logo

Penerima Kartu Prakerja Dipilih Secara Acak, Begini Cara Cek Pengumumannya

Penerima Kartu Prakerja Dipilih Secara Acak, Begini Cara Cek Pengumumannya

Penerima 200.000 Kartu Pra-Kerja gelombang pertama diumumkan sejak Jumat hingga Senin (20/4/2020).
18 April 2020 14:23 WIB
Penulis : Gungde Ariwangsa SH

SuaraKarya.id - JAKARTA: Pemerintah menyeleksi para penerima kartu prakerja secara acak melalui sistem berdasarkan data kementrian atau lembaga (K/L). Seleksi untuk 200.000 penerima kartu prakerja itu sudah dilakukan sejak Jumat (17/4/2020) hingga Senin (20/4/2020). Begini cara untuk mengetahui pengumuman lolos atau tidaknya. 

Direktur Komunikasi Manajemen Pelaksana Prakerja Panji Winanteya Ruky menjelaskan, 
pengumuman hasil seleksi kartu Prakerja sudah bisa dilihat sejak Jumat (17/4/2020) via website dan SMS. Pengumuman lolos atau tidak dilakukan secara bertahap hingga Senin (20/4/2020).

Cara untuk mengecek apakah peserta lolos seleksi kartu Prakerja atau tidak bisa dilihat melalui dashboard akun. "Bisa dicek di dashboard akun di situs prakerja. Masih berproses bertahap sampai dengan Senin (20/4/2020) pagi," ujar Panji Winanteya Ruky, dikutip dari Kompas.

Adapun cara lengkapnya yakni sebagai berikut.
1. Masuk ke laman www.prakerja.go.id
2. Lanjutkan dengan login menggunakan akun pendaftaran
3. Pilih menu dashboard lalu lihat pengumumannya
4. Jika belum mendapatkan pengumuman hasil seleksi tunggulah beberapa saat lalu buka kembali dashboard seperti langkah sebelumnya.
5. Anda juga akan mendapatkan pengumuman melalui SMS.
6. Pengumuman hasil seleksi kartu Pra Kerja ini dilakukan bertahap hingga Senin (20/4/2020).

Lalu bagaimana jika nantinya  diumumkan gagal?

Tidak perlu khawatir, karena masih bisa mendaftar kembali di gelombang selanjutnya, gelombang II. Bagi yang lolos verifikasi tahap ketiga tapi tak lolos sebagai anggota tak perlu registrasi ulang jika hendak mengikuti seleksi Kartu Prakerja gelombang selanjutnya.

Bagi 1.878.026 yang belum ikut di dalam batch pertama ini, ini nanti tidak perlu mendaftar ulang. Nanti akan diberikan email untuk di-link di computer  atau di smartphone  untuk diklik mau ikut ke gelombang kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya. 

Sekedar informasi, dalam tahap pertama ini sebanyak 5.965.048 orang sudah mendaftar program Kartu Prakerja. Namun hanya 2.078.026 orang yang menyelesaikan pendaftaran. Dari total pendaftar itu nantinya hanya diambil 200.000 orang yang lolos menjadi anggota kartu Pra Kerja gelombang pertama. 

Kemudian, apa saja fasilitas yang diperlohe pemilik kartu Pra Kerja?  Bagi yang lolos, pemerintah menjanjikan akan memberikan bantuan biaya pelatihan Kartu Prakerja. Namun perlu diketahui, bantuan tersebut tidak diberikan secara tunai. Peserta akan mendapatkan sekali saja. Tapi itu bisa digunakan untuk ikut beberapa pelatihan.

Adapun dana bantuan tersebut sebesar Rp 3.550.000 yang diberikan secara bertahap selama empat bulan. Dana tersebut terdiri dari bantuan untuk mendaftar kelas pelatihan online, serta insentif pasca pelatihan.

Dikutip dari keterangan resmi Kartu Prakerja 2020, pagu untuk mengikuti pelatihan Kartu Prakerja ditetapkan sebesar Rp 1.000.000 dari total uang yang diterima peserta sebesar Rp 3.550.000. Sisanya merupakan insentif bulanan untuk pemilik kartu Pra Kerja.

Insentif akan ditransfer ke rekening bank atau e-wallet LinkAja, Ovo atau GoPay milik peserta. Insentif ini terdiri dari dua bagian yakni insentif pascapenuntasan pelatihan pertama sebesar Rp 600.000 per bulan selama 4 bulan (Rp 2.400.000). Lalu insentif pascapengisian survei evaluasi sebesar Rp 50.000 per survei untuk 3 kali survei (Rp 150.000).

Adapun pemilik kartu Pra Kerja harus segera mendaftar pelatihan kerja di platform mitra pemerintah.
Platform yang bekerjasama antara lain: Kemnaker, BukaLapak, Tokopedia, Pintaria, Pijar, Skill Academy, SekolahMu, dan MauBelajarApa.

NIK Yang Terverifikasi

Menurut Panji Winanteya Ruky, proses penyeleksian penerima prakerja diutamakan bagi pekerja dan pelaku usaha yang sudah teradata dalam basis data pemerintah yang dikumpulkan oleh K/L. Sejak pendaftaran prakerja gelombang pertama ditutup, atau tepatnya Kamis 16 April 2020 pukul 16.00 WIB, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat sebanyak 5,9 juta pendaftar yang melakukan registrasi. Kemudian sebanyak 3,2 juta NIK peserta yang terverfikasi.

Panji merinci, dari 3,2 juta NIK peserta yang terverifikasi, nama-nama itu kemudian dicocokan dengan data yang ada di Dukcapil, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial. Verifikasi tersebut dilakukan untuk memastikan peserta sedang tidak menempuh pendidikan sekolah atau kuliah, dan belum pernah menerima bantuan sosial (bansos).

Dari 3,2 juta NIK, pemerintah kemudian mengantongi 2,06 juta nama yang masuk dalam kriteria di gelombang pendaftaran atau Join Batch Pertama. Dari 2,06 juta nama ini lah, yang kemudian diacak oleh pemerintah untuk bisa memenuhi slot 200 ribu nama di gelombang pertama.

"Tentunya mekanisme yang paling adil adalah dengan pengacakan. Namun, kami sudah menerima usulan dari K/L yang telah melakukan pendataan pekerja dan pelaku usaha kecil mikro [UKM] yang terdampak oleh pandemi," kata Panji kepada CNBC Indonesia.

Kendati demikian, Panji tidak merinci bagaimana mekanisme dan penilaian proses pendataan K/L kepada pekerja dan pelaku UKM tersebut. Yang jelas, data-data itu diambil dari berbagai lintas K/L.

"Jadi K/L, seperti Kemnaker, Kemenpar, Kemperin, dan sebagainya, itu mendata oleh mekanisme masing-masing. Kemudian kami mendapatkan usulan tersebut, dan mencatat di data based kami," ucap Panji. ***