logo

Soal Food Estate, MenPUPR: Mentan SYL Aktor Utama, Kami Di Belakang

Soal Food Estate, MenPUPR: Mentan SYL Aktor Utama, Kami Di Belakang

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono (kanan) bersama Mentan Syahrul Yasin Limpo memberi keterangan pers ihwal food estate, di Kantornya, Jumat (3/7/2020).
03 Juli 2020 20:09 WIB
Penulis : Laksito Adi Darmono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan, Food Estate yang akan dilaksanakan di Kalimantan Tengah merupakan program Kementerian Pertanian dalam rangka meningkatkan produksi dan menjaga ketahanan pangan nasional. 

Setidaknya ada empat kementerian yang akan mendukung, yaitu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kementerian Pertahanan serta Kementerian  Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. 

"Jadi Mentan SYL nanti sebagai aktor utama Food Estate, kami di belakangnya," ujar Basuki dalam konferensi pers bersama Mentan Syahrul  Yasin Limpo di Kantornya, Jumat (3/7/2020).

Pertemuan ini sekaligus menepis keraguan kalangan legislator atas ketidakhadiran Menteri Pertanian dalam jajaran menteri yang diutus Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membuka lumbung pangan alternatif di Kalteng itu.

Basuki menambahkan, Mentan Syahrul ditugaskan oleh Presiden untuk mempersiapkan food estate di Kalteng agar berjalan dengan baik. 

"Jadi kami saling berkoordinasi supaya apa yang direncakan bisa berhasil,” kata dia.

Dijelaskan, food estate akan fokus di 165 ribu hektare di eks pengolahan lahan gambut (PLG)  di antara sungai Kapuas dan Barito. Namun, menurut Basuki walaupun namanya PLG, tapi yang 145 ribu merupakan tanah alluvial.

Sementara itu, Mentan SYL mengungkapkan pertemuan ini bertujuan untuk menyelaraskan program-program prioritas antarkementerian di kabinet kerja sesuai arahan Presiden Joko Widodo.

"Sesuai arahan Presiden Joko Widodo kami saling kompak di kabinet. Insya Allah kami siap, setelah KemenPUPR mempersiapkan water manajemennya, tinggal Kementan yang melakukan budidayanya hingga selesai," katanya.

Mentan menjelaskan, dalam proses pengerjaan sektor pertanian, sumber air menjadi sangat penting untuk mengaliri semua sawah. Oleh karena itu, Mentan berharap KemenPUPR dapat mengurus irigasi dan persiapan lainnya.

"Setelah irigasi tersedia, kami akan melakukan pembudidayaan untuk mempersiapkan prasarana, petaninya, bibit, benih, pupuk, dan obat-obatan yang dibutuhkan," kata dia..

Lebih lanjut, Syahrul mengatakan, sejauh ini pihaknya juga sudah mempersiapkan jenis benih yang akan dipakai pada program food estate. Adapun benih yang digunakan bukanlah benih uji coba, melainkan benih yang sudah tervalidasi kualitasnya.

"Benih ini akan menghasilkan produksi yang berkualitas. Yang pasti kita akan intervensi sampai ke pengolahan sawahnya dengan pertanian yang modern," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, (Suarakarya.id, Jumat, 3/7/2020), legislator Ono Surono dalam pernyataan di Jakarta, mempertanyakan ketidakhadiran menteri pertanian dalam jajaran menteri yang diutus Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membuka lumbung pangan alternatif di Kalteng itu.

Padahal program cetak sawah baru seharusnya menjadi salah satu tugas Kementan sebagai institusi yang berfungsi untuk menjaga ketahanan pangan.

Presiden Jokowi justru mengutus Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Erick Thohir, hingga Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto.

Ia menduga ada beberapa hal yang membuat peran kementan menjadi tidak optimal yaitu karena pernah mengalami kegagalan dalam mencetak sawah baru atau anggaran yang terbatas.

Atau bisa juga karena kemampuan Kementan sendiri yang kurang maksimal terkait dengan infrastruktur pertanian. "Mungkin itu yang jadi pertimbangan presiden," katanya.

Ono pun minta adanya perubahan yang signifikan di Kementan mengingat tugas institusi tersebut sangat berat untuk menjaga produksi pangan dalam negeri.

Untuk itu ia mengharapkan tiga kementerian yang ditunjuk Presiden juga bisa berkoordinasi dengan Kementan terkait dengan analisis maupun kebutuhan daya dukung lahan.

Sebagai infomasi, dalam kunjungan ini, Mentan didampingi jajaran eselon I Kementerian pertanian seperti Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Sarwo Edhy, Dirjen Perkebunan Kasdi Subagyono, Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil. ***

Editor : Laksito Adi Darmono