logo

Covid-19: Ayo Pakai Masker

Covid-19: Ayo Pakai Masker

07 April 2020 03:33 WIB

SuaraKarya.id -  

Oleh: Gungde Ariwangsa SH

Ayo pakai masker. Tidak pandang bulu, yang sakit atau yang tidak sakit. Seharusnya ditambah juga pejabat atau rakyat, kaya atau miskin. Bila keluar rumah, semua wajib memakai masker  untuk mengurangi penyebaran wabah virus corona (Covid-19) yang makin mengganas di Indonesia.  

Untuk mencegah makin menyebarnya virus mematikan yang berasal dari Wuhan, China itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan masker untuk semua. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto, Minggu (5/4/2020), menegaskan, penting bagi seluruh masyarakat untuk menggunakan masker karena ketika berada di luar rumah akan ada banyak sekali ancaman penularan virus.

Masyarakat umum dapat menggunakan masker berbahan dasar kain. Sedangkan tenaga kesehatan wajib mengenakan masker bedah atau masker N95. Masker bedah digunakan untuk tenaga medis atau masyarakat yang sedang sakit. Masker N95 diperuntukkan bagi tenaga medis yang menangani pasien Covid-19 dengan tingkat infeksi tinggi.

Anjuran pemerintah tersebut berbeda dengan kondisi sebelumnya saat Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto pada awal Maret 2020 tak merekomendasikan orang sehat pakai masker. Saat itu, Terawan menyebutkan bahwa sebagaimana standar World Health Organization (WHO), masker hanya diperuntukkan bagi yang sakit. Sedangkan yang sehat tidak perlu mengenakan masker.

Meskipun merupakan perkembangan baru namun seruan masker untuk semua itu mendapat sambutan kompak oleh pejabat di pusat maupun daerah. Mulai dari Presiden Joko Widodo, kemudian Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hingga ke para bupati dan walikota. Berbeda dengan kondisi untuk menentukan lockdown atau karantina wilayah lalu. Kala itu terjadi perebutan wewenang antara pemerintah pusat atau daerah. Walau pun  fakta menunjukkan keinginan melakukan lockdown itu merupakan keinginan rakyat.

Menyambut gerakan masker untuk semua itu, Jokowi ingin setiap warga yang harus keluar rumah untuk wajib pakai masker. Untuk itu, dia meminta seluruh jajarannya memastikan stok masker tersedia. Bahkan, Jokowi ingin agar pemerintah turut membagikan masker kepada warga.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya telah mengeluarkan seruan. Dia meminta seluruh warga selalu menggunakan masker saat berada di luar rumah. Permintaan tersebut tertuang dalam Seruan Gubernur DKI Jakarta Nomor 9 Tahun 2020, tentang penggunaan masker untuk mencegah penularan Corona virus disease (COVID-19). Pengurus RT/RW juga diminta untuk selalu mengingatkan warganya agar mengenakan masker ketika berada di luar rumah.

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi meminta masyarakat agar menggunakan masker demi mencegah penyebaran Covid-19. Dia meminta warga tak membuat pusing pemerintah. Edy juga meminta masyarakat tetap berada di rumah.

Para bupati dan walikota juga rame-rame menggerakan ayo pakai masker ini.  Pemerintah Kota (Pemkot) Padang mewajibkan penggunaan masker bagi setiap warga yang keluar rumah. Pelanggar aturan akan didenda dengan dua buah masker.

Bupati Sukabumi, Marwan Hamami menyebar ratusan ribu masker untuk masyarakat dan puskesmas di wilayahnya berikut sosialisasi di tiap tempat ibadah soal kepatuhan penggunaan masker tersebut. Wali Kota Bandung Oded M Danial imbau warga Kota Bandung gunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Bupati Banyumas Achmad Husein menerbitkan Surat Keputusan (SK) wajib penggunaan masker saat berada di daerah Kabupaten Banyumas untuk mencegah virus Corona. Abai dengan aturan itu, siapapun akan dikenai denda. Melalui SK tersebut dibentuk tim pemantau yang akan selalu berpatroli dan menindak warga yang ketahuan tidak menggunakan masker.

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito juga menekankan bahwa masker menjadi perlindungan utama dalam mencegah penularan virus corona. Pasalnya, virus menyebar melalui droplet atau percikan air ludah dari orang yang sakit ke orang sehat. Penggunaan masker dapat menangkal perpindahan droplet tersebut.

Wiku mengatakan, di samping masker, yang juga dapat menjadi pelindung utama penularan Covid-19 adalah rutin mencuci tangan. Droplet orang yang terinfeksi virus bukan tidak mungkin tertinggal pada benda mati, dan secara tidak sengaja tersentuh oleh orang sehat. Jika tak mencuci tangan, droplet tersebut sangat mudah berpindah ke tangan, mulut, atau mata.

Pemakaian masker begitu penting untuk menahan penyebaran Covid-19. Kekompakan pemerintah pusat dan daerah mendukung ayo pakai masker ini menjadi modal kuat untuk menyatukan langkah lainnya dalam membendung Covid-19. Tidak perlu lagi ada tarik menarik kewenangan karena menyelamatkan nyawa rakyat harus lebih diutamakan. ***

  • Gungde Ariwangsa SH – wartawan suarakarya.id, pemegang Kartu UKW Utama

 

Editor : Gungde Ariwangsa SH