logo

Covid-19 Dunia: PM Inggris Sudah Bisa Duduk, Trump Sebut Dia Orang Kuat

Covid-19 Dunia: PM Inggris Sudah Bisa Duduk, Trump Sebut Dia Orang Kuat

09 April 2020 00:56 WIB
Penulis : Gungde Ariwangsa SH

SuaraKarya.id - LONDON: Kondisi Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, yang menjalani perawatan intensif sejak Senin (6/4/2020) malam,  sudah membaik dan bisa duduk serta berkomunikasi secara positif dengan tim medis. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyambut perkembangan itu dengan menyebut Johnson sebagai orang kuat.

Perkembangan ini disampaikan oleh Menteri Keuangan, Rishi Sunak, saat menyampaikan keterangan pers harian soal penanganan wabah virus corona (Covid-19), di London, Rabu (8/4/2020) sore.

Seperti dilansir bbc.com edisi Indonesia, PM Johnson dibawa ke St Thomas' Hospital di London pada Minggu (5/4/2020), 10 hari setelah dinyatakan positif terinfeksi virus corona dan dipindahkan ke ruang perawatan intensif pada Senin petang.

Pada Rabu, tercatat 938 warga Inggris meninggal dunia akibat virus corona, membuat total kematian akibat virus ini menjadi 7.097, menurut data resmi yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan.

Pada hari Selasa (7/4/2020) PM Johnson tetap bersemangat. Juru bicaranya mengatakan kondisinya stabil, diberi oksigen namun bukan melalui ventilator.

Pihak Istana Buckingham mengatakan bahwa Ratu Elizabeth telah mendapat informasi dan akan terus menerima penjelasan tentang kondisi PM Johnson.

Menteri Luar Negeri, Dominic Raab, yang untuk sementara menjalan tugas-tugas Johnson, dalam pernyataan di televisi mengatakan PM Johnson mendapatkan perawatan terbaik di St Thomas' Hospital.

Menteri Keuangan Rishi Sunak mengatakan ia mendoakan untuk PM Johnson dan tunangannya yang sedang hamil, Carrie Symonds.

Pemimpin partai oposisi, Partai Buruh, Sir Keir Starmer, menggambarkan sebagai berita yang sangat menyedihkan. Ia mengatakan seluruh Inggris mendoakan kesembuhan perdana menteri.

Sementara itu Presiden Amerika Serikat Donald Trump ketika Johnson dibawa ke rumah sakit, mengatakan dirinya mengirimkan harapan baik bangsa   untuk Boris Johnson saat dia memerangi virus. "Semua rakyat AS berdoa untuknya. Dia adalah teman baik saya, pria baik dan pemimpin hebat," kata Trump, seraya menambahkan dia yakin bahwa sang perdana menteri dalam kondisi baik-baik saja, karena dia adalah orang yang kuat.

Boris Johnson telah bekerja dari rumah sejak diumumkan bahwa dia positif terinfeksi virus corona pada 27 Maret lalu. Johnson terakhir terlihat di depan umum pada Kamis malam (26/3/2020), saat memuji para petugas Badan Kesehatan Nasional Inggris, NHS (National Health Service), dan saat memimpin rapat membahas virus melalui teleconference, pada Jumat pagi.

 Demikian pula pada hari yang sama, perdana menteri mengunggah video di akun Twitternya, dengan mengatakan bahwa dia masih menunjukkan gejala ringan.

"Jadi sesuai kebijakan pemerintah, saya harus melanjutkan isolasi diri saya sampai gejala itu sendiri hilang," katanya. "Tapi kami terus bekerja sepanjang waktu untuk mengalahkan virus." ***