logo

Jelang Lebaran, Guru Honorer Terdampak Covid-19 Gembira Mendapat Bansos

Jelang Lebaran,  Guru Honorer Terdampak Covid-19 Gembira Mendapat Bansos

Dirjen Dayasos Edi Suharto (kiri) menyerahkan bansos sembako Presiden, pada guru honorer.(foto,ist)
23 Mei 2020 15:46 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Kementerian Sosial (Kemensos) terus berempaty menjangkau berbagai elemen masyarakat memberi bantuan di masa Pandemi Covid-19. Kali ini, sebanyak 1.505 paket bantuan sosial (bansos) sembako, diserahkan untuk guru honorer di DKI Jakarta.

Bansos yang disalurkan melalui Kemensos tersebut diserahkan langsung Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial (Dirjen Dayasos) Edi Suharto dan TKSK Jatinegara Siti Jauhariah, di Jatinegara, Jakarta Timur, Sabtu (23/5/2020).

Bantuan tersebut merupakan bansos sembako Presiden, diberikan kepada warga yang sama sekali belum menerima bansos baik dari pemerintah pusat maupun daerah. Bantuan disampaikan di tiga wilayah, yakni Jakarta Barat, Jakarta Selatan, serta Jakarta Timur.

"Bantuan paket sembako dari Presiden ini diharapkan dapat bermanfaat kepada para penerima khususnya para guru honorer yang terdampak Covid-19," tutur Dirjen Dayasos.

Dia berharap menjelang hari raya Idul Fitri, para penerima baneos dapat merasakan manfaat bantuan dari presiden. Sehingga, bisa merayakannya Idul Fitri dengan suka cita.

Sejumlah guru honorer PAUD Cindrawasih daerah Kebon Nanas Utara Rt 10 Rw 04, Jakarta Timur yang didatangi langsung oleh Dirjen Dayasos menyatakan, bantuan yang mereka terima sangat bermafaat sekali. Dikemukakan, sejak adanya pandemik Covid-19, mereka telah lama tidak mengajar dan tidak mendapatkan penghasilan sebagai guru honorer.

Seperti Indah Fuji (54) yang telah hampir 13 Tahun mengajar sebagai Guru PAUD menyampaikan, kalau selama ini para guru honorer di PAUD Cindrawasih mendapatkan gaji sebesar Rp100.000 per bulan. Gaji itu berasal dari SPP murid-murid PAUD, yang dibayarkan orang tua murid pada pihak PAUD sebesar Rp30.000 per bulan.

“Sejak Covid-19 merebak, kami tidak lagi mengajar di kelas, terhitung awal Maret hingga saat ini. Kegiatan belajar-mengajar ditiadakan dan pembayaran SPP juga ditiadakan. Tapi, karena memiliki rasa tanggung jawab pada murid-murid, kami para guru tetap berkomunikasi terkait pelajaran dengan murid melalui orang tua murid di grup whatsapp. Walau ada beberapa orang tua murid yang tidak memiliki handphone," papar Indah.

Kebahagiaan tampak terlihat jelas di wajah para guru honorer saat menerima bansos sembako Presiden tersebut. Bansos sembako ini sungguh sangat membantu para guru honorer yang beberapa bulan ini mengalami kesulitan. Karena, tidak dapat mengajar seperti biasanya yang berimbas pada pengasilan mereka sebagai guru honorer.