logo

Cinta Segi Tiga, Siswi SMK Gresik Nekat Gantung Diri

 Cinta Segi Tiga, Siswi SMK Gresik Nekat Gantung Diri

Istimewa
06 Juni 2020 20:39 WIB
Penulis : Andira

SuaraKarya.id - GRESIK: Seorang siswi kelas 2 sebuah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Gresik ditemukan tewas gantung diri di pintu kamarnya di lantai 2 dengan menggunakan sarung bapaknya. Korban UN (17) diduga nekat mengakhiri hidup karena masalah cinta segitiga.

Menurut Kapolsek Gresik Kota, AKP Inggit Prasetyanto, korban sudah meregang nyawa sejak satu jam sebelum ditemukan oleh bapaknya yang berprofesei sebagai pedagang bakso. "Kami menemukan sebungkus plastik minuman dan sebuah handphone di dekat jazad korban," ujarnya, Sabtu (6/6/2020).

Korban yang sudah ditinggal ibunya meninggal itu, memanfaatkan lilitan kain sarung untuk menjerat leher di pintu kamar. Korban bunuh diri dengan cara menaiki kursi rias yang selanjutnya ditendang agar bisa menggantung.

Ulah nekat gadis bungsu Sukari (64) itu tak diketahui, karena kondisi rumah  di Jalan Akim Kayat RT 02/RW 05 Kelurahan Sukorame, Kecamatan Gresik itu sedang kosong. Saat kejadian, bapaknya itu sedang berjualan bakso keliling.

Polisi yang datang ke lokasi tidak menemukan tanda bekas kekerasan di tubuh korban. Saat ditemukan pukul 15.30 WIB, kondisi korban sudah kaku, lidah menjulur seperti orang tercekik dengan kedua tangan dan kaki yang sudah membiru.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, aksi bunuh diri itu diduga bermotif cinta segitiga. Korban yang masih duduk di bangku SMK itu sudah ditunangkan dengan seorang pemuda dan bahkan sudah berencana untuk dinikahkan usai Idul Fitri 2020.

Tapi belakangan, tunangan korban memergoki korban sering berhubungan denan pria lain lewat ponsel. Bahkan sehari sebelum ditemukan tewas pada Jum'at (5/6/2020) sore, pasangan bertunangan itu bertengkar hebat.

Sang tunangan yang sedang dibakar api cemburu itu berusaha mencari pria lain yang sering menghubungi tunangannya tersebut. Tapi hingga tengah malam, pria itu tak kunjung ditemukan, hingga keesokan harinya korban memutuskan untuk mengakhiri hidup.

Menurut sejumlah saksi, ayah korban sempat shock berat melihat anaknya tewas dengan cara menggantung. Sukari bahkan nekat hendak ikut bunuh diri menggunakan pisau dapur, untuk menyusul korban.

Beruntung, para tetangga berhasil merebut pisau yang sudah digenggam Sukari. Ayah yang sangat menyayangi anak bungsunya itu tak bisa menghentikan tangisannya, hingga korban diturunkan dari gantungan.

Sementara, kekasih korban yang datang ke lokasi juga tak kuat menahan kesedihan. Para tetangga juga tak kuat menahan tangis saat melihat jazad korban dievakuasi ke kamar mayat RSUD Ibnu Sina Gresik untuk dioutopsi.***

Editor : Gungde Ariwangsa SH