logo

SYL: Ampuh Bunuh Virus Corona, Kalung Kementan Diproduksi Massal Agustus

SYL:  Ampuh Bunuh Virus  Corona, Kalung  Kementan Diproduksi Massal Agustus

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berserta jajarannya di Kementan kompak memakai Kalung Antivirus Corona saat berkunjung Ke Menteri PUPR Basuki Hadimuljono
04 Juli 2020 01:37 WIB
Penulis : Gungde Ariwangsa SH

SuaraKarya.id - JAKARTA: Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berserta jajarannya di Kementerian Pertanian bukan hanya kompak dan aktif menggenjot produktivitas pangan di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Diam-diam Kementan berhasil menemukan kalung anti virus corona yang sudah diuji keampuhannya di laboratorium. Bahkan kalung produk dalam negeri itu akan diproduksi massal Agustus mendatang. 

Syahrul Yasin Limpo (SYL) sendiri sudah mengenakan kalung itu dalam melaksanakan aktivitasnya berkunjung dan blusukan ke daerah-daerah untuk memastikan produksi pertanian nasional berjalan dengan optimal.  Ketika berkunjung  ke Kementerian PUPR, SYL yang didampingi  seluruh jajaran eselon I seperti  Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Sarwo Edhy, Dirjen Perkebunan Kasdi Subagyono, Dirjen Tanaman Pangan Suwandi, Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil, dan sebagainya terlihat  kompak mengenakan kalung antivirus tersebut.

Kementan juga membagikan kalung itu pada Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan jajaran eselon I Kementerian PUPR. Selanjutnya  Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono ikut memasangkan kalung itu kepada salah satu awak media.
Sepintas memang tidak ada yang spesial dari kalung anti virus corona tersebut.  Berwarna hijau bertuliskan Anti Virus Corona. Namun saat dikonfirmasi, ternyata khasiat kalung yang  merupakan tanaman Atsiri (eucalyptsus) hasil pengembangan dari Balitbang Kementan itu ampuh membunuh virus corona. 

 “Ini antivirus hasil Balitbangtan, eucalyptus, pohon kayu putih. Dari 700 jenis, 1 yang bisa mematikan virus  corona hasil lab kita. Dan hasil lab ini untuk antivirus. Dan kita yakin. Bulan depan ini sudah dicetak, diperbanyak,” ujar SYL saat ditemui di Kantor Kementerian PUPR, Jumat (3/7/2020).

Menurut SYL, jika kalung ini dipakai selama 15 menit maka bisa membunuh 42% virus corona. Hal ini sudah diujicoba di laboratorium. “Ini sudah dicoba. Jadi ini bisa membunuh, kalau kontak 15 menit dia bisa membunuh 42% dari Corona. Kalau dia 30 menit maka dia bisa 80%,” jelasnya.

Tak hanya kalung anti corona, Kementerian Pertanian juga memproduksi produk lainnya. Produk lain dari minyak atsiri yang dikembangkan Balitbangtan dikemas dalam bentuk roll on.
“Ini ada roll-nya. Kalau kita kena iris pisau, berdarah, kasih ini bisa tertutup lukanya,” ucap SYL.

Ketika didekatkan, dari kalung itu mulai tercium aroma eucalyptus yang kuat. Aroma tersebut keluar dari enam buah lubang kecil yang keluar dari isi di dalamnya.  Begitupun juga pada minyak roll-nya yang sekilas sama dengan minyak angin pada umumnya. Namun ketika Minyak roll-nya yang dioleskan pada masker juga mengeluarkan aroma yang kuat. 

SYL menjelaskan, Balitbangtan  mengembangkan kalung antivirus berbahan eucalyptus atau kerap disebut juga pohon kayu putih itu. Dari total 700 jenis tanaman itu ada satu jenisnya yang diklaim bisa mematikan virus corona (Covid-19). Dia yakin kalung itu bisa membunuh virus corona.

