logo

Rekor MURI, BKKBN Luncurkan Pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor

Rekor MURI, BKKBN Luncurkan Pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor

Kepala BKKBN dr Hasto Wardoyo, SP OG(K)(tengah).(foto,ist)
30 Juni 2020 09:20 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Kendati di masa pandemi Covid-19, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) harus bisa lebih dekat dengan masyarakat, harus tetap bisa hadir di tengah masyarakat.

Karenanya dalam rangka Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke 27 tahun 2020, di kantor BKKBN Halim Perdanakusuma, Jakarta Tumur Senin (29/6/2020), BKKBN meluncurkan “Pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor”.

"Program tersebut menjadi bagian dari bentuk peringatan atau perayaan Harganas, yang dilaksanakan dengan lebih dekat kepada masyarakat," ungkap Kepala BKKBN dr Hasto Wardoyo, Sp OG(K).

Dikemukakannya, berbagai kebijakan dilakukan BKKBN untuk terus menggenjot peningkatan kesertaan ber-KB. "Untuk antisipasi terjadinya baby boom di masa yang akan datang, demi kesejahteraan masyarakat pada masa pandemi Covid-19," ujarnya.

Melalui momentum peringatan Harganas, lanjutnya, dengan segala keterbatasan kondisi dan upaya saat ini, BKKBN berinisitif untuk melakukan Pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor. Melalui kegiatan ini diharapkan beberapa target sasaran strategis BKKBN dapat tetap diwujudkan dengan mempertimbangkan pendekatan budaya, kearifan lokal, serta tetap memperhatikan protokol pencegahan penyebaran Covid-19.

Pelayanan KB sejuta akseptor dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia, pada pukul 08.00 waktu setempat hingga pukul 15.00, sekaligus akan dilakukan pencatatan Rekor MURI, dengan target layanan sejumlah 1.373.902. Hal ini merupakan upaya BKKBN untuk menghadapi implikasi dari kondisi pandemi Covid-19, yakni terjadi pengurangan kunjungan masyarakat kepada fasilitas kesehatan.

"Fenomena ini tentunya berakibat pada penurunan jumlah peserta KB aktif, maupun peserta KB baru yang ingin mendapatkan pelayanan keluarga berencana melalui fasilitas kesehatan," tutur Hasto.

Selain berimbas pada penurunan peserta KB, imbuhnya, penyebaran wabah Covid-19 juga berakibat kepada penurunan aktivitas dalam kelompok kegiatan (BKB, BKR, BKL, PIK R dan UPPKS), serta penurunan mekanisme operasional di lini lapangan, termasuk di Kampung KB, pertemuan pokja dan pemantauan oleh OPD-KB tidak bisa optimal. Hal ini bukan tanpa alasan, tentu banyak para akseptor KB yang merasa takut ketika hendak mengakses pelayanan KB di masa pandemi Covid-19.

Hasto menjelaskan, pelayanan KB yang sangat berdampak akibat wabah Covid-19 ini dikarenakan KB sendiri pelayanannya, yang ada sekarang existing dengan Baksos, sosialisasi Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan kader-kader. Jadi sangat full kontak atau people to people contact atau person to person.

"Sehingga, ketika ada physical distancing atau social distancing maka jelas akan menurun pelayanannya," ujarnya.

Perlu diketahui, pemantauan pelayanan KB sejuta akseptor dilakukan di Ruang Serbaguna I Kantor Pusat BKKBN, melalui dashboard yang memperlihatkan hasil quick count secara realtime. Dapat dipantau juga secara langsung oleh masyarakat melalui live stream Youtube BKKBN OFFICIA.

Quick qount menggunakan aplikasi yang dikembangkan Direktorat Pelaporan dan Statistik BKKBN, dengan basis aplikasi KoBoToolBox dari UNOCHA (United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs). Yakni badan PBB yang menangani urusan kemanusiaan. BKKBN telah mendaftrakan akun secara resmi, sehingga dapat menggunakan unlimited data yang masuk, dengan update data setiap 30 menit atau paling lama 60 menit.

Pengumpulan dan pelaporan data secara langsung di tempat pelayanan KB dilakukan oleh Penyuluh KB (PKB), Petugas Lapangan KB (PLKB), Kader IMP, Petugas Faskes KB dan Operator Kabupaten Kota dari seluruh Indonesia. Tempat pelayanan KB sejuta akseptor dilakukan di Puskesmas (diutamakan Puskesmas Rawat Inap), Praktek Mandiri Bidan (PMB), Kunjungan Rumah, Rumah Sakit/Faskes dan Pelayanan KB Bergerak.

Pelayanan berupa pelayanan KB baru (termasuk KB Pasca persalinan), KB ulangan dan KB ganti cara. Jenis Pelayanan KB terdiri dari Pil, Kondom, Suntik, IUD, Implan, MOW dan MOP dengan tetap memperhatikan kualitas pelayanan, kondisi zona wilayah dan protokol pelayanan pada masa pandemi Covid-19.

Editor : Gungde Ariwangsa SH