Karanganyar dan Kota Semarang. Di Polres Pati, misalnya terdapat empat jalan rawan laka lantas, seperti Jalan Pati-Kudus KM 8, Jalan Pati–Juwana KM 3, Jalan Pati–Rembang KM 17 dan Jalan Pati–Rembang Desa Batursari.

Titik rawan di Kota Semarang diantaranya Jalan Walisongo, Jalan Perintis Kemerdekaan, pertigaan Jalan Hanoman-Jalan Siliwangi, Jalan Kaligawe dan Jalan Gombel Lama. Sedang wilayah Polresta Banyumas di Jalan Pahlawan dan Jalan Karanggede.

Di Karanganyar, titik rawan berada di Jalan Solo–Karanganyar Desa Palur Kecamatan Jaten, Jalan Lawu Desa Dagen Kecamatan Jaten, Jalan Solo–Tawangmangu Desa Papahan Kec Tasikmadu dan Jalan Lawu 172 Desa Bejen Tegal Gede. Dan Polres Sukoharjo di Jalan Raya Sukoharjo–Wonogiri Desa Kepuh Kec Nguter dan Jalan Raya Sukoharjo–Wonogiri depan ayam goreng Mbak Mulyani.

Dia juga mengingatkan bahwa tidak semua kategori rawan menjadi kewenangan polisi. Wilayah yang tergenang rob misalnya, kewenangan polisi terbatas hanya pada rekayasa lalu lintas dan pengamanan lokasi. Rekayasa teknologi dan penanganan robnya menjadi otoritas lembaga lain.

Agar hasil identifikasi titik-titik rawan baru di Jateng lengkap, perwira polisi penyuka krupuk terung ini berharap peran serta masyarakat untuk melaporkan titik-titik yang dianggap rawan di lingkungannya.

Pihaknya melakukan proses identifikasi titik-titik rawan secara periodik untuk menjamin solusi terbaik menyangkut permasalahannya secara cepat. Baginya, lebih mudah mengatasi persoalan pada awal-awal kemunculannya, dari pada setelah problematikanya semakin runyam dan kompleks.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto