logo

Ventilator Dari Amerika Tertunda, AS Janjikan Indonesia 11 Juta Dolar

Ventilator Dari Amerika Tertunda, AS Janjikan Indonesia 11 Juta Dolar

04 Juli 2020 21:33 WIB
Penulis : Gungde Ariwangsa SH

SuaraKarya.id - JAKARTA: Pemerintah Amerika Serikat berencana akan memberikan bantuan sebesar 11 juta dolar AS kepada Indonesia dalam mengatasi penyebaran pandemi virus corona. Namun Amerika mengundurkan jadwal mengiriman bantuan alat ventilator yang sudah dijanjikan ke Indonesia.

Bantuan AS untuk Indonesia itu sembilan juta dolar untuk mempersiapkan sistem laboratorium, mengaktifkan pelacakan dan pemantauan berbasis kasus, dan mendukung pakar-pakar teknis merespon perebakan virus mematikan ini. Tercakup juga hampir 1,5 juta dolar bantuan kemanusiaan untuk pengungsi, kelompok migran yang rentan dan komunitas yang membantu mereka.

Dalam 20 tahun terakhir ini pemerintah Amerika telah menginvestasikan lebih dari lima miliar dolar bantuan bagi Indonesia, termasuk lebih dari satu miliar dolar untuk bidang kesehatan.

Seperti dilaporkan voaindonesia.com, Departemen Luar Negeri Amerika hari Kamis (2/7/2020) mengatakan siap mengalokasikan bantuan internasional bernilai 12,5 miliar dolar untuk membantu negara-negara sahabat mengatasi perebakan virus corona. Dari jumlah itu, 200 juta dolar dialokasikan untuk pembuatan dan distribusi ventilator.

Dalam bagian lain  disebutkan,  Amerika mengundur jadwal pengiriman bantuan alat ventilator yang sudah dijanjikan ke Indonesia. Namun 500 ribu masker medis bantuan United Nations Development Program (UNDP) telah tiba di Indonesia.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam pembicaraan telpon dengan Presiden Indonesia Joko Widodo 25 April lalu mengatakan meningkatkan kerjasama pengadaan alat kesehatan, termasuk ventilator, yang sangat diperlukan untuk merawat pasien virus corona.

Tak lama setelah pembicaraan ini pada 4 Mei USAID telah mengontak Indonesia untuk meminta spesifikasi ventilator yang diperlukan. Indonesia pada 5 Mei langsung menjawab surat itu dan memperkirakan bantuan akan datang pada awal Juli, sebagaimana disampaikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam beberapa konferensi pers dengan media asing.

“KBRI di DC telah menindaklanjuti hal ini dengan Departemen Luar Negeri AS dan Dewan Keamanan Nasional tentang hal ini. Pengiriman ventilator yang berjumlah 100 unit dijadwalkan akan tiba pada awal Juli. Kemlu Indonesia akan terus bekerjasama dengan pemerintah Amerika, khususnya USAID di Jakarta, untuk memonitor pengiriman ventilator ini.”

Namun Direktur Amerika di Kemlu RI, Zelda Wulan Kartika, hari Rabu (1/7/2020) menyatakan pihak Amerika telah mengundurkan jadwal pengiriman bantuan ventilator tersebut. Ia tidak dapat memastikan kapan bantuan akan datang, termasuk alasan di balik pengunduran pengiriman bantuan ventilator itu.

Meskipun demikian bantuan alat kesehatan lain, seperti masker medis, telah tiba. United Nations Development Program (UNDP) pekan lalu telah mengirimkan 500 ribu masker medis sebagai bagian dari program di bawah koordinasi UNDP untuk menanggulangi pandemi virus corona.

Bantuan masker medis bernilai 2,4 miliar rupiah ini telah tiba pada 30 Mei lalu. Kemlu RI bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB akan mendistribusikan pasokan masker medis itu pada tenaga kesehatan di seluruh Indonesia.

UNDP, dalam pernyataan persnya, menyatakan telah bekerjasama dengan Badan Kesehatan Dunia WHO dan Kantor Urusan Imigrasi Internasional IOM untuk juga mengirim gelombang pertama paket bantuan ventilator ke Indonesia. Tetapi belum ada kepastian tanggal pengiriman bantuan tersebut. ***