logo

Saat Pandemi Corona, Indonesia Ekspor APD Ke Korsel ? Iya, Ini Penjelasannya

Saat Pandemi Corona, Indonesia Ekspor APD Ke Korsel ? Iya, Ini Penjelasannya

Foto: Antara
09 April 2020 00:40 WIB
Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id - JAKARTA: Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo,  memastikan bahwa dokumen ekspor alat pelindung diri (APD) ke Korea Selatan, sudah sesuai dengan aturan ekspor yang berlaku.

Pernyataan ini mengklarifikasi tudingan adanya ekspor APD ke Negeri Ginseng itu menggunakan dokumen yang dipalsukan.

"Berkenaan dengan tuduhan pemalsuan kode HS, saya sampaikan bahwa dapat dipastikan bahwa ekspor yang dilakukan telah sesuai dengan ketentuan termasuk penggunaan HS yang sesuai dengan fisik barang yang diekspor," kata Doni saat dihubungi Antara di Jakarta, Rabu (8/4/2020).

Menurut dia, saat ini Kementerian Luar Negeri, Kementerian Keuangan dan Kementerian Perdagangan tengah merancang Surat Keputusan Bersama (SKB) Mendag dan Menkeu tentang pengaturan kerja sama pembuatan APD dengan Korea Selatan agar pelaksanaannya lebih akuntabel dan transparan.

"Kemlu, Kemkeu dan Kemdag sedang finalisasi SKB Mendag dan Menkeu tentang pengaturan kerja sama APD dengan Korea Selatan agar lebih sustainable, akuntabel dan transparan," katanya.

Doni mengatakan, Indonesia dan Korea Selatan telah menyepakati perjanjian kerja sama terkait ekspor APD.

Dalam perjanjian tersebut, Korea Selatan berkomitmen memasok bahan baku APD ke Indonesia dan beberapa perusahaan Indonesia bertugas menjahit bahan tersebut sehingga menjadi APD.

Setelah produk APD tersebut jadi, maka setengah dari jumlah seluruh APD yang dihasilkan akan diekspor ke Korea Selatan dan sisanya untuk kebutuhan di dalam negeri.

"Produk APD yang dibuat di Indonesia selanjutnya akan dibagi 50:50 untuk Indonesia dan Korsel," katanya.

Doni menjelaskan bahwa berdasarkan data Ditjen Bea dan Cukai hingga 6 April 2020, sudah 415.900 set APD yang diekspor ke Korea Selatan dan sebanyak 626.000 set APD digunakan untuk kebutuhan di dalam negeri.

Dari kesepakatan kedua belah pihak, Indonesia pun berkomitmen untuk mengekspor total 1.145.000 set APD ke Korea Selatan.

Kerja sama ini, menurut dia, menguntungkan bagi Indonesia karena industri dalam negeri menjadi lebih mudah untuk mendapatkan bahan baku APD.

Doni menambahkan, pihak Korea Selatan sampai saat ini tetap memenuhi komitmennya untuk memasok bahan baku APD ke Indonesia.

        Teman Sejati

Sementara itu Pemerintah Indonesia menerima bantuan kemanusiaan dari Korea Selatan dalam usaha untuk membantu menanggulangi pandemi virus corona atau Covid-19 yang makin mewabah di Indonesia.

Bantuan berupa 300 unit sprayer dari Negeri Ginseng diserahkan Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Kim Chang Beom yang diterima secara simbolis oleh Harmensyah, Sekretaris Umum Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai lembaga koordinator Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Indonesia.

"Atas nama pemerintah Indonesia dan gugus tugas dan seluruh masyarakat Indonesia, kami ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas bantuan dan kerjasama yang baik antara Indonesia dan Korea Selatan. Semoga bantuan ini bermanfaat dalam usaha kami memerangi Covid-19. Dan akan segera kami distribusikan pada masyarakat yang membutuhkan," kata Harmensyah di Gedung BNPB, Jakarta, Rabu.

Lebih lanjut, Harmensyah menyebut  Pemerintah Indonesia masih membuka peluang untuk menerima bantuan berupa alat pelindung diri (APD) hingga ventilator untuk ke depannya.

"Bantuan ini juga sangat membantu pemerintah Indonesia dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 ini," ucap dia.

Di lokasi yang sama, Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Kim Chang Beom mengatakan pemerintah Korsel sangat senang memberi bantuan kemanusiaan pada pemerintah Indonesia, sebagai simbol kemitraan strategis.

"Karena Indonesia dan Korea adalah teman sejati dan sehati," ucap Kim.

Sebagai teman sejati, Beom mengatakan Korea dan Indonesia akan selalu dekat dan ada di berdampingan di saat suka maupun duka.

"Sementara teman sehati adalah niatan yang tulus dalam membantu. Meski saat ini diserahkan 300 unit untuk membantu pemerintah Indonesia memerangi Covid-19, tapi ini datang dari niatan kami terdalam yang kami yakini manfaatnya lebih dari itu," ucapnya.

Pemerintah Korsel sendiri, dikatakan Kim, berkomitmen secara total untuk mengalokasikan berbagai bentuk bantuan dengan nilai total 500 ribu dolar AS.

Ke depannya, ditambahkan dia, kiriman dari Korea Selatan akan berupa bantuan alat tes Polymerase Chain Reaction (PCR) yang dapat digunakan untuk pekerja medis dan kesehatan Indonesia di garis depan.

"Kami yakin masyarakat Indonesia dan semua pekerja medis yang berjuang di garis depan akan mampu berjuang bersama menanggulangi tantangan global saat ini lebih cepat, termasuk lewat berbagai kemitraan strategis," ucap Kim menambahkan, dikutip Antara.

Diketahui, hingga saat ini berdasar data yang diumumkan secara nasional, kasus Covid-19 yang terkonfirmasi positif di Indonesia ada 2.738 kasus, dengan 204 pasien sembuh dan 221 orang meninggal dunia. ***