logo

Dukung Percepatan Tanam, Penyuluh Jember Aktif Berinovasi

Dukung Percepatan Tanam, Penyuluh Jember Aktif Berinovasi

06 Juni 2020 16:56 WIB
Penulis : Syamsudin Walad

SuaraKarya.id - JEMBER: Kondisi Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat para petani di Desa Kertosari Kabupaten Jember, Jawa Timur, untuk terus menanam. Bahkan, petani bersama penyuluh melakukan inovasi untuk melakukan percepatan tanam.

Semangat para petani ini sejalan dengan instruksi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Dalam setiap kesempatan, Menteri Syahrul Yasin Limpo menyampaikan ketersediaan pangan harus dipenuhi selama pandemi Covid-19. Untuk itu, petani dan penyuluh harus terus turun ke lapangan.

"Pertanian tidak boleh berhenti, pertanian tidak boleh bersoal, karena pertanian sebagai penyedia pangan 267 juta masyarakat Indonesia. Untuk itu petani dan penyuluh tetap bekerja di lapangan dengan mematuhi protokol Covid-19," tutur Mentan SYL, Rabu (03/06/2020).

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, menambahkan agar petani juga senantiasa menjaga kesehatan.

“Menjaga kesehatan dari Covid-19 itu penting bagi petani agar produktivitas tetap terjaga. Sebab, salah satu sektor yang sangat penting dalam kondisi ini adalah pertanian. Bahan pangan yang dihasilkan pertanian bisa membantu memperkuat imunitas badan. Dan imunitas inilah yang bisa melawan virus Covid-19,” ujar Dedi.

Untuk memastikan ketersediaan pangan di tengah pandemi, Arief Suratno dan 16 penyuluh pertanian lainnya di BPP Arjasa Kabupaten Jember menerapkan inovasi di kelompok tani binaannya. Kabupaten Jember yang merupakan salah satu lokasi Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) tidak luput dari penerapan metode Climate Smart Agriculture yang ramah lingkungan dan adaptif terhadap perubahan iklim. 

Beberapa metode CSA yang telah diaplikasikan oleh kelompok tani binaan Arief antara lain penanaman padi varietas unggul (Inpari 33), rekayasa pembuatan alat jarak tanam secara manual pada sistem jajar legowo 40:20:10, pemupukan berimbang dengan penambahan pupuk organik padat dan cair, penanganan OPT dengan pestisida nabati, dan lain-lain. Hasilnya berdampak positif karena didukung pula dengan penggunaan mekanisasi pertanian.

Menurut Arief, ketahanan pangan harus dimulai dari unit sosial terkecil dalam masyarakat, yaitu keluarga. Di pekarangan rumahnya Arief beternak ayam dan kambing serta kebun bibit buah-buahan dan kolam ikan. Ia juga memenuhi kebutuhan pangan keluarganya dari lahan sawah yang ia tanami dengan padi dan palawija menggunakan inovasi pertanian yang ia pelajari.

Tak luput dari upayanya melayani petani, Arief juga menyediakan jasa konsultasi serta pemasangan instalasi pertanian biogas, rekayasa instalasi biogas, pembuatan pupuk organik dan MOL, penyediaan jasa alsintan yang bekerjasama dengan kelompok tani pengelola alsintan. Intinya adalah selalu siap dan bisa untuk melayani petani.(SP/EZ)

Editor : Gungde Ariwangsa SH