logo

Taklukkan Virus Corona Dengan Duits

Wilmar Pasaribu

Taklukkan Virus Corona Dengan Duits

01 Juni 2020 18:19 WIB

SuaraKarya.id -  

Oleh: Wilmar Pasaribu

Seseorang yang bukan pranormal, dukun atau orang “pintar” tetapi cenderung sebagai orang bijak  berkata: hanya dengan "duits" dapat ditaklukkan  virus Corona atau Convid-19? Macam manakah caranya itu?  Duit yang banyakkah dimaksud dengan “duits”? Untuk membeli obatkah duit yang banyak itu? Bukankah belum ditemukan obat mujarab untuk mematikan virus corona yang telah mendunia tersebut?

Sudah berbagai upaya dilakukan peneliti, ilmuwan, dokter-dokter dan pihak-pihak yang geram dengan Convid-19 untuk menemukan antinya yang bisa mematikan/musnahkannya seketika. Namun sejauh ini belum didapatkan antinya yang tentu saja sangat diharapkan hampir seumur umat manusia di muka bumi ini!

Hampir setiap negara dan paramedis di seluruh belahan dunia ini masih sibuk menyelamatkan nyawa-nyawa yang mau direnggut begitu saja oleh virus corona. Nyaris tiada waktu untuk memikirkan program-program ekonomi masing-masing negara. Nyawa warga negara masing-masing dulu diselamatkan dengan berbagai cara.

Dapatkah diselamatkan nyawa-nyawa manusia dari sambaran virus yang mematikan itu? Sampai saat ini masing-masing negara masih sibuk merawat atau kemudian memakamkan jenazah warga negaranya. Virus masih mengganas, merajalela walau ada indikasi penurunan belakangan ini.

Lantas penanggulangan macam apakah yang didapat dari “duits” ini. Betulkah “duits” dapat menyelamatkan kita dari serangan maut virus corona? Tentu saja ya, jika masing-masing kita benar-benar berpedoman, meyakini dan menjalankannya.

“Duits” sendiri memiliki kepanjangan: D = Doa, U = Usaha, I = Iman, T =Taat dan S = Sabar. Kita-kita atau manusia terkadang begitu keras dengan usaha kita sendiri mengandalkan kemampuan dan segala kelebihannya. Dia mengandalkan dirinya sendiri dan melupakan Tuhan. Padahal, DIA yang menentukan semuanya. Ketika hasil dari berbagai upaya mengecewakan kerap kita mempersalahkan Tuhan. Kita  menuding Tuhan tidak peduli pada kita. Sesungguhnya justru kitalah melupakanNYA. Mau selamat dari incaran virus corona, mari kita pinta kepada Tuhan melalui doa. Setelah tekun berdoa, dan Tuhan melihat usaha dan perjuangan kita melawan virus corona, maka Tuhan pasti melihat usaha kita sehingga menyelamatkan kita dari virus jahat dan tak berperikemanusiaan.

Berdoa dan berjuang keras melawan virus corona ternyata belum cukup. Harus ditambah dan digenapi dengan Iman dan Taat. Imani keinginan menaklukkan virus corona hingga Tuhan  membantu mewujudkannya. Semua sanggup, bias dan dapat DIA  lakukan? DIA memiliki segalanya, memiliki seisi bumi ini, sanggup melakukan apapun untuk kita (umatnya). Percayalah bahwa Tuhan itu sanggup mengusir, membuang, memusnahkan virus corona demi memulihkan segalanya, dan taatlah dengan semua yang Tuhan mau dengan berupaya, berjuang dan melangkah bersamaNYA.

Boleh jadi ada di antara kita bertanya; koq Tuhan membiarkan nyawa umatnya dirampas sebegitu mudah oleh virus corona, di seantero dunia lagi? Ini logis, terlebih kalau kita berpikir bahwa kita disayang Tuhan. Tetapi percayalah DIA takkan membiarkan umatnya menghadapi lawan yang tidak dapat dilawannya. Hanya cara melawan virus corona itu saja yang belum kita ketahui.  Tidaklah sia-sia pula jika melangkah bersama Tuhan. Perjuangan kita sendiri belum tentu sama dengan Tuhan.  Semua pasti indah pada waktunya.

