logo

Tim Intel Kejaksaan Agung Bekuk Buronan Korupsi Dari Persembunyian

Tim Intel Kejaksaan Agung Bekuk Buronan Korupsi Dari Persembunyian

Kejaksaan Agung
06 Juni 2020 19:48 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA:  Main petak-umpet, sembunyi sana sembunyi sini yang dilakukan buronan Selviana Wanna berakhir sudah. Terpidana kasus dugaan korupsi yang sempat dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) itu akhirnya dapat ditangkap Tim Intel Kejaksaan Agung di sebuah rumah kontrakan di kawasan Tirta, Kelurahan Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (5/6/2020).

Selanjutnya DPO yang merupakan terpidana kasus dugaan korupsi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel Pemerintah Kabupaten Raja Ampat senilai Rp 20.205.512.000 itu diperiksa kesehatannya sebelum dijebloskan ke dalam bui. Hal itu dilakukan demi menghindari terjadi penularan covid-2019 atau virus corona.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspen) Kejaksaan Agung, Hari Setiyono menyebutkan dalam kasus yang melibatkan Selviana Wanna, negara berpotensi dirugikan sebesar Rp 3.279.466.358.

Hari Setiyono mengakui Silviana Wanna belum dieksekusi masuk ke Lembaga Pemasyarakatan (LP). Ini lantaran SW diduga sedang sakit. Dengan alasan tidak mau ambil risiko, Silviana Wanna dibawa ke Rumah Sakit MMC Jakarta. “LP kan juga tidak mau menerima (kalau terpidana sakit). Kondisi sekarang kan seperti ini," kata Hari Setiyono. Dia akan memastikan Silviana Wanna dieksekusi ke LP ketika pihak rumah sakit menyatakan yang bersangkutan sehat.

Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta dalam amar putusannya No.32/PID.SUS/TPK/2013/PN.JKT.PST, pada tanggal 17 Februari 2014 menyatakan terdakwa Silviana Wanna terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dalam dakwaan subsidair pasal 3 jo. Pasal 8 UU 20/2001 tentang Perubahan atas UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tipikor jo. Pasal 55 ayat (1) KUHP. Atas perbuatannya itu, Silviana Wanna dijatuhi pidana penjara selama 1 tahun dan pidana denda sebesar Rp 50.000.000.

Vonis bersalah ini diperkuat oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Nomor 26/PID/TPK/2014/PT.DKI, tanggal 17 Juli 2014. Silviana Wanna dikenai pidana penjara selama 6 tahun dan denda sebesar Rp 200.000.000, dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan.

Denda dan uang pengganti itu juga belum dibayar Silviana Wanna. Jika tetap demikian, maka hukuman yang harus dijalani totalnya lebih dari enam tahun. Kecuali setelah terciduk yang bersangkutan segera membayar denda dan uang pengganti tersebut.

 

Editor : Gungde Ariwangsa SH