logo

PSBB Berakhir, Wali Kota Depok Persilakan Semua Tempat Ibadah Buka Kembali

PSBB Berakhir, Wali Kota Depok Persilakan Semua Tempat Ibadah Buka Kembali

Wali Kota Depok Mohammad Idris
04 Juni 2020 00:01 WIB
Penulis : Windrarto

SuaraKarya.id - DEPOK: Wali Kota Depok Mohammad Idris mempersilakan semua tempat ibadah buka kembali seiring berakhirnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Depok, Jawa Barat, pada tanggal 4 Juni 2020. Bahkan gedung pusat perbelanjaan modern pun diperkenankan kembali beraktifitas.

“Namun dalam pelaksanaannya harus tetap mengindahkan protokol kesehatan,” kata Wali Kota di Masjid Baiturahman, Kecamatan Sukmajaya, Rabu (3/6/2020). Di sini, Wali Kota meninjau kesiapan pengurus masjid memasuki masa Adaptasi Kehidupan Baru (AKB).

Memasuki AKB, tuturnya, ada beberapa aktifitas sosial dan ekonomi mulai dibuka namun dengan pengaturan dan protokol kesehatan yang ketat.

“Sejumlah mall di kawasan Jalan Margonda telah siap beraktifitas di masa AKB,” ucap Wali Kota.

Belum semua ruang publik, ujarnya, dibuka. Alun-alun, bioskop, tuturnya, masih ditutup. Demikian pula kegiatan sekolah masih dilaksanakan dengan sistem pembelajaran jarak jauh.

“Untuk kegiatan sekolah, kami masih menunggu keputusan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” kata Wali Kota.

Langkah AKB diambil, tuturnya, karena Pemerintah Kota Depok memberlakukan Pembatasan Sosial Kampung Siaga (PSKS) setelah PSBB berakhir.

Saat ini, ujar Wali Kota, Kota Depok masuk dalam zona kuning yang berarti kasus Covid-19 di Kota Depok masih tinggi. Pemberlakuan PSKS, tuturnya, sama seperti PSBB tapi PSBB proporsional.

Depok masuk dalam zona kuning, tuturnya, karena masih terdapat 31 kampung siaga yang terdapat kasus Covid-19. “Mudah-mudahan ke depan berkurang sampai 20 kampung, sehingga seluruh wilayah bisa memasuki masa AKB,” ucap Wali Kota.

Saat PSBB Proporsional, tuturnya, bukan berarti warga dapat melakukan aktifitas secara bebas. “Kita harus tetap melaksanakan protokol dengan konsisten dan penuh kedisiplinan, sehingga tidak terjadi lonjakan kasus di kemudian hari,” katanya.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto