logo

Mendes PDTT Komitmen Bangun Desa Konsisten Memperhatikan Keseimbangan Ekologi

 Mendes PDTT Komitmen Bangun Desa Konsisten Memperhatikan Keseimbangan Ekologi

Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar (kanan). (foto, ist)
01 Juli 2020 16:23 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar, saat menjadi keynote speaker di Webinar Nasional, yang diselenggarakan Institut Pertanian Bogor, dari Jakarta, Selasa, (30/6/2020) berkomitmen untuk menggenjot pembanngunan desa dengan konsisten memperhatikan keseimbangan ekologi.

Pada Webinar bertajuk “Masa Depan Perlindungan Sumber Daya Alam Berbasis Desa Gambut dalam Pembangunan Nasional” tersebut, dia menekankan, perencanaan pembangunan di desa, baik oleh Kepala Desa dan seluruh warga masyarakat desa, jangan sekali-kali melenceng dari akar budaya dan adat istiadat masyarakat yang ada.

“Di mana-mana selalu saya ingatkan, pembangunan desa harus senantiasa bertumpu pada akar budaya dan adat istiadat yang ada,” tutur Gus Menteri sapaan akrab Mendes PDTT.

Menurut dia, berbagai hal yang ada di desa selalu ada yang disebut dengan ilmu titen. "Ilmu titen itu ilmu yang dikembangkan oleh nenek moyang kita berdasarkan pada berbagai fenomena dan kejadian alam, yang terjadi secara konstan dan kemudian diambil kesimpulan menjadi sebuah teori. Teori ilmu titen ini juga bagian dari keseimbangan ekologi,” ungkapnya.

Gus Menteri mencontohkan teori ilmu titen yang ada di Gunung Merapi dan diyakini sebagai bagian dari keseimbangan ekologi. "Misalnya cerita tentang gunung Merapi yang mau memuntahkan lava-nya, warga masyarakat melihat berbagai situasi alam, keluarnya berbagai binatang yang selama ini tidak pernah keluar, tidak pernah turun, tiba-tiba menampakkan diri. Berarti ada situasi di luar sepengetahuan warga tetapi merupakan bagian dari keseimbangan ekologi," terangnya.

Dia menjelaskan terkait dengan strategi pembangunan desa berekosistem gambut, yang dilakukan Kemendes PDTT selama ini sesuai dengan Indeks Desa Membangun (IDM), komponen yang lebih berpengaruh terhadap status Desa berekosistem gambut ialah dimensi ekologi yang terus menerus menjadi fokus perhatian Kemendes PDTT.

“Desa yang ada di wilayah gambut kurang lebih ada sekitar 333 Desa dari 74.953 Desa. Jadi cukup besar, cukup banyak dan cukup luas. Tentu ini juga menjadi perhatian tersendiri dari Kemendes PDTT, karena memang memiliki karakteristik yang berbeda dengan desa-desa yang ada di Indonesia,” ungkapnya.

Di sisi lain, Gus Menteri juga menegasakan tugas utama Kemendes PDTT dalam percepatan pembangunan desa di dalam penentuan skala prioritas penggunaan dana desa. Harapannya di tahun 2021 nanti, peraturan yang dikeluarkan oleh Kemendes PDTT betul-betul sesuai dengan berbagai permasalahan yang ada di desa.

Editor : Markon Piliang