logo

Dirjen Rehsos: Balai Agar Optimalkan Anggaran Respon Dampak Pandemi Covid-19

 Dirjen Rehsos: Balai Agar Optimalkan Anggaran Respon Dampak Pandemi Covid-19

Dirjen Rehsos Harry Hikmat (baju putih) menyerahkan bansos didampingi Kepala Balai Rehsos Mulya Jaya Wena Sitepu (kanan). (foto,ones)
22 Mei 2020 19:56 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Saat ini, peran balai di seluruh Indonesia sedang giat turut serta memberi bantuan sosial (bansos). Untuk memenuhi kebutuhan dasar, khususnya bantuan spesifik. Ada 41 unit balai yang dikelola Kementerian Sosial (Kemensos) di Tanah Air.

Hal itu, dikemukakan Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial (Dirjen Rehsos) Harry Hikmat, usai acara launching penyaluran bansos, di Balai Rehabilitasi Sosial Watunas Mulya Jaya, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Jumat (22/5/2020).

Kemensos melalui Ditjen Rehsos menyalurkan bansos sembako bagi eks Penerima Manfaat dan warga terdampak pandemi Covid-19. "Ini hasil refocusing, karena kita sudah memprediksi pandemi Covid-19, akan panjang hingga Oktober nanti," ujarnya.

Dijabarkannya, saat ini kondisi penyebaran Covid-19 tengah menanjak, yang semula diprediksi April sampai pada puncaknya menjadi Mei. "Bahkan, ada kemungkinan hingga Oktober," ujarnya.

Dikatakannya, pada November-Desember kalaupun recovery tinggal monitoring evaluasi. Refocusing, kata Dirjen, dimaksudkan juga agar anggaran yang semula tidak terserap dialihkan untuk penanganan Pandemi Covid-19.

"Saat ini, seluruh balai berhasil melakukan refocusing. Dan, menurut laporan sampai saat ini lebih dari 27.000 paket bansos telah disalurkan dari 36.000 paket," tutur dia.

Pada kesempatan itu, Dirjen Rehsos mengingatkan, agar balai juga perlu memperhatikan warga di sekitar lingkungan balai. Dikatakannya, sesuai arahan Mensos Juliari P Batubara untuk terus melakukan respon dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Untuk itu, lanjutnya, balai harus optimalkan anggaran guna merespon dampak Covid-19. Kegiatan ini, ujarnya, sekaligus menunjukkan Ditjen Rehsos komitmen dalam merespon Covid-19.

Terkait Balai Rehabilitasi Watunas Mulya Jaya, Dirjen Rehsos menyatakan, balai ini sekarang tengah memfokuskan pelayanan pada kaum perempuan.  Di Balai Rehabilitasi Sosial Watunas Mulya Jaya ini Para Penerima Manfaat (PM) memperoleh sejumlah terapi. Yakni terapi Fisik, terapi Mental Spiritual, terapi Psikososial, serta terapi penghidupan seperti salon, menjahit, membatik, handycraft, serta kuliner, sehingga bisa alih profesi.

"Jadi ada harapan baru setelah Covid-19 berlalu," kata Dirjen Rehsos. Dia menyebutkan, selama Pandemi Covid-19, Balai Rehsos Watunas Mulya Jaya telah memberikan layanan, pada 108 pekerja migran asal Malaysia, berupa karantina mandiri, dan sudah dipulangkan ke daerah asal.

Balai memberikan bansos sembako bagi masyarakat sekitar lingkungan balai sebanyak 50 paket. Balai juga lakukan layanan Temporary Shelter bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) Terlantar dan Korban PHK di daerah Jabodetabek.

Editor : Markon Piliang