Jika belum dirasakan bahwa Tuhan tidak mendengar doamu,  janganlah menyerah, karena doa amat besar kekuatannya.

Sabar mudah saja mengucapkannya, tapi sukar  melakukannya. Pun begitu, harus tetap dilakukan menghadapi virus corona ini. Sebab, S = Sabar berarti akan berakhir baik. Akan selalu berusaha dan dapat bertahan karena mengedepankan kesabaran kendati harus melalui perjuangan berat.

Sabar itu berarti  pula dapat menerima apa adanya tanpa mengeluh apalagi putus asa. Sabar  berarti baik dan siap menghadapi dalam segala hal, tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas putus asa, tidak lekas patah hati). Tidak itu saja; menerima nasibnya dengan hidup yang dihadapinya dengan tenang; tidak tergesa-gesa; tidak terburu nafsu, tidak stress. Kendati itu virus corona, teruslah bersikap tenang (tentang pikiran, perasaan) dan yakin serta percaya bahwa itu hanya sebagai penyakit berupa cobaan hidup yang dapat ditaklukkan.

Sabar di tengah-tengah pandemic corona atau menyabarkan diri menghadapinya akan menenangkan menenangkan perasaan (pikiran dan sebagainya); menenteramkan hati menghadapi dan menanggulangi setiap kemungkinan yang terjadi. Situasi sabar dan tenang
 (tidak mudah putus asa, marah, jengkel, dan sebagainya) akan menambah imunitas tubuh menghadapi segala penyakit yang nantinya ditunggangi virus corona. Jadi, persabarlah diri agar semakin lebih sabar, tabah, tenang dan yakin pada diri sendiri.

Suasana hati yang resah dan gundah gulana disebut-sebut sebagai salah satu sumber penyakit. Maka marilah kita menjadi penyabar atau orang yang bersikap tenang (tidak terburu nafsu dan tidak lekas marah) sebelum Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) benar-benar dicabut. Kesabaran dan ketenangan hati dalam menghadapi gangguan kesehatan termasuk bagian dari obat mujarab. Rasa sabar dan pantang menyerah harus ditanamkan sedalam mungkin di dalam setiap kita yang terang berperang melawan penyakit, terlebih virus corona. Sabar pula akan mengajarkan kita untuk semakin kuat dan bersyukur dengan apapun yang terjadi dalam kehidupan. Ada katakata bijak berbunyi: siapapun yang sabar dan tekun akan mekar seperti bunga, akan indah seperti purnama, dan menakjubkan seperti kupu-kupu. Memang tidak semua hal bisa kita selesaikan. Untuk hal-hal di luar jangkauan kita, maka sekali lagi marilah belajar sabar dan merelakannya.

Kesabaran disebut ada dua macam: sabar atas sesuatu yang tidak kau ingin dan sabar menahan diri dari sesuatu yang kau inginkan, oleh karena kesabaran adalah sebuah pilar keimanan. Jika kita mampu bersabar dan bersabar di rumah, maka hal itu dapat menghindarkan dari virus corona bahkan penyesalan berkepanjangan di masa yang akan datang.

Sabar juga memiliki sisi bersyukur kepada Tuhan. Jika siapapun di antara kita menang mengalahkan virus corona, maka “duits” akan semakin bersemi di hati. Meski sabar itu nggak ada batasnya - kalau ada batasnya berarti nggak sabar – yang pasti sesudah kesulitan (menderita sakit) pasti akan datang kenyamanan dan kemudahan.  Keberhasilan terbaik datang setelah kesulitan besar dapat dihadapi dengan sabar. Namun kesabaran bukan berarti diam tak bergerak saat menghadapi penyakit atau tertimpa musibah. Tapi sabar adalah aktif bergerak mencari kebaikan saat penyakit menghinggapi dan musibah datang. Tak pernah menyerah dan berusaha lari, tapi menghadapi penyakit dan cobaan yang ada dengan sabar.

