logo

Antar Desa Nyaris Bentrok Gara-gara Corona

 Antar Desa Nyaris Bentrok Gara-gara Corona

Istimewa
29 Mei 2020 17:17 WIB
Penulis : Andira

SuaraKarya.id - GRESIK: Beragam upaya untuk menekan penyebaran Virus Corona (Covid-19) yang dilakukan warga desa, kembali memicu konflik antar warga. Kali ini giliran warga sejumlah desa di Kecamatan Manyar dan Bungah Kabupaten Gresik, yang nyaris bentrok gara-gara penutupan akses jalan.

Menurut Koordinator warga Desa Karangrejo Kecamatan Manyar, Karim, insiden yang terjadi pada Kamis (28/5/2020) itu dilatarbelakangi kemarahan warganya karena tidak boleh berjualan di pasar desa tetangga, hanya karena ada salah satu warganya dinyatakan positif covid-19. “Kami merasa diperlakukan tidak adil oleh desa-desa sekitar. Kami siap aksi balasan dengan menutup seluruh akses yang berada di desa kami,” ujarnya.

Polemik itu sendiri dipicu oleh terbitnya surat Kepala Desa Sembayat, Kecamatan Manyar yang melarang warga Desa Karangrejo berjualan di pasar Desa Sembayat.

Ribuan warga Desa Karangrejo Kecamatan Manyar itu akhirnya nekat menutup akses jalan desa yang menghubungkan Kecamatan Manyar dengan tiga desa di Pulau Mengare Kecamatan Bungah. Mereka memblokir jalan utama itu menggunakan bambu, sejak pukul 10.00 WIB.

Imbasnya, warga tiga desa di Kecamatan Bungah, seperti Desa Kramat, Desa Tanjungwidoro dan Desa Watuagung, menjadi terisolir. Mereka yang sedang ada keperluan di luar desa dan tak bisa melintas, harus bersitegang dengan warga yang siaga.

Situasi semakin memanas ketika kedua belah pihak, saling mendatangkan massanya masing-masing. Beruntung, aparat keamanan dan forum pimpinan kecamatan (Forpimka) Manyar, bertindak sigap dengan memediasi kedua belah pihak hingga tak sampai terjadi bentrok fisik.

Dalam mediasi itu, Kepala Desa Karangrejo, Fatkhul Alim menyebut, warganya dikucilkan oleh beberapa desa lain gara-gara ada yang positif Corona. Bahkan ada beberapa desa yang menutup akses masuk bagi warganya.

Pihaknya menyebut, ulah desa-desa tetangga itu sangat berlebihan, karena belakangan ada desa yang melarang warganya bahkan dilarang berjualan di pasar desa yang lain. "Saya minta agar Pemkab Gresik memanggil para kepala desa, agar kasus ini bisa diselesaikan," ujarnya.

Pada bagian lain, Kepala Desa Sembayat, Saudil yang mengeluarkan surat untuk warga Karangrejo agar tidak berjualan di desanya, menilai warga tetangganya itu salah paham. "Kami hanya menghimbau, bukan melarang," ujarnya. Menurutnya, himbauan itu untuk tidak berjualan itu hanya untuk beberapa hari ke depan saja dam tidak berlaku selamanya.

Sementara Camat Manyar, Moh Nadlelah berharap, pemerintah desa tidak lagi menerbitkan kebijakan yang membawa dampak perekonomian kepada masyarakat. "Solusinya satu, kebijakan itu  dicabut,” ujarnya sambil meminta akses jalan dibuka kembali seperti biasa.***

Editor : Gungde Ariwangsa SH