logo

New Normal, Pembukaan Rumah Ibadah Harus Jadi Contoh Penerapan Protokol Kesehatan

 New Normal, Pembukaan Rumah Ibadah Harus Jadi Contoh Penerapan Protokol Kesehatan

Menko PMK Muhadjir Effendy.(foto,ist)
02 Juni 2020 23:25 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Pemerintah akan segera menerapkan tatanan kenormalan baru (new normal) di tengah pandemi Covid-19. Beberapa sektor kehidupan akan mulai dibuka kembali, seperti perkantoran, pasar, pusat perbelanjaan, tak terkecuali rumah ibadah. Rasa rindu umat beragama untuk beribadah bersama setelah sekian lama tertahan akan segera terbayarkan.

Namun, proses pembukaan tidak serta merta begitu saja. Akan ada protokol-protokol ketat yang diterapkan. Untuk pembukaan rumah ibadah, pemerintah telah mengaturnya dalam Surat Edaran Menteri Agama Nomor 15 tahun 2020 Tentang Panduan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah agar Terhindar dari Penyebaran Covid-19.

Dalam tata aturan itu, diatur mengenai prosedur operasional standar di rumah ibadah. "Seperti adanya jaga jarak, penyediaan tempat cuci tangan atau hand sanitizer, pengecekan suhu tubuh bagi jemaah," terang Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, dalam videoconference bersama Menteri Agama Fachrul Razi, Ketua DMI Jusuf Kalla dan para pemuka agama terkait fungsionalisasi rumah ibadah, di Jakarta, Selasa (2/6/2020).

Selain itu, lanjutnya, dalam aturan tersebut juga diatur protokol kesehatan bagi jemaah yang beribadah. Seperti jaga jarak, mengenakan masker, dan tidak berlama-lama di masjid. Rumah ibadah juga harus memastikan bahwa penyelenggaraan kegiatan ibadah berdasarkan fakta lapangan di kawasan/lingkungan yang aman dari Covid-19 dan mengajukan surat keterangan aman dari gugus tugas setempat.

Dikemukakan Menko PMK, rancangan prosedur operasional standar dan potokol kesehatan yang matang harus jadi fokus utama, dalam penyelenggaraan kegiatan keagamaan di rumah ibadah. Untuk itu, menurut dia, pihak terkait perlu melakukan sosialisasi terkait proses perizinan serta syarat syaratnya dengan bahasa yang mudah. Agar tidak membuat bingung pengurus rumah ibadah.

"Jadi nanti perizinan dilakukan untuk memastikan bahwa protokol kesehatan itu telah dilaksanakan atau siap untuk dilaksanakan di tempat ibadah dan kegiatan keagamaan lainnya," tutur Menko PMK

Masing-masing komunitas agama, terang Menko PMK, perlu membuat semacam prosedur operasional standar (Standard Operating Prosedure/ SOP) rumah ibadah dan protokol-protokol yang perlu dipatuhi jemaah. Agar kegiatan ibadah bisa sesuai dengan kebutuhan.

"Perlu juga dibuat tempat pengaduan jika ada pelanggaran ataupun penyelewengan terutama dalam masalah hal perizinan ini," imbuhnya.

Menurut Menko PMK, rumah ibadah harus menerapkan protokol dan SOP kesehatan secara bijak. Tempat ibadah harus menjadi contoh bagi sektor-sektor kehidupan yang dibuka di era kenormalan baru.

Editor : Dwi Putro Agus Asianto