logo

Digitalisasi

Digitalisasi

29 Juni 2020 00:01 WIB

SuaraKarya.id -  

Oleh: Dr. Edy Purwo Saputro, SE, MSi

Pandemi covid-19 yang entah sampai kapan pada akhirnya memberikan gambaran dari kebutuhan transaksi digital dan digitalisasi semua industri. Betapa tidak, ketika kondisi ekonomi dan sosial melakukan lockdown maka WFH menjadi pilihan rasional sehingga kemampuan produksi dan kapasitas produksi menjadi sangat terbatas. Oleh karena itu, ke depan tuntutan dan komitmen terhadap penerapan digitalisasi semua industri seolah tidak bisa lagi diabaikan dan karenanya pemerintah harus juga bersinergi untuk mampu memberikan stimulus terhadap percepatan penerapan industrialisasi berbasis digital di semua bentuk dan jenis industri, baik yang berskala besar ataupun kecil menengah.

Fakta yang ada menegaskan bahwa sektor formal dan informal juga tidak bisa terlepas dari tuntutan penerapan digitalisasi karena realitas ketatnya persaingan era global jelas membutuhkan strategi digitalisasi di semua lini. Hal ini menegaskan bahwa dunia usaha harus lebih cerdas menatap persaingan dengan memanfaatkan digitalisasi di semua lini dan bersaing lebih sehat. Logika yang mendasarinya karena ke depan tuntutan efisiensi jelas semakin menguat dan efisiensi tentu akan lebih didukung oleh industrialisasi yang mengandalkan padat modal, meski tidak dapat mengabaikan kepentingan yang sifatnya padat karya. Artinya, tuntutan alokasi padat modal juga mengacu kepentingan memacu digitalisasi dalam semua bentuk industrialisasinya.

Yang justru menjadi persoalan adalah apakah semua pelaku usaha sudah siap menerima kenyataan tuntutan tersebut? Tentunya tidak mudah untuk menjawabnya karena saat ini yang penting yaitu bagaimana bisa lepas dari pandemi covid-19. Padahal fakta yang ada menjelaskan kesudahan dari pandemi covid-19 masih belum jelas sampai kapan. Selain itu, kenormalan baru yang dilonggarkan justru menyisakan tantangan dan persoalannya terkait kluster baru di berbagai daerah. Oleh karena itu, ancaman pasca pandemi masih belum jelas sementara ancaman munculnya kluster baru justru semakin mengerikan. Ini tentu tidak bisa diremehkan dan karenanya kesiapan menyambut kenormalan baru jelas menyisakan ancaman yang harus juga diwaspadai.

Terlepas dari semua persoalan di masa pandemi, pastinya ke depan tuntutan penerapan digitalisasi bagi semua pelaku usaha memang tidak bisa lagi diabaikan. Meski problem yang menyapa bukan saja dari persoalan pendanaan tapi juga kesiapan SDM karena hal ini jelas membutuhkan keterampilan SDM dalam mendukung semua proses produksi di semua bentuk dan jenis usaha-industri yang ada. Oleh karena itu, tidak ada alasan untuk tidak secepatnya mempersiapkan semua kemampuan produksi dan kapasitasnya untuk menerapkan prinsip digitalisasi. Jika tidak sekarang, maka kapan lagi kita harus siap?

Bagaimanapun juga digitalisasi membutuhkan konsekeunsi dan tentu ini harus disadari oleh pemerintah pusat dan daerah serta pelaku usaha, baik itu skala besar ataupun kecil menengah. Jadi, berusaha bangkit pasca pandemi covid-19 dengan aplikasi digitalisasi di semua lini usaha menjadi semakin penting, setidaknya hal ini akan menjadi strategi untuk memenangkan persaingan ke depan yang semakin ketat. ***

* Dr. Edy Purwo Saputro, SE, MSi - Dosen Pascasarjana di Universitas Muhammadiyah Solo