logo

Covid-19: IZI Siapkan Daging Qurban Olahan Abon Ke Warga Terpencil Terdampak

Covid-19: IZI Siapkan  Daging Qurban Olahan Abon Ke Warga Terpencil Terdampak

04 Juli 2020 22:53 WIB
Penulis : AG. Sofyan

SuaraKarya.id - JAKARTA: Makin meningkatnya kasus positif Covid-19 di tanah air akan berdampak pada kelangsungan ekonomi masyarakat. Secara omzet, baik pekerja informal maupun formal mengalami penyesuaian pendapatan yang ekstrim.

Di balik kejadian tersebut, berbondong-bondong warga memaksimalkan interaksi daring untuk bersilahturahim, bertransaksi, bahkan berqurban di tahun ini.

Melihat kondisi ini, Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) turut berperan dalam menjaga kualitas pelaksanaan berqurban di tengah pandemik Covid-19 ini dengan meluncurkan produk daging qurban olahan berupa Abon. Kali ini IZI menggandeng 3 (tiga) mitranya dari Unit Usaha Kecil-Menengah (UMKM) dalam pengelolaan daging qurban olahan berupa Abon ini.

Diantaranya, UMKM Fatimah Azzahra dan UMKM Abon Kita. Keduanya merupakan UMKM yang berizin usaha di kota Makassar, Sulawesi Selatan. Selebihnya adalah UMKM yang berizin usaha di Lumajang, Jawa Timur, bernama UMKM Arya Wiraja.

Direktur Utama Inisiatif Zakat Indonesia Wildhan Dewayana mengatakan program kali ini bertema “Abon Kita, Qurban IZI” diluncurkan Inisiatif Zakat Indonesia untuk memudahkan para Calon Pequrban (Mudhohy) dalam melaksanakan ibadah qurban yang akan disalurkan kepada warga terdampak Covid-19 di wilayah 3 T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal), Jabodetabek dan di 16 kantor perwakilan IZI (Lampung, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY, Kaltara, Kaltim, Banten, Riau, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Sumataera Barat, Sumatera Selatan).

Terpilihnya Abon sebagai produk daging qurban olahan yang ditawarkan IZI tidak terlepas dari proses pemikiran yang panjang. Mulai dari penggunaan metode survei langsung kepada penerima manfaat binaan mereka, di dapatkan kesimpulan bahwa Abon secara cita rasa cocok dengan lidah masyarakat Indonesia, mudah dikonsumsi tanpa harus diolah kembali.

Kelebihan lain dari produk Abon juga didapat oleh manajemen IZI, di antaranya adalah, pengelolaan qurban olahan dapat menghindari kerumunan dan melahirkan rasa aman untuk semua pihak di tengah wabah Covid-19 baik bagi donatur, pengelola hingga mustahik.

Melalui qurban olahan abon dapat memberdayakan UMKM pengolahan Abon di Makasar yang melibatkan ibu-ibu nelayan dhuafa, dikelola dengan memerhatikan tingkat higienis dan kualitas rasanya

Dikelola dengan Quality Control Syariah mulai dari pengadaan hewan hingga pengelolaan abonnya. Distribusi yang luas menjangkau 16 provinsi dan dan wilayah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal).

Para donatur mendapatkan laporan realtime melalui 4 notifikasi sejak dana diterima, update pemotongan hewan qurban hingga report distribusi Abon.

Direktur Utama Inisiatif Zakat Indonesia Wildhan Dewayana mengungkapkan program “Abon Kita, Abon IZI” merupakan wujud salah satu pilar pelayanan qurban tahun ini dengan mensinergikan aspek sosial-ekonomi, lingkungan, dan syariat keislaman.

"Kami ingin warga Indonesia pada umumnya memiliki kesadaran mengelola qurban di tengah pandemic Covid-19 ini dengan higienis, tersistem, dan berkualitas. Produk Abon ini akan didistribusikan kepada kaum dhuafa yang tinggal di daerah terpencil sebagai pemenuhan gizi keluarga mereka,” ujar Wildhan.

Panitia Qurban IZI juga menjamin Abon qurban IZI diolah sepenuhnya dari bagian terbaik sapi yaitu 100 persen dagingnya.

“Melalui qurban olahan Abon dapat meningkatkan nilai gizi di wilayah yang sulit dijangkau oleh distribusi daging murni. Selain itu, tingkat keawetan Abon IZI ini bisa mencapai satu tahun,” jelas Muhammad Ardhani selaku Ketua Panitia Qurban IZI***

Editor : Gungde Ariwangsa SH