logo

Covid-19: Impor Buah Disetop, Momentum Buah Lokal Rajai Pasar

Covid-19: Impor Buah Disetop, Momentum Buah Lokal Rajai Pasar

Buah lemon dan jeruk lokal tak kalah dari buah impor.
09 April 2020 19:47 WIB
Penulis : Laksito Adi Darmono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Pandemi Covid-19 yang merebak ke seluruh penjuru dunia termasuk Indonesia telah membuat aktivitas perdagangan turut tertekan. Namun Mentan Sahrul Yasin Limpo tetap optimis bahwa komoditas pertanian Indonesia bisa tetap stabil.

Sejak diumumkan pertama kali adanya kasus infeksi Covid-19 pada awal Maret 2020, komoditas hortikultura khususnya permintaan sayur dan buah segar mengalami peningkatan.

Di sisi lain, penjualan produk buah impor  seperti jeruk, lengkeng, apel dan pir justru mengalami penurunan akibat terganggunya distribusi yang berdampak pada lonjakan harga di dalam negeri. 

Direktur Buah dan Florikultura Kementerian Pertanian, Liferdi Lukman, menyebutkan, berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai toko buah di Jakarta, penjualan buah impor menurun drastis, khususnya buah asal China. 

"Omset penjualan buah impor seperti jeruk santang dan jeruk sunkis mengalami penurunan hingga 45-60 persen. Tentu saja ini menjadi peluang bagi buah lokal untuk mengisi pasar," katanya lewat rilis, Kamis (9/4/2020).

Berdasarkan data BPS, impor buah-buahan pada Februari 2020 sebanyak 14,5 ribu ton, turun 45 persen dibandingkan impor bulan sebelumnya. Kalau dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2019, impor buah turun hingga 54 persen.

“Buah-buahan lokal musiman seperti manggis, duku, alpukat, buah naga, jeruk saat ini sedang panen. Bahkan buah-buahan semusim seperti pisang, jambu biji, papaya, salak, semangka dan melon terus berbuah sepanjang tahun,” ungkap pria asal Minang ini.

Saat ini buah-buahan yang mengalami lonjakan permintaan di antaranya jambu biji, jeruk lemon dan alpukat.

Buah-buahan tersebut dikenal kaya serat, vitamin C, E, dan antioksidan, bagus untuk daya tahan tubuh sehingga mampu menangkal virus Corona.

Jambu biji merah banyak menyebar di daerah Bogor, Sukabumi, Majalengka, Cirebon, Kuningan. Sedangkan jeruk lemon banyak diproduksi oleh petani dari Kabupaten Bandung, Bandung Barat dan daerah lainnya di Jawa Timur.

Liferdi menjelaskan, bahwa ditengah pandemi Covid-19, pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk memastikan ketersediaan buah-buahan lokal.

Saat ini permintaan buah lokal melalui daring mengalami peningkatan signifikan. “Pasar online ini tidak semua punya akses langsung ke petani, oleh karena itu, kami akan siapkan sistem informasi peta ketersediannya,” tandasnya.

Disebutkan, sejak tahun 2006 Kementerian Pertanian telah fokus melakukan pengembangan buah-buahan unggulan di Indonesia. Kegiatannya meliputi pengembangan kawasan, pendampingan penerapan budidaya sesuai dengan kaidah GAP/SOP, fasilitasi sarana pascapanen hingga pengolahan. ***