logo

Bupati Tojo Una-Una : Ayo Petani Percepat Tanam Guna Antisipasi Kekeringan

Bupati Tojo Una-Una :  Ayo Petani Percepat Tanam Guna Antisipasi Kekeringan

06 Juni 2020 17:01 WIB
Penulis : Syamsudin Walad

SuaraKarya.id - TOJO: Ada yang berbeda pada Jumat (5/6/2020) di Desa Betaua, Kecamatan Tojo, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah. Keceriaan tampak terpancar dari Kelompok Tani Pemuda Tani yang sedang melakukan panen jagung hibrida di  lahan seluas 4 ha dengan luas hamparan 25 ha. Bupati Tojo Una-Una Mohammad Lahay  didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Perikanan, Sekertaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Camat Tojo dan Tojo Barat, Unsur Forum Musyawarah Pimpinan Kecamatan, Kepala Desa dan perwakilan Masyarakat Betaua tampak hadir pada panen tersebut.

Menurut Bupati Tojo Una-Una, sektor pertanian merupakan salah satu yang menjadi prioritas pembangunan menuju Tojo Una-Una Hebat. "Peluang untuk meningkatkan produktivitas dan potensi sektor ini cukup besar untuk dapat dikembangkan dan didayagunakan, untuk peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, sekaligus pengembangan perekonomian daerah," katanya.

Dia menjelaskan, dalam bidang pertanian, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah masih menetapkan komoditas unggulan daerah antara lain, padi, jagung, dan kedelai. Khusus di Kabupaten Tojo Una-Una komoditi unggulannya yaitu Jagung dan kedelai. "Kabupaten Tojo Una-Una siap mendukung swasembada pangan dengan fokus peningkatan produksi, mutu, dan pendapatan petani," katanya.

Bupati melanjutkan bahwa Peningkatan produksi tanaman pangan perlu terus ditingkatkan setiap tahun baik dari segi kuantitas maupun kualitas, mengingat kebutuhan pangan terus mengalami peningkatan sejalan dengan pertambahan penduduk. Tetapi untuk mencapai tujuan tersebut masih ada beberapa kendala diantaranya produktivitas lahan yang belum optimal akibat penerapan teknologi yang belum maksimal. Oleh karenanya diminta kepada Penyuluh Pertanian agar terus mendampingi petani agar bisa menerapkan teknologi tepat guna yang dapat meningkatkan produksi.

"Untuk mengatasi kendala dalam penyediaan sarana produksi dan pemasaran hasil, pemerintah mengharapkan kerja sama antara petani dengan pihak swasta yang saling menguntungkan secara berkelanjutan, sehingga petani memperoleh kepastian dalam berusaha dan pemasaran hasil," ujarnya.

Selanjutnya, dalam rangka menghadapi krisis pangan akibat Covid-19 dan kekeringan yang diprediksi terjadi di tahun 2020 sebagaimana yang sudah disampaikan oleh Kementerian Pertanian, maka diperlukan langkah-langkah konkrit seperti mempercepat pertanaman, perluasan areal tanam seperti peningkatan indeks pertanaman (IP), mengamankan produksi seperti pengendalian hama dan penyakit, pemanfaatan lahan pekarangan, penyediaan peralatan pascapanen untuk peningkatan kualitas hasil, menggiatkan konsumsi pangan lokal,  serta penguatan kelembagaan pertanian seperti kelompok tani dan penguatan kelembagaan penyuluhan.

Menurut Bupati, untuk pelaksanaan strategi ini diperlukan kegiatan konkret seperti pengolahan potensi lahan yang ada secara optimal dengan penanaman varietas benih jagung yang sudah disertifikasi, para petani bekerja sama dengan mitra usaha bidang pertanian yang saling menguntungkan, juga dengan para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

Penyuluh pertanian yang menjadi pendamping kelompok tani Pemuda Tani, Rusdiansyah mengungkapkan bahwa petani memiliki harapan besar harga jagung bisa stabil saat musim panen raya tiba sehingga dapat menambah penghasilan  dan meningkatkan kesejahteraan.

"Melihat kondisi tanaman yang tumbuh subur, kami optimis produksi tanaman  bisa sesuai dengan harapan petani. Buktinya panen kali ini mencapai  Produktivitas 3,7 ton/ha, dengan varietas Bisi 2.Ini tentu sangat menggembirakan, apalagi kondisi di tengah Covid-19 dan ancaman kekeringan, maka jagung sangat bisa diharapkan sebagai salah satu bahan pangan alternatif," tutur Rusdi.

Salah satu petani pemilik lahan, Ridwan Tawalili menyampaikan, "Selama ini kami terus bekerja meskipun ada anjuran tetap di rumah karena Covid-19. Karena di dunia pertanian, jika ingin hasil yang bagus, maka tanaman harus diperhatikan. Dan kami semua berharap, bisa menjual jagung dengan harga yang bagus," ungkap Ridwan.

Apa yang dilakukan oleh petugas dan petani di Kab. Tojo Una Una sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang senantiasa meminta agar insan pertanian harus tetap bekerja meskipun dalam suasana Pandemi Covid-19.

"Kita saat ini sedang berada dalam kondisi Covid-19 yang mengakibatkan hampir semua  sektor kehidupan bermasalah, termasuk sektor ekonomi. Tapi ada satu sektor yang memiliki efek yang besar jika bermasalah, yaitu jika kebutuhan pangan 267 juta jiwa tidak terpenuhi, maka ini efeknya akan panjang. Oleh karenanya, saya meminta kepada petani untuk tetap bekerja memproduksi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia dan kepada para petugas/penyuluh agar tetap mendampingi petani sehingga bisa diperoleh hasil produksi yang maksimal," ungkap SYL.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, juga senantiasa mengingatkan bahwa Ketahanan pangan menjadi kunci untuk menghadapi pandemi Covid-19. Karenanya, dibutuhkan percepatan tanam agar kebutuhan pangan terus terpenuhi, termasuk pasca Covid-19 nanti.  Untuk itu dibutuhkan penyuluh yang berkualitas agar proses ini tetap berjalan.

“Dalam masa seperti ini, pertanian tidak boleh berhenti. Pertanian tidak boleh bermasalah. Petani dan penyuluh harus terus turun ke lapangan. Namun tetap mematuhi protokol pencegahan Covid-19 seperti selalu cuci tangan pakai sabun, jaga jarak, dan pakai masker. Kenapa pertanian tidak boleh berhenti, karena sektor pertanian berkewajiban menyediakan bahan pangan,” tutur Dedi.

Editor : Gungde Ariwangsa SH