logo

Covid-19: Masyarakat Diajak Berdansa Hadapi Virus Corona

Covid-19: Masyarakat Diajak Berdansa Hadapi Virus Corona

20 Mei 2020 23:50 WIB
Penulis : Gungde Ariwangsa SH

SuaraKarya.id - JAKARTA: Beragam sambutan atas pernyataan Presiden Joko Widodo untuk berdamai dengan virus corona. Ada yang pro dan ada pula yang kontra. Bahkan kini ada yang mengajak masyarakat untuk berdansa dengan virus ganas dan mematikan yang pertama kali muncul di Wuhan, China itu.

Ajakan berdansa itu dilontarkan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. Dia  mengajak masyarakat untuk 'berdansa' dengan virus corona setelah pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berakhir. Ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo yang meminta masyarakat mulai bisa hidup berdampingan dengan virus corona.

Hal tersebut diungkap Riza dalam sebuah siaran langsung di akun Instagram @rmbooks.id, Rabu (20/5/2020). Dalam kesempatan itu, Riza mengatakan, ajakan 'berdansa' itu karena wabah virus corona belum akan berakhir dalam waktu dekat.

"Jadi nanti kita harus berdamai dengan virus corona, berdansa. Karena corona itu vaksin dan obatnya belum ditemukan," ujar Riza.

Oleh karena itu, Riza mengatakan, masyarakat harus mempersiapkan diri untuk menyiasati hidup baru dengan menjalani protokol kesehatan secara ketat agar tetap bisa kembali beraktivitas.
Lihat juga: DPRD Sebut Jutaan Warga DKI Berpotensi Miskin Akibat Corona
Menurutnya, wabah virus corona ini akan sangat berdampak pada cara hidup masyarakat di kemudian hari atau tatanan hidup baru yang disebut new normal. Namun begitu, ia meyakini, tatanan hidup baru ini akan mudah diikuti setelah menghadapi wabah virus corona.

"Kita juga harus terbiasa dengan bekerja secara video conference, mudah-mudahan tidak mengurangi substansi, dan kualitas kerja ibadah," ucapnya seperti dilansir CNN Indonesia.

Kendati demikian, Riza menekankan fase menjalani tatanan kehidupan baru ini tidak akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Politikus Partai Gerindra itu tetap menegaskan, selama PSBB di Jakarta berlaku, masyarakat harus tetap menaati aturan-aturan yang ada.

Seperti diketahui, Jakarta sudah menerapkan PSBB sebanyak tiga tahap. Tahap pertama dilangsungkan pada 10 hingga 23 April 2020. Kemudian, PSBB diperpanjang di tahap kedua pada 24 April hingga 21 Mei besok, dan akan kembali diperpanjang mulai 22 Mei hingga 4 Juni mendatang.

Riza menegaskan, pada pemberlakuan PSBB tahap ketiga nanti pihaknya akan semakin mengetatkan aturan-aturan yang tercantum dalam Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan PSBB dan Pergub 44/2020 tentang Pengenaan Sanksi Pelanggar PSBB.

"Masyarakat harus disiplin, taat. Bukan malah pelonggaran, tapi pengetatan. Sehingga, kita bisa mengakhiri PSBB dan bisa hidup dengan normal baru, living harmony with virus corona," katanya.

Dia melanjutkan, jika PSBB tahap ketiga ini dinilai sudah cukup efektif menurunkan angka penyebaran covid, Pemprov DKI pun akan siap kembali membuka aktivitas. Menurut dia, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga tengah menyiapkan konsep babak baru kehidupan di tengah corona.

"Kita akan masuk babak baru, babak normalisasi. Ekonomi kita siapkan, Pak Menko (Menko Ekonomi Airlangga Hartarto) juga sudah siapkan konsepnya, semua kementerian terkait sudah siapkan konsep kehidupan baru, kebangkitan ekonomi," ucap Riza.

"Pak Gubernur juga sudah siapkan segala hal agar bisa memasuki hidup baru dan konsep baru," tuturnya. ***

Editor : Gungde Ariwangsa SH