Menurut SYL, produk ini membuatnya percaya diri berkunjung ke tempat ramai sekalipun. Bahkan kalung itu dipakai blusukan ke berbagai daerah untuk memastikan produksi pertanian nasional berjalan dengan optimal.

Dalam kesempatan berbeda, Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry mengatakan bahwa prototipe inovasi antivirus eucalyptus buatan Kementan sudah digunakan oleh pasien positif covid-19 di Indonesia. Hasilnya, tingkat kesembuhan dirasakan meningkat setelah melakukan terapi pengobatan. Temuan peneliti Balitbangtan di laboratorium yang mengantongi sertifikat keselamatan biologi (Biosavety) level 3 (BSL3) ini mampu membunuh virus 80-100 persen.

"Ada beberapa staf di Kementan yang hasil swabnya positif (Covid-19) dan itu yang kami uji, langsung mereka testimoni sendiri," kata Fadjri.

Bahan aktif pada eucalyptus bisa digunakan masyarakat untuk menghindari penularan Covid-19. Para pasien yang terpapar covid-19 merasakan lega pada saluran pernapasan dan lendir di tenggorokan setelah memasang kalung tersebut.

"Kami sudah berikan ke 20 orang, kebetulan ada staf Kementan positif covid-19 dan hasil testimoni dari 20 orang itu sudah diberikan inhalasi dan roll on merespons positif, proses pernapasan semakin bagus dan arah kesembuhan semakin bagus," ungkapnya.

Bahan aktif utama pada eucalyptus terdapat pada cineol 1,8 atau eucalyptol yang memiliki manfaat sebagai antimikroba dan antivirus melalui mekanisme Mpro. Adapun Mpro merupakan main protease (3CLPro) yang menjadi target potensial dalam penghambatan replikasi semua jenis virus korona.

Berikut empat produk antivirus yang dibuat oleh Kementan
1. Formula Aromatik Antivirus Berbasis Minyak Eucalyptus dengan nomor pendaftaran paten P00202003578
2. Ramuan Inhaler Antivirus Berbasis Eucalyptus dan Proses Pembuatannya dengan nomor pendaftaran paten P00202003574
3. Ramuan Serbuk Nanoenkapsulat Antivirus Berbasis Eucalyptus dengan nomor pendaftaran paten P00202003580
4. Minyak atsiri eucalyptus citridora sebagai antivirus terhadap virus avian influenza subtipe H5N1, gammacorona virus, dan betacoronavirus.

Pertemuan kedua Menteri Kabinet Indonesia Maju itu juga dalam rangka sinergi program pengembangan food estate di kawasan aluvial pada lahan Eks-Pengembangan Lahan Gambut (PLG) di Provinsi Kalimantan Tengah. Program ini diharapkan menjadi lumbung pangan baru di luar Pulau Jawa dan menjadi salah satu Program Strategis Nasional (PSN) 2020 - 2024.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, sinergi perencanaan infrastruktur irigasi dan pertanian yang dilakukan antara Kementerian PUPR bersama Kementan bertujuan untuk mengembangkan food estate yang modern di Provinsi Kalteng.

“Jadi kita memang fokusnya untuk menyiapkan food estate yang modern, sehingga nantinya tidak hanya dimanfaatkan saat produksi tetapi juga pascaproduksi,” kata Menteri Basuki. 

Dalam pengembangan food estate ini, menurut Menteri Basuki, Kementerian PUPR mendukung water management melalui rehabilitasi dan peningkatan saluran dan jaringan irigasi, baik mulai irigasi primer, sekunder, tersier maupun kuarternya. Sementara Kementan sebagai pelaku utama untuk menyiapkan agriculture practice, seperti penyiapan saluran cacingan, cetak sawah, pupuk, bibit, hingga pascaproduksi. 

“Kementerian PUPR dan Kementan sudah sepakat bekerja pada tahun 2020 untuk memprioritaskan lahan seluas 28.000 hektare. Karena musim tanamnya adalah bulan April - September dan Oktober-Maret. Untuk itu, kami mempersiapkan untuk musim tanam Oktober-Maret,” tutur Basuki. ***