logo

Hasil Sidak, Banten Baru Menyalurkan BLT Dana Desa 20 Persen

 Hasil Sidak, Banten Baru Menyalurkan BLT Dana Desa 20 Persen

Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar. (foto, ist)
02 Juni 2020 21:32 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Provinsi Banten baru menyalurkan 20 persen bantuan langsung tunai (ZBLT) Dana Desa. Hal itu terungkap saat Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menggelar inspeksi mendadak (Sidak) penyaluran BLT, secara virtual di empat kabupaten, dari Jakarta, Selasa (2/6/2020).

Sidak dilakukan karena Banten termasuk daerah yang penyaluran BLT masih berada di 20 persen. Selain itu, lima daerah yang penyaluran BLT nya masih di bawah 50 persen, yakni Nusa Tenggara Timur (NTT) 44 persen, Maluku 44 persen, Maluku Utara 42 persen, Papua 20 persen, serta Papua Barat 44 persen.

Gus Menteri, sapaan Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar mengatakan, dari hasil sidak ditemukan sejumlah fakta. Yaitu hasil sinkronisasi data tidak segera turun dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) atau Camat. Dana Desa baru masuk rekening kas desa (RKDees) disebabkan keterlambatan terbitnya Pergub soal alokasi dana desa.

"Surat Kuasa Bupati untuk pemindahbukuan dana di KPPN ke RKDes belum ada. Meski sekarang sudah ada PMK Nomor 50 tahun 2020 tidak butuh lagi Perbup untuk percepatan. Cukup laporkan kesiapan maka dikeluarkan dari KPPN," tutur Gus Menteri.

Fakta lainnya bantuan sosial (Bansos) tingkat provinsi maupun kabupaten belum turun, yang besarannya sama dengan BLT Dana Desa yakni Rp600 ribu. Sementara BLT minta disalurkan setelah bansos telah disalurkan.

Solusi yang kita berikan, kata Gus Menteri, kita instruksikan desa-desa untuk salurkan BLT sesuai data yang diputuskan dalam Musyawarah Desa Khusus (Musdesus). "Sampaikan ke Pemda jika BLT sudah disalurkan, hingga mereka yang harus menyesuaikan sinkronisasi dan tidak tumpah tindih," ujarnya.

Gus Menteri pun menyampaikan perkembangan soal penyaluran Dana Desa hingga 1 Juni 2020. Dana Desa yang sudah masuk ke RKDes mencapai Rp23 triliun. Dana yang digunakan untuk Program Padat Karya Tunai Desa (PKTD) Rp1,4 triliun.

"Penyaluran PKTD ini mengindikasikan jika desa-desa mulai menggeliat menuju ke new normal sesuai dengan anjuran Pemerintah," ujarnya.

Selanjutnya, Dana Desa yang digunakan untuk program Desa Tanggap Covid-19 telah Rp2,654 triliun. Alokasi ini untuk pencegahan dan penanganan Covid-19 pada tingkat Orang Dalam Pemantauan (OPD).

Editor : Gungde Ariwangsa SH