logo

Jelang Pemilihan Ketua MA, Pengamat Ingatkan Sekretaris MA Untuk Netral

Jelang Pemilihan Ketua MA, Pengamat Ingatkan Sekretaris MA Untuk Netral

05 April 2020 14:46 WIB
Penulis : Syamsudin Walad

SuaraKarya.id - JAKARTA: Pengamat hukum yang juga advokat senior Dr. H. Fahmi H. Bachmid SH MH meminta Sekretaris Mahkamah Agung dan jajaran pejabat eselon satu di MA, selaku panitia teknis pemilihan, untuk bersikap netral dalam penyelenggaran proses pemilihan Ketua MA ke-14 yang digelar Senin, 6 April 2020, dalam sidang paripurna MA. 

“Jangan sampai ada preseden, panitia pelaksana pemilihan berpihak kepada salah satu kandidat. Ini tidak baik untuk soliditas keluarga besar MA ke depan. Apalagi lembaga ini sebagai salah satu lembaga yang masih terpercaya di mata masyarakat. Sebab, yang mulia para hakim agung dipandang memiliki kredibilitas dan moral yang tinggi,” paparnya dihubungi melalui telepon, Minggu (5/4/2020). 

Ditambahkan Fahmi, praktek-praktek tidak netral dalam proses pemilihan ketua yang pernah terjadi di ormas maupun parpol jangan sampai diusung ke MA. Karena pasti akan merusak marwah lembaga. “Jangan sampai pakai kode atau tanda yang diberi di kartu suara dan modus-modus lainnya. Rusak nanti MA kalau begitu,” tukasnya. 

Untuk itu Fahmi berharap, sebelum proses pemilihan dilakukan, harus dilakukan pengecekan dan pengocokan kertas suara. Sehingga benar-benar menjamin proses yang jurdil dan dipastikan azas keadilan terpenuhi. “Hakim agung itu di mata saya adalah sosok penjaga keadilan terakhir. Sehingga harus diproteksi dari permainan kotor,” tandasnya.

Disinggung mengenai nama-nama kandidat yang muncul, doktor yang menulis disertasi mengenai sistem pemilihan hakim agung itu tidak terlalu mempersoalkan siapa yang akan terpilih. Dirinya hanya berharap yang terpilih adalah sosok yang senior di MA, baik dari sisi usia maupun pengalaman. 

“Yang masih junior sebaiknya tidak maju dulu, beri kesempatan kepada para senior. Dan yang lebih penting lagi, saya berharap ketua MA terpilih nanti sosok yang sudah malang melintang, dan minimal pernah menjadi ketua pengadilan negeri serta memiliki kemampuan komunikasi yang baik,”pungkas advokat asal Surabaya ini.

Seperti diketahui sejumlah nama hakim agung senior disebut masuk dalam bursa kandidat. Beberapa nama di antaranya adalah Syarifudin (66 tahun), Andi Samsan (67 tahun), Sunarto (61 tahun). Namun hingga hari Minggu ini, belum ada satupun kandidat yang menyatakan secara terbuka akan maju.