Tetaplah sabar dan tegar meski yang lain berguguran. Tetaplah tersenyum meskipun perjuangan ini terasa pahit dan berliku. Waspadai langkah-langkah putus asa. Hari ini PSBB, tetapi besok new normal, virus corona akan berlalu. Rahasia dari kesabaran sendiri adalah melakukan sesuatu dalam ketidakpastian namun penuh dengan harapan. Meski kadang sabar itu pahit toh adakalanya yang pahit itu justru yang bisa menyembuhkan luka atau penyakit.

Ada waktu yang tepat diberikan Dia untuk kita. Namun untuk sampai ke sana perlu bersabar sebentar karena sikon baru sudah dan sedang menunggu kita yaitu new normal. Apa itu new normal? Banyak juga yang menafsirkannya dengan aneka rupa penafsiran! Namun seorang kawan yang ahli hokum berkata new normal adalah 1. adalah kebijakan membuka kembali aktivitas ekonomi, sosial dan kegiatan publik secara terbatas dengan menggunakan standar kesehatan yg sebelumnya tidak ada sebelum pandemic (virus corona), 2. new normal adalah upaya menyelamatkan hidup warga dan menjaga agar negara tetap bisa berdaya menjalankan fungsinya. 3. New Normal adalah tahapan baru setelah kebijakan stay at home atau work from home atau pembatasan sosial diberlakukan untuk mencegah penyebaran masif wabah virus corona. New Normal utamanya agar warga yang memerlukan aktivitas luar rumah dapat bekerja dengan menggunakan standar kesehatan yang ditetapkan. Jadi bukan sekedar bebas bergerombol atau keluyuran.

4. New Normal diberlakukan karena tidak mungkin warga terus menerus bersembunyi di dalam rumah tanpa kepastian hidup dengan mencari sesuap nasi. Tidak mungkin seluruh aktivitas ekonomi berhenti tanpa kepastian yang menyebabkan kebangkrutan total, PHK massal dan kekacauan social, 5. new normal ditujukan agar negara tetap mampu menjalankan fungsi-fungsinya sesuai konstitusi. Harap diingat bahwa pemasukan negara berasal dari pajak dan penerimaan negara lainnya. Jika aktivitas ekonomi terus berhenti total maka negara tidak punya pemasukan, akibatnya negara juga tidak bisa mengurus rakyatnya.

6. new normal diberlakukan dengan kesadaran penuh bahwa wabah masih ada disekitar kita. Untuk itu aktivitas ekonomi/publik diperbolehkan dengan syarat menggunakan protokol kesehatan yang telah ditetapkan, 7. jika new norma tidak dilakukan maka dampak sosial ekonominya tidak akan bisa tertahankan. Kebangkrutan korporasi selamjutnya ekonomi akan membawa efek domino kebangkrutan negara!

8. Jika tidak setuju dengan new normal, silakan tetap tinggal di rumah. Sebab banyak orang tetap harus keluar rumah untuk bisa menghidupi keluarganya. Tidak semua orang bisa bertahan selama berbulan-bulan apalagi bertahun-tahun dan tetap bisa menghidupi keluarganya. 9. Untuk memastikan new normal bisa berjalan baik maka pemerintah harus melakukan upaya yang sistematis, terkordinasi dan konsisten dalam melakukan pengawasan publik dan law enforcement. Di dalamnya juga termasuk memperbesar kapasitas sektor kesehatan kita untuk mengantisipasi lonjakan penderita Covid-19.

10. Pemerintah pusat dan daerah bersinergi untuk memastikan pemeriksaan kesehatan yang masif, tersedianya sarana perawatan dan peralatan medis, melindungi mereka yang paling rentan melalui penyiapan pengamanan sosial yang tepat sasaran dan perlindungan kesehatan.

Selanjutnya akankah kita melaksanakan “duits” dikolaborasikan dengan new normal? Sebaiknya demikian, berpartisipasilah mendukung negara dan bangsa ini hadapi pademi corona dengan ber-“duits” sekaligus ber-new normal. Sebab, hanya dengan begitulah virus corona atau Convid-19 dapat ditaklukkan, dikalahkan sebelum akhirnya bisa dimusnahkan. ***

* Wilmar Pasaribu -  wartawan senior Suarakarya.id*

Editor : Gungde Ariwangsa SH