logo

Dandim 0509 Kabupaten Bekasi Pimpin Upacara Pemakaman Militer Jenazah Satgas Apter

Dandim 0509 Kabupaten Bekasi Pimpin Upacara Pemakaman Militer Jenazah Satgas Apter

Dandim 0509/Kabupaten Bekasi Letkol Inf. Perry Sandhi Sitompul saat memimpin pemakaman militer jenazah Serda Joko Septino, BKO Satgas Apter Kodam XVIII/Kasuari. (Foto: Dharma/suarakarya.id).
30 Juni 2020 13:09 WIB
Penulis : Dharma

SuaraKarya.id - BEKASI: Komandan Kodim (Dandim) 0509/Kabupaten Bekasi Letkol Inf. Perry Sandhi Sitompul memimpin upacara militer pemakaman jenazah Babinsa Komaril 01 Tambun, Serda Joko Septino di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pedurenan, Kelurahan Mustikajaya, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Selasa (30/6/2020).

Pembawa rombongan jenazah Mayor Ckm Dani tiba di TPU Pedurenan, sekitar pukul 09.00 WIB diiring sejumlah pelayat baik sanak sodara, teman, tetangga maupun jajaran Korem 051/Wijayakarta yang mengantar personil terbaik ke tempat peristirahatan terakhir.

Almarhum merupakan salah satu dari delapan personil BKO Apter Kodim Persiapan di wilayah Kodam XVIII/Ptm, Kodam XVII/Cendrawasi dan Kodam XVIII/Kasuari.

Menurut Dandim 0509/Kabupaten Bekasi Letkol Inf. Perry Sandhi Sitompul, Almarhum meninggal dunia saat bertugas sebagai Satgas Aparat teritorial (Apter) yang sedang dipersiapkan untuk pembentukan Kodim di wilayah Indonesia Timur. 

"Almarhum semestinya bertugas di Kodam XVIII/Kasuari. Baru saja tiba pada Minggu (28/6/2020), dan Senin dini hari Almarhum sudah dipanggil oleh Tuhan Yang Maha Esa. Dan Senin sore, jenazah langsung dikirin ke rumah duka. Dan pagi ini kita makamkan secara kebesaran militer," kata Dandim.

Dandim mengatakan, Almarhum Serda Joko Septino meninggal dunia karena sakit. 

"Tidak ada indikasi-indikasi lain, dan kecelakaan-kecelakaan lain. Namun hasil pemeriksaan dokter, Almarhum meninggal dunia akibat sakit," kata Dandim.

Direncanakan, Almarhum Serda Joko Septino bertugas selama 1 tahun di wilayah Kodam XVIII/Kasuari. Namun Dandim belum memastikan apakah Almarhum akan dinaikan pangkat luar biasa. ***

Editor : Markon Piliang