logo

Timur Tengah Memanas: Arab Saudi Tembak Kapal Iran, Israel Gempur Gaza

Timur Tengah Memanas: Arab Saudi Tembak Kapal Iran, Israel Gempur Gaza

28 Juni 2020 14:42 WIB
Penulis : Gungde Ariwangsa SH

SuaraKarya.id - RIYADH: Kawasan Timur Tengah memanas. Di laut, terjadi insiden yang disertai tembakan antara Arab Saudi dan Iran. Di darat, Israel menggempur Gaza.

Hubungan Arab Saudi dan Iran menegang lagi setelah ada insiden di laut Teluk  Bahkan Saudi melemparkan tembakan kepada tiga kapal Iran untuk mundur. Sebagaimana dikutip Saudi Press, Juru Bicara kerajaan mengatakan kapal-kapal Iran terus mendekati wilayah Saudi dan menolak berhenti. Padahal, sudah berulang kali diberikan peringatan.

Akhirnya tiga kapal Iran dipaksa mundur dengan tembakan peringatan. "Kapal-kapal menolak untuk menanggapi peringatan setelah itu tembakan peringatan ditembakkan, memaksa mereka untuk mundur," tulis AFP mengutip laporan tersebut, sebagaimana diberitakan Minggu (28/6/2020).

Sayangnya laporan itu tidak mengidentifikasi jenis kapal yang digunakan. Dikutip dari Reuters, media Iran mengatakan penjaga pantai (coast guard) Saudi menembaki nelayan Iran yang tersesat. Tapi. tidak ada yang terluka. Laporan Iran mengatakan nelayan tersebut pergi sejak 21 Juni. Namun sayangnya, tidak ada keterangan kapan masalah tersebut terjadi.

Arab Saudi dan Iran tidak memiliki hubungan diplomatik sejak 2016. Namun perselisihan kedua negara sudah terjadi sejak 1979. Ketegangan meningkat pada tahun lalu setelah serangkaian serangan terhadap tanker minyak di Teluk dan instalasi minyak Saudi, insiden yang mengguncang pasar energi global tahun lalu. Baik Amerika Serikat dan Arab Saudi menuduh Iran berada di balik serangan itu, tuduhan yang dibantah oleh Teheran. 

Gempur Gaza

Sementara itu  jet-jet tempur Israel disebut menyerang sejumlah lokasi di Gaza, yang menjadi pangkalan Hamas.Ini terjadi pascaHamas memperingatkan aneksasi sama saja dengan deklarasi perang oleh Israel.

Menurut laporan CNBC Indonesia, sebelumnya Israel berencana menggabungkan Tepi Barat dan Lembah Yordan, wilayah Palestina lain yang terpisah dari Gaza. Sumber-sumber keamanan di Gaza mengkonfirmasi kepada AFP bahwa ada serangan di wilayah Khan Yunis, di ujung selatan wilayah Palestina yang berpenduduk dua juta jiwa. Dua roket ditembakkan pada hari Jumat (26/6/2020) dari Jalur Gaza.

"Dua roket ditembakkan dari Jalur Gaza menuju wilayah Israel," kata militer Israel dalam sebuah pernyataan, setelah mengatakan "sirene berbunyi di daerah sekitar Jalur Gaza".

Sementara itu, petugas medis mengatakan sirene berbunyi di distrik Sderot Israel. Itu adalah tembakan roket pertama yang dilaporkan dari Jalur Gaza sejak awal Mei.

Usulan Israel untuk mencaplok permukimannya di Tepi Barat dan Lembah Yordan dirilis sejak Januari. Proposal Israel itu akan membuat negara Palestina hanya terdiri dari wilayah Tepi Barat yang tersisa (di luar aneksasi) dan Jalur Gaza.

Tetapi rencana itu jauh dari aspirasi Palestina. Sejumlah negara di PBB juga mengecam langkah Israel ini, walau AS tetap mendukung langkah negeri Yahudi itu.

Sebelumnya, Israel dan Hamas telah terlibat tiga perang dalam beberapa tahun terakhir. Konflik terbaru pada tahun 2014 menewaskan 2.251 warga Palestina dan 74 orang di pihak Israel.

Tidak ada hubungan resmi antara kedua belah pihak. Otoritas Palestina, sebuah pemerintahan terpisah yang berbasis di Tepi Barat, memutus kerjasamanya dengan Israel bulan lalu.***