logo

Cinta Untuk Orang Ketiga Mengirimkan Zuraida Hanum Ke Vonis Pidana Mati

Cinta Untuk Orang Ketiga Mengirimkan Zuraida Hanum Ke Vonis Pidana Mati

PN Medan
01 Juli 2020 20:00 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - MEDAN: Wahai pasangan istri atau suami, setialah terhadap pasanganmu. Janganlah lirik kanan-kiri bahkan sampai jatuh hati kesengsem setengah mati tanpa mempedulikan jerit hati suami atau istri maupun anak-anak sendiri.

Jika cinta di luar yang sudah ada masih dipupuk sampai bersemi sedemikian rupa, bukan tidak mungkin jadi muncul rasa ingin memiliki dan menguasai sepenuhnya. Padahal, dengan yang satu pun tetap lebih dari cukup.

Hal-hal semacam itulah agaknya tidak dipedulikan terdakwa Zuraida Hanum, yang merupakan istri hakim Jamaluddin almarhum. Zuraida Hanum pun akhirnya dijatuhi hukuman mati oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (1/7/2020), diduga berkaitan erat dengan jalinan cinta liar membaranya dengan orang ketiga.

Selain wanita berusia 41 tahun itu, dua terdakwa lainnya juga dinyatakan terbukti bersalah melakukan pembunuhan berencana terhadap hakim PN Medan, Jamaluddin. Hanya saja hukuman untuk kedua terdakwa ini berbeda  masing-masing M Jefri Pratama alias Jefri (42) dijatuhi hukuman seumur hidup, sedangkan M Reza Fahlevi (28), adik Jefri, dihukum 20 tahun penjara.

Terdakwa Zuraida, Jefri dan Reza dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana secara bersama-sama. Mereka melakukan perbuatan yang diatur dengan Pasal 340 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 dan ke-2 KUHP sesuai dakwaan primair jaksa penuntut umum.

Vonis bersalah dan hukuman untuk ketiganya dibacakan majelis hakim yang diketuai Erintuah Damanik di PN Medan, Rabu (1/7/2020). "Menyatakan terdakwa Zuraida Hanum terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana yang dilakukan secara bersama-sama sebagaimana dalam dakwaan primair penuntut umum. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Zuraida Hanum oleh karena itu dengan pidana mati," kata Erintuah.

Putusan majelis hakim terhadap Zuraida lebih tinggi dibandingkan dengan tuntutan penuntut umum.  Sedangkan Reza dihukum lebih ringan. Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Parada Situmorang meminta agar ketiga terdakwa masing-masing dihukum dengan pidana penjara seumur hidup.

JPU yang ditanya sikapnya soal putusan ini menyatakan pikir-pikir. Begitu juga dengan terdakwa. "Menghargai putusan hakim, (kami) akan konsultasi ke masing-masing terdakwa," ujar penasihat hukum Zuraida, Onan Purba, usai sidang.

Pada masa covid-19 sekarang ini, persidangan tidak selalu dihadiri terdakwa. Demikian pula dalam kasus pembunuhan hakim. Ketiga terdakwa tidak hadir di ruang sidang. Mereka menonton pembacaan putusan itu melalui video konferensi dari Rutan Kelas I Medan, Tanjung Gusta.

Pembunuhan ini bermula dari hubungan rumah tangga terdakwa Zuraida Hanum dengan Jamaluddin yang tak harmonis. Wanita itu pun  menghubungi Jefri, kemudian mereka mengajak Reza untuk menghabisi Jamaluddin. Dalam persidangan terungkap fakta bahwa Zuraida selingkuh dengan Jefri. Keduanya mengaku beberapa kali berhubungan badan.

Reza bersama Jefri yang menjadi eksekutor dibantu Zuraida membunuh Jamaluddin di rumah hakim sekaligus Humas PN Medan itu di Perumahan Royal Monaco Blok B, Kamis (28/11/2019) malam. Jasad korban kemudian dibuang di areal perkebunan Dusun II, Desa Sukadame, Kecamatan Kutalimbaru, Deli Serdang, di lantai bangku tengah mobil Toyota Prado dengan nopol BK 78 HD yang biasa digunakan korban.

Cinta yang dipupuk, disirami Jefri dan Zuraida memang liar dan illegal. Karena saking cintanya keduanya pun bersepakat menghabisi nyawa Jamaluddin. Cinta panas mereka akhirnya benar-benar mengirimkan mereka ke bui yang berbeda. Bahkan akibat cinta panas membara dan liar itu pula keduanya harus menerima pil pahit dihukum pidana mati dan penjara seumur hidup. 

Editor : Dwi Putro Agus Asianto