logo

Warren, Pengusaha Berusia 19 Tahun Akhirnya Jadi Pemenang Lelang Motor Presiden Jokowi Dengan Harga Rp2,550 Miliar

Warren, Pengusaha Berusia 19 Tahun Akhirnya Jadi Pemenang Lelang Motor  Presiden Jokowi  Dengan Harga Rp2,550 Miliar

23 Mei 2020 00:05 WIB
Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id - JAKARTA:  Warren Tanoesoedibjo akhirnya diumumkan sebagai pemenang lelang motor listrik milik Presiden Joko Widodo harga Rp2,550 miliar. Pengusaha yang baru berusia 19 tahun ini "membuat lega" panitia lelang setelah sebelumnya memutuskan nama M Nuh sebagai pemenang. M Nuh yang semula disebutkan seorang pengusaha di Jambi, ternyata belangan diketahui hanya seorang buruh harian.

Penetapan Warren sebagai pemenang lelang itu diumumkan Ketua Panitia Pelaksana konser amal virtual bertajuk "Berbagi Kasih Bersama Bimbo", Olivia Zalianty di Jakarta, Jumat (22/5/2020). Konser tersebut diselenggarakan atas kerjasama MPR RI, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), dan Badan Penanggulangan Bencana (BNPB).

Nama Warren mungkin masih terdengar asing dalam kegiatan perekonomian nasional. Namun jika melihat nama dibelakangnya, yakni Tanoesoedibjo, orang bisa maklum kalau Warren mampu membeli sepeda motor itu dengan harga fantastis. Warren adalah Putra bungsu Hary Tanoesoedibjo dan Liliana Tanoesoedibjo. Hary adalah pengusaha nasional yang dikenal sebagai pemilik dari MNC Group.

Olivia Zalianty pun mantap menyebutkan nama Warren sebagai pemenang lelang. "Kami langsung memperkenalkan pemenang resmi lelang motor Gesits buatan anak bangsa, motor listrik pertama di Indonesia, langsung saja kita persilakan Warren Tanoesoedibjo," kata Olivia dalam konferensi pers di Graha BNPB Indonesia, di Jakarta, Jumat (22/5/2020).

Olivia mengatakan, acara konser amal virtual bertajuk "Berbagi Kasih Bersama Bimbo" pada Minggu (17/5) tidak ada rekayasa karena didasari niat baik seluruh masyarakat Indonesia yang ingin menyumbang dan berpartisipasi untuk mengikuti lelang juga diperbolehkan.

Menurut dia, nilai motor listrik tersebut melambung tinggi dan saat itu ditetapkan pemenangnya adalah M. Nuh lalu keesokan harinya panitia acara memverifikasi untuk menelpon pemenang.

"Hari esoknya setelah acara konser amal, kami memverifikasi, menelpon pemenang ternyata telponnya tidak bisa aktif. Dan menurut arahan Ketua Juru Lelang Roesan Roeslani sebagai Ketua Kadin menyarankan saya untuk mendata siapa saja pemenang kedua, ketiga tertinggi setelah M. Nuh," ujarnya.

            Untuk Koleksi Pribadi

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengatakan pengusaha muda Warren Tanoesoedibjo bersedia meningkatkan tawaran harga untuk motor listrik milik Presiden Joko Widodo senilai Rp2,550 sehingga ditetapkan sebagai pemenang lelang dalam konser amal virtual bertajuk "Berbagi Kasih Bersama Bimbo".

"Akhirnya setelah panitia menghubungi beberapa nama, jatuhlah kepada Warren yang bersedia meningkatkan penawarannya sama dengan M. Nuh (sebesar Rp2,550 miliar)," kata Bamsoet saat konferensi pers di Graha BNPB Indonesia, di Jakarta, Jumat.

Dia menjelaskan dalam acara lelang konser amal yang berlangsung pada Minggu (17/5) ada beberapa nama yang menawar harga tertinggi untuk motor listrik bertandatangan Presiden Jokowi tersebut yaitu M. Nuh asal Jambi Rp2,550 miliar, Gabriele Mowengkang seorang pengusaha Manado (Rp2,5 miliar), Maruara Sirait (Rp2,4 miliar), Warren Tanoesoedibjo Rp2,1 miliar, dan Ishak asal Bogor (Rp1,8 miliar).

Menurut dia, setelah M. Nuh yang mengaku pengusaha asal Jambi itu menyatakan mundur, ada beberapa pengusaha yang berani menawar motor listrik tersebut di atas harga Rp2,550 miliar.

"Namun, kita tetap konsisten mengutamakan peserta lelang di bawahnya saat acara lelang kemarin," ujarnya dikutip Antara.

Bamsoet mengatakan, banyak peminat motor listrik merk Gesits milik Presiden Jokowi tersebut karena ingin memiliki sebuah motor dengan tanda tangan presiden yang akan menjadi kenangan dan koleksi pribadi seumur hidupnya.

Selain itu, dia mengakui pihaknya kena gurauan atau prank yang dilakukan M. Nuh yang mengaku seorang pengusaha tambang asal Jambi lalu diamankan pihak Polda Jambi.

Menurut dia, ada juga penyebar hoaks terhadap acara Konser Virtual Berbagi Kasih Bersama Bimbo yang dilakukan "emak-emak" dan di tangkap Polda Kalimantan Tengah.

"Kepada keduanya, kami telah memohon kepada Polda Jambi dan Polda Kalteng untuk dilepas. Kenapa? Karena kami sendiri merasa tidak ada masalah, tidak ada yang dirugikan," ujarnya.

Dia menilai tanpa M. Nuh yang nge-prank, tidak mungkin harga motor listrik milik Presiden Jokowi itu harganya bisa mencapai Rp2,5 miliar lebih. 

Terkait itu, Kapolda Jambi Irjen Firman Shantyabudi mengatakan M Nuh (46), pemenang acara lelang sepeda motor listrik yang ditandatangani Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) senilai Rp2,5 miliar untuk acara menyumbang dana bagi korban Covid-19, sudah diperiksa dan dimintai keterangannya di Mapolsek Pasar, Kota Jambi.

"Pemenang lelang motor listrik dengan harga Rp2,5 miliar sudah kami periksa," kata Irjen Firman melalui pesan WhatsApp kepada sejumlah wartawan, di Jambi, Kamis (21/5/2020).

Menurut Kapolda, M Nuh pemenang lelang motor listrik adalah warga Kampung Manggis, Kecamatan Pasar, Kota Jambi itu hanya dilakukan wawancara di Polsek Pasar, Kota Jambi dan tidak ada penangkapan maupun penahanan kepada yang bersangkutan.

Firman menambahkan, setelah dilakukan wawancara, ternyata yang bersangkutan tidak paham acara tersebut pelelangan.

"Ya memang yang bersangkutan tidak paham acara yang diikuti adalah lelang, dan yang bersangkutan mengira bakal dapat hadiah bukannya penyumbang," kata Kapolda Jambi.

          Tabungan

Sementara itu Warren Tanoesoedibjo mengutarakan bahwa membantu bangsa, para petugas medis di lapangan dan masyarakat kekurangan yang membutuhkan adalah motivasinya menyumbangkan tabungannya dengan mengikuti lelang tersebut.

"Saya merasa Indonesia betul-betul membutuhkan dukungan. Jadi, melalui donasi ini saya ingin membantu bangsa," kata Warren.

Putra bungsu Hary Tanoesoedibjo dan Liliana Tanoesoedibjo ini mengaku cukup sedih mendengar pemenang pertama tidak dapat memenuhi pembayaran lelang.

Di sisi lain, ia juga senang karena akhirnya dapat memenangkan lelang tersebut. Dia merasa bersyukur dapat berbuat, memberikan sumbangsihnya kepada bangsa.

"I'm just grateful that I won, because I feel like that I made a huge contribution to our country," ungkap pria yang akan genap berusia 19 tahun pada 21 Juli 2020 ini dikutip Okezone. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto