logo

Terserang Covid-19: Kondisi PM Inggris Mengejutkan Semua Orang

Terserang Covid-19: Kondisi PM Inggris Mengejutkan Semua Orang

Menteri Luar Negeri Dominic Raab memberi keterangan pers soal kondisi PM Inggris yang dirawat karena Covid-19
07 April 2020 23:49 WIB
Penulis : Gungde Ariwangsa SH

SuaraKarya.id - LONDON: Kondisi Perdana Menteri Inggris Boris Johnson yang tengah menjalani perawatan di rumah sakit setelah positif terpapar virus corona (Covid-19) mengejutkan semua orang. Demikian dikemukakan oleh Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab saat memberikan keterangan pers soal perkembangan kondisi Johnson di No 10 Downing Street, Selasa (7/4/2020).

Raab mengatakan PM menerima perawatan oksigen standar dan bernapas tanpa alat bantu.  Johnson menerima perawatan terbaik dari tim medis yang sangat baik dan tetap stabil dalam semalam.

Raab juga mengatakan Johnson tetap dalam semangat yang baik dan kemajuannya terus dipantau dengan cermat. Dia mengemukakan, pesan dukungan untuk Johnson terus mengalir dan semua orang berharap perdana menteri pulih dengan cepat.

"Ini mengejutkan bagi kita semua. Dia bukan hanya perdana menteri, bukan hanya bos kita, tetapi juga seorang kolega dan juga teman kita,” kata Raad yang ditunjuk Johnson untuk melaksanakan tugas PM. “Kabinet tidak akan berkedip atau mundur dari tugas yang dihadapi".

Dia membenarkan jumlah total kematian di Inggris kini telah mencapai 6.159. Pemerintah membayar santunan kepada mereka yang telah meninggal.

Johnson dirawat di Rumah Sakit St Thomas di London dengan gejala kuat Covid-19 pada hari Minggu dan dipindahkan ke perawatan intensif pada hari Senin pukul 19:00 waktu Inggris setelah gejalanya memburuk.

Istana Buckingham mengatakan, Ratu telah mengirim pesan kepada keluarga Johnson dan rekannya, Carrie Symonds, mengatakan bahwa dia memikirkan mereka, dan berharap PM pemulihan penuh dan cepat.

Itu terjadi ketika menteri Kantor Kabinet Michael Gove menjadi politisi terbaru yang ingin menyendiri. Gove mengatakan dia tidak memiliki gejala tetapi seorang anggota keluarga mengalaminya. Dia terus bekerja di rumah. ***