logo

PJB Uji Coba Co-firing

 PJB Uji Coba Co-firing

Istimewa
29 Juni 2020 20:22 WIB
Penulis : Andira

SuaraKarya.id - SURABAYA: PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) kembali melakukan uji coba co-firing untuk mengkonversikan PLTU-nya menjadi lebih ramah lingkungan. Menyusul uji coba di PLTU Anggrek, Gorontalo pada 11 Juni 2020, mereka juga melakukan uji coba di PLTU Tenayan, Pekanbaru beberapa waktu lalu.

Menurut Direktur Utama PT PJB, Iwan Agung, co-firing PLTU merupakan sebuah teknologi substitusi batubara dengan bahan bakar energi terbarukan. “Sebagai pionir co-firing, PJB dapat dengan sukses mengimplementasikan co-firing di seluruh PLTU di Indonesia agar bumi nusantara dapat lebih terjaga," ujarnya, Senin (29/6/2020).

Dalam kegiatan yang digelar di PLTU Anggrek, mereka menggunakan wood chip sebagai campuran bahan bakar batu bara. Bahan baku berasal dari kayu lamtoro ini diklaim memiliki kalor cukup sebagai bahan bakar pendamping.

Pada proses uji coba ini, pihaknya menggunakan 5 ton wood chip.  Sementara di PLTU Tenayan, mereka memanfaatkan campuran sawdust brown fiber. "Berdasarkan uji coba ini, hasil pengunaan biomassa sawdust brown fiber ternyata lebih efisien daripada penggunaan cangkang kelapa sawit yang digunakan sebelumnya," ujarnya.

PLTU Tenayan sendiri menjadi PLTU pertama di Indonesia yang diujicobakan menggunakan 2 jenis biomassa yang berbeda. Sebelumnya, PLTU Tenayan yang memiliki kapasitas 2 x 110 MW ini pernah mengujibacobakan co-firing menggunakan biomassa cangkang kelapa sawit.

Pihaknya optimis, co-firing ini bisa digunakan di seluruh PLTU di Indonesia. Selain dianggap sebagai langkah nyata di dunia energi ketenegalistrikan yang menjaga lingkungan, co-firing juga disebut sebagai jawaban untuk memenuhi target Bauran Energi Nasional untuk EBT 23% pada 2025.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto