logo

Jadi Rujukan Lini Kedua, UNS Alokasikan Anggaran Rp8,3 M Untuk RS UNS

Jadi Rujukan Lini Kedua, UNS Alokasikan Anggaran Rp8,3 M Untuk RS UNS

Rektor UNS Prof Jamal Wiwoho meninjau fasilitas ruangan untuk penanganan COVID-19 di RS UNS Solo
19 April 2020 22:31 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Rumah Sakit (RS) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo resmi menjadi RS rujukan lini kedua COVID-19 di Jawa Tengah. Hal tersebut berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Tengah No. 445/46 tahun 2020 tentang RS Rujukan Penanggungan Penyakit Infeksi Emerging Tertentu Lini Kedua di Jawa Tengah.

"UNS mengalokasikan anggaran sebesar Rp8,3 milliar untuk penanganan COVID-19 di RS UNS," jelas Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, SH., M.Hum, kepada wartawan di sela peresmian RS UNS sebagai RS rujukan lini kedua di Jawa Tengah, Minggu (19/4/2020).

Menurut Jamal, dalam rangka penanganan COVID-19, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan  Republik Indonesia mengalokasikan dana sebesar Rp210 milliar yang dialokasikan untuk RS pendidikan dan Fakultas Kedokteran di Indonesia. Untuk RS UNS UNS, memperoleh alokasi angggaran sebesar Rp19,5 milliar.

"Dalam rangka menghadapi pandemi COVID-19 maka RS UNS juga melakukan penambahan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk menangani pasien COVID-19. Hal ini sesuai dengan Permenpan dan RB/3571/M/SM/0100/2020 tertanggal 26 Maret 2020, dalam rangka percepatan pemenuhan tenaga kesehatan BLU dalam rangka menghadapi pandemi COVID-19," jelasnya lagi.

Untuk menangani kasus virus COVID-19, saat ini RS UNS telah membuat ruang khusus untuk pasien di lantai lima.

"Jika nanti lantai lima dirasa masih kurang, maka lantai enam bisa digunakan," ujarnya.

Direktur RS UNS, Prof. Dr. dr. Hartono, M.Si., menambahkan pihak RS UNS melakukan berbagai persiapan setelah ditunjuk sebagai RS rujukan lini kedua. Semula,  RS UNS hanya memiliki enam ruang isolasi. Dimana empat di antaranya dengan tekanan standar, dan dua dengan tekanan negatif.

Empat ruang bertekanan standar tersebut sudah digunakan untuk penanganan berbagai pasien selama ini. Sedangkan dua ruang isolasi tekanan negatif digunakan untuk pasien COVID-19.

"Mulai Senin (20/4/2020) besok, sesuai tugas dari Gubernur, RS UNS membuka ruang baru dengan jumlah 10 ruang bertekanan negatif dan dua ruang isolasi intensif. 10 ruang bertekanan negatif tersebut dapat ditempati maksimal sampai 42 pasien," jelas dr Hartono.

Ruangan yang disiapkan tersebut dibagi untuk ruangan PDP (pasien dalam pengawasan) dan ruang untuk yang kategori kasus terkonfirmasi. Untuk standar pelayanan tetap diperhatiman sesuai dengam pedoman dari Kementerian Kesehatan.

"Terkait SDM di RS UNS terdapat Tim Medis COVID-19 sebanyak 23 orang dari berbagai bidang spesialisasi di bawah pimpinan Prof. Dr. Reviono, dr. SpP-Konsultan," katanya

Selain itu untuk Tim Laboratorium COVID-19 juga terdiri dari dokter spesialis di bidang laboratorium dan ahli biologi molekuler. Sedangkan pelayanan pasien COVID-19, ditangani Satgas COVID dari berbagai profesi dan tugas sebanyak 120 orang.

"Semoga usaha ini menambah kemampuan RS UNS membantu masyarakat dan pemerintah bersama-sama menghadapi pandemi COVID-19," katanya lagi.

Selain ditunjuk sebagai RS rujukan kedua, sebelumnya sesuai SK Menkes No. 216 tahun 2020, RS UNS juga telah ditunjuk sebagai Laboratorium Pemeriksa COVID-19. Laboratorium tersebut sudah beroperasi sejak 13 April 2020. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto