logo

Menanti Sikap Tegas Kapori Terkait Dengan Pembangkangan Maklumat

Menanti Sikap Tegas Kapori Terkait Dengan Pembangkangan Maklumat

Direktur Eksekutif Progres Indonesia (PI) Idrus Mony.
03 April 2020 19:06 WIB
Penulis : Muhajir

SuaraKarya.id - JAKARTA: Masyarakat dunia dihebohkan dengan penyakit yang diakibatkan oleh adannya pandemi wabah viirus corona. Separuh dari penduduk dunia terpapar akibat wabah pendemi itu. Semua strategi di lakukan dari tiap negara dengan satu alasan melindungi warga negaranya dengan melakukan aktivitas kerja dari rumah (work from home, stay from home) dari semua jajaran pemerintah dan lembaga.

Hal ini tidak luput dari sikap Polri melalui pimpinan tertingginya dengan menerbitkan maklumat dalam rangka melakukan pengawasan kepada seluruh aktivitas masyarakat dengan menerapkan sanksi yang tegas berupa penerapan sanksi pidana.

“Alih-alih maklumat ini dihormati oleh bawahannya, kemarin kita memperoleh informasi bahwa justru anak buahnya, yakni Kapolsek Kembangan Kompol Fahrul Sudiana melakukan pembangkangan terhadap maklumat pimpinannya sendiri dengan menggelar resepsi pernikahan di Hotel Mewah di kawasan Senayan,” ujar Direktur Eksekutif Progress Indonesia (PI) Idrus Mony, sepeerti dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi, Jumat (3/4/2020).

Anehnya, kata Idrus, proses resepsi ini dihadiri oleh beberapa petinggi Polri yaitu orang yang merupakan ujung tombak nomor dua di jajaran kepolisian negara  yaitu Komjen Gatot EdyY, yang tidak lain seorang Wakapolri.

Sanksi tegas sudah diambil sebagai langkah positif  Kapolri dalam melihat sensitifitas masyarakat akan kritikan perhelatan acara tersebut dengan melakukan pencopotan kepada Kapolsek Kembangan Kompol