logo

Kerja Kemanusiaan Dan Kepolosan Seorang M. Nuh

Kerja Kemanusiaan Dan Kepolosan Seorang M. Nuh

24 Mei 2020 19:21 WIB

SuaraKarya.id -  

Oleh: Irwan Hidayat

Konser Amal secara virtual bertajuk: Berbagi Kasih Bersama Bimbo "Bersatu Melawan Corona" pada Minggu (17/5/2020) yang ditayangkan di beberapa jaringan televisi nasional, yakni NET TV, TVRI dan Metro TV, yang dihelat Generasi Lintas Budaya bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Majelis permusyawaratan Rakyat (MPR RI) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sudah berlangsung dengan baik dan lancar.

Selain penampilan Bimbo, Ketua MPR dan sejumlah artis nasional, konser virtual tersebut juga menampilkan lelang sepeda motor listrik yang ditandatangani Presiden Joko Widodo.

Kabarnya, konser amal ini berhasil mendapatkan donasi lebih dari Rp4 Miliar hanya dalam itungan jam termasuk hasil lelang motor listrik Presiden Jokowi tersebut. Tanda tangan yang dibubuhkan di motor listrik itu juga merupakan bukti bahwa Presiden Jokowi mendukung penuh kegiatan konser virtual agar berjalan sukses sekaligus bisa membantu rakyat yang terdampak pandemi virus korona.

Konser amal adalah kerja kemanusiaan yang bertujuan membantu sesama. Menyelenggarakan kerja kemanusiaan juga tidak mudah, apalagi dikerjakan dimasa pandemi Covid-19 yang perlu effort besar daripada keadaan normal. Konser amal grup musik asal Bandung yang berdiri sekitar tahun 1967 dan legendaris dengan personel 4 bersaudara (Sam Bimbo, Acil Bimbo, dan Jaka Bimbo dan Iin Parlina) ini bukanlah yang pertama kali diselenggarakan di masa pandemi ini.

Sebelumnya sudah ada Konser Didi Kempot yang digelar oleh Kompas TV, yang lebih dulu mampu menggalang donasi hingga Rp7 Miliar lebih. Sebuah angka yang cukup fantastis yang berhasil digalang civil society dalam waktu singkat.

Wajar jika orang kemudian membandingkannya, suatu hal yang tentu sudah dipertimbangkan oleh panitia. Tapi, menurut penulis, kerja kemanusiaan bukanlah suatu kompetisi, dalam hal seberapa besar jumlah donasi yang diperoleh.

Kerja kemanusiaan, menurut hemat penulis, adalah upaya melaksanakan kewajiban untuk peduli dan berbagi kepada sesama. Yang menjadi ukuran keberhasilan adalah niat baik dan keikhlasan hati untuk berbagi.

Oleh karena itu, membandingkan sebuah konser amal untuk kemanusiaan yang satu dengan yang lain tidaklah relevan. Bagi penulis, setiap kerja kemanusiaan layak disyukuri, diapresiasi, dan dihormati.

Lelang sepeda motor listrik Presiden Joko Widodo dalam Konser Amal Bimbo, menurut penulis juga bagian sebuah upaya yang baik karena melibatkan banyak pihak, termasuk pengusaha dan masyarakat untuk ikut serta berpartisipasi dan bergotong royong membantu sesama anak bangsa yang juga kesusahan menjadi legacy para leluhur serta menjadi jati diri Bangsa Indonesia.

Bahwa ketika pemenang lelang adalah seorang bernama M. Nuh, sebagai penawar tertinggi ternyata tidak memiliki uang, menurut penulis sejatinya juga sebuah berkah.

Kenapa begitu? Sebab, ketika M. Nuh diperiksa polisi, ternyata ia jujur menyangka proses lelang tersebut adalah satu cara bagaimana memenangkan hadiah. Nuh yang seorang buruh harian asal Sungai Asam, Kecamatan Pasar Jambi, Kota Jambi, Provinsi Jambi, adalah potret warga masyarakat yang polos, apa adanya, natural, genuine, tidak basa-basi apalagi bertendensi.

Dia hanya tahunya ikut menelepon dan berharap dapat hadiah. Layaknya mengikuti kuis yang sering digelar televisi nasional selama ini.

Penulis sungguh mengapresiasi kerja profesional polisi yang memeriksa M. Nuh dengan pendekatan hati nurani dan kemudian melepaskannya dengan tidak ada alasan hukum untuk memproses perbuatan melawan hukum. Penyidik Polri tidak menemukan indikasi kesengajaan dan niat jahat dari M. Nuh.

Lelang sepeda motor listrik yang diwarnai peristiwa yang menimpa M. Nuh itu memang bisa dengan mudah dianggap sebagai sebuah aib atau preseden buruk dan lain sebagainya. Bahkan ada juga yang "nyinyir" awalnya sebagai pencitraan penguasa lalu menuduh bahwa sebagai drama Turki yang sudah diskenariokan sejak awal.

Tapi, bagi perspektif penulis, M. Nuh adalah salah satu bentuk campur tangan Tuhan dalam kerja kemanusiaan. Berkat kehadiran orang kecil seperti M. Nuh ini, lelang sepeda motor listrik milik orang nomor satu di Republik ini malah berhasil mencapai harga Rp2,55 Miliar.

Justru tanpa kehadiran M.Nuh, lelang tersebut bisa jadi tidak akan ramai--bahkan penulis yang berkesempatan ikut hadir untuk menawar pada malam itu, tidak kebagian saluran telepon. Ini kan sebuah hal yang tidak direkayasa dan murni karena penulis ikut sebagai saksi namun tidak beruntung bisa masuk line telepon yang ditungguin beberapa pesohor tersebut. Justru saluran telepon itu memilih Nuh bukan Irwan.

Kita juga patut bersyukur karena sepeda motor listrik tersebut dimenangkan penawar tertinggi kedua, yaitu keluarga pengusaha media, Hary Tanoesoedibyo dan karena M. Nuh masuk sebagai warga terdampak Covid-19 maka dia mendapat bantuan sosial dari pemerintah.

Setiap kerja kemanusiaan, sejauh pengalaman penulis, selayaknya harus disyukuri, diapresiasi dan dihormati.

Sama seperti tafsir ayat suci Al Quran tentang rezeki dan silaturahmi yang penulis baca :

Dan apakah mereka tidak melihat bahwa Allah melapangkan rezeki bagi yang dikehendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya sebagai bentuk ujian baginya, apakah ia akan bersyukur atau kufur? Dan Dia menyempitkan rezeki bagi yang dikehendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya sebagai bentuk cobaan baginya apakah ia akan bersabar atau murka?

Referensi: https://tafsirweb.com/38706-ayat-tentang-silaturahmi.html

Maka hari yang baik hari ini 1 Syawal 1441 Hijriah menjadi Fitri bagi umat Islam untuk mensyukurinya dan berbahagia bersama di rumah saja. 

“Selamat Hari Raya Idul Fitri. Mohon maaf lahir batin"

*Irwan Hidayat - Influencer dan Sociopreneur

Editor : Gungde Ariwangsa SH