logo

Kemnaker Berdayakan Ribuan Pekerja Ter-PHK Lakukan Penyemprotan

Kemnaker Berdayakan Ribuan Pekerja Ter-PHK Lakukan Penyemprotan

Pekerja ter-PHK siap melakukan penyemprotan.(foto,ist)
07 April 2020 21:17 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memberdayakan ribuan pekerja korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), dalam program padat karya menghadapi pandemi Covid-19. Salah satunya yakni melibatkan pekerja yang ter-PHK tersebut untuk melakukan penyemprotan desinfektan ke sejumlah perusahaan.

"Pekerja korban PHK terdampak Covid-19, kami libatkan untuk penyemprotan desinfektan sebagai bentuk pemberdayakan bagi mereka," jelas Plt Dirjen Binwasnaker & Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Kemnaker Iswandi Hari, saat memimpin penyemprotan desinfektan di Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Cilincing, Jakarta, Selasa (7/4/2020).

Dirjen mengungkapkan, dalam kurun dua bulan ini, Kemnaker telah mendata untuk melibatkan para korban PHK dan yang terdampak Covid-19 menjadi pasukan penyemprot desinfektan. Lokasi yang disasar untuk penyemprotan di 20 titik di kawasan industri.

"Dalam program padat karya ini, kami beri insentif Rp 300 000 per orang yang menyemprot desinfektan" ujarnya. Penyemprotan pertama dilakukan secara simbolis oleh Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah di Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Cakung, Jakarta Timur, Kamis (26/3/2020).

Penyemprotan kedua, yang dipimpin Plt Dirjen Binwasnaker & K3 berlokasi di Pulo Gadung, Jakarta Timur, Kamis, (2/4/2020). Setiap penyemprotan selalu didampingi oleh tenaga profesional dengan APD sesuai standar.

Dia menjelaskan pemerintah terus melakukan modifikasi program padat karya dalam menghadapi pademi Covid-19. Saat ini, salah satu program padat kerja diarahkan kepada para perkerja korban PHK dan para pekerja terdampak Covid-19 dengan melakukan penyemprotan desinfektan di area perusahaan di kawasan industri.

"Modifikasi program padat karya ini disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi masyarakat setempat atau yang dikenal dengan istilah pengembangan padat karya berbasis sumberdaya lokal," tuturnya.

Dirjen berharap dengan melibatkan pakerja korban PHK maupun pekerja terdampak Covid-19, para pekerja memperoleh tambahan penghasilan dari insentif yang diberikan dalam program padat karya. Kegiatan penyemprotan desinfektan di tengah pandemi Covid-19 ini, sebagai salah satu bentuk motivasi untuk memberdayakan teman-teman korban PHK dan terdampak Covid-19.

"Padat karya dengan melibatkan pekerja ter-PHK yang didampingi tenaga profesional, diharapkan banyak diikuti oleh banyak pihak khususnya dunia usaha (industri)," tuturnya.

Editor : Gungde Ariwangsa SH