logo

Covid-19 Terhangat: Ambyar, Kasus Baru Cetak Rekor Tertinggi, Positif 30.514

Covid-19 Terhangat: Ambyar, Kasus Baru Cetak Rekor Tertinggi, Positif 30.514

Pasien sembuh menjadi 9.907 setelah ada penambahan sebanyak 464 orang., Sabtu (6/6/2020)
06 Juni 2020 17:51 WIB
Penulis : Gungde Ariwangsa SH

SuaraKarya.id - JAKARTA: Rekor penambahan kasus baru per-hari positif terpapar wabah virus corona (Covid-19) di Indonesia ambyar lagi, Sabtu (6/6/2020). Secara mengejutkan di hari-hari awal penerapan masa transisi tatanan baru atau New Normal ini penambahan kasus baru melonjak sampai 993 yang merupakan rekor tertinggi. Penambahan ini otomatis melambungkan kasus positif secara nasional melesat melewati angka 30.000 dengan angka 30.514.

Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat, penambahan kasus positif tersebut sekaligus menjadi rekor paling tinggi yang terhitung sejak kasus pertama dilaporkan pada Senin (2/3/2020). Sebelumnya, angka peningkatan kasus positif yang cukup tinggi juga tercatat pada Kamis (21/5/2020) sebanyak 973 dan Sabtu (23/5/2020) sebanyak 949.

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto mengungkapkan penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 itu membuat total secara nasional menjadi 30.514 orang. “Kasus konfirmasi Covid-19 yang positi sebanyak 993, sehingga totalnya menjadi 30.514,” kata Achmad Yurianto, Sabtu (6/6/2020).

Dalam keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Yuri mengemukakan,  untuk pasien sembuh menjadi 9.907 setelah ada penambahan sebanyak 464 orang. Selanjutnya untuk kasus meninggal bertambah 31 orang sehingga totalnya menjadi 1.801.

Adapun akumulasi data kasus tersebut diambil dari hasil uji pemeriksaan spesimen sebanyak 394.068 yang dilakukan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 103 laboratorium, Test Cepat Melokuler (TCM) di 67 laboratorium dan Laboratorium jejaring (RT-PCR dan TCM) di 192 lab. Secara keseluruhan, 264.740 orang telah diperiksa dan hasilnya 30.514 positif (kulumatif) dan 234.226 negatif (kumulatif).

Kemudian untuk jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang masih dipantau ada sebanyak 46.571 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang masih diawasi ada 13.347 orang. Data tersebut diambil dari 34 provinsi dan 421 kabupaten/kota di Tanah Air.

Sementara itu, data provinsi 5 besar dengan kasus positif terbanyak secara kumulatif adalah mulai dari DKI Jakarta 7.870 orang, Jawa Timur 5.835, Jawa Barat 2.376, Sulawesi Selatan 1.840, Jawa Tengah 1.564 dan wilayah lain sehingga totalnya 30.514.

Berdasarkan data yang diterima Gugus Tugas dari 34 Provinsi di Tanah Air, Provinsi DKI Jakarta menjadi wilayah penambahan kasus sembuh tertinggi yakni 2.836 disusul Jawa Timur sebanyak 1.361 Jawa Barat 779, Sulawesi Selatan 673, Jawa Tengah 409 dan wilayah lain di Indonesia sehingga total mencapai 9.907 orang.

Kriteria pasien sembuh yang diakumulasikan tersebut adalah berdasarkan hasil uji laboratorium selama dua kali dan ketika pasien tidak ada lagi keluhan klinis. ***

Data Sebaran Covid-19 Sabtu (6/6/2020): 

Dunia:
Negara: 216
Terkonfirmasi: 6.612.301
Meninggal Dunia: 391.161

Indonesia: 
Terkonfirmasi: 30,514 (+993 Kasus Baru)
Dalam Perawatan: 18,806 (61.6% dari Terkonfirmasi
Sembuh: 9,907 (32.5% dari Terkonfirmasi)
Meninggal Dunia: 1,801 (5.9% dari Terkonfirmasi)
Orang Dalam Pemantauan (ODP): 46,571 
Pasien Dalam Pengawasan (PDP): 13,347 

Kasus Per Provinsi
 Provinsi
 DKI JAKARTA
Jumlah Kasus : 7,690 (26.7%)
 JAWA TIMUR
Jumlah Kasus : 5,408 (18.8%)
 JAWA BARAT
Jumlah Kasus : 2,354 (8.2%)
 SULAWESI SELATAN
Jumlah Kasus : 1,722 (6.0%)
 JAWA TENGAH
Jumlah Kasus : 1,479 (5.1%)
 KALIMANTAN SELATAN
Jumlah Kasus : 1,142 (4.0%)
 SUMATERA SELATAN
Jumlah Kasus : 1,056 (3.7%)
 BANTEN
Jumlah Kasus : 965 (3.3%)
 PAPUA
Jumlah Kasus : 875 (3.0%)
 NUSA TENGGARA BARAT
Jumlah Kasus : 705 (2.4%)
 SUMATERA BARAT
Jumlah Kasus : 594 (2.1%)
 BALI
Jumlah Kasus : 510 (1.8%)
 SUMATERA UTARA
Jumlah Kasus : 488 (1.7%)
 KALIMANTAN TENGAH
Jumlah Kasus : 469 (1.6%)
 SULAWESI UTARA
Jumlah Kasus : 382 (1.3%)
 KALIMANTAN TIMUR
Jumlah Kasus : 316 (1.1%)
 SULAWESI TENGGARA
Jumlah Kasus : 252 (0.9%)
 MALUKU
Jumlah Kasus : 238 (0.8%)
 DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Jumlah Kasus : 237 (0.8%)
 KEPULAUAN RIAU
Jumlah Kasus : 219 (0.8%)
 KALIMANTAN BARAT
Jumlah Kasus : 202 (0.7%)
 MALUKU UTARA
Jumlah Kasus : 177 (0.6%)
 PAPUA BARAT
Jumlah Kasus : 173 (0.6%)
 KALIMANTAN UTARA
Jumlah Kasus : 165 (0.6%)
 LAMPUNG
Jumlah Kasus : 140 (0.5%)
 SULAWESI TENGAH
Jumlah Kasus : 129 (0.4%)
 GORONTALO
Jumlah Kasus : 121 (0.4%)
 RIAU
Jumlah Kasus : 117 (0.4%)
 JAMBI
Jumlah Kasus : 99 (0.3%)
 NUSA TENGGARA TIMUR
Jumlah Kasus : 97 (0.3%)
 BENGKULU
Jumlah Kasus : 92 (0.3%)
 SULAWESI BARAT
Jumlah Kasus : 92 (0.3%)
 KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
Jumlah Kasus : 72 (0.2%)
 ACEH
Jumlah Kasus : 20 (0.1%)
0.1% Tidak ada data provinsi

Editor : Gungde Ariwangsa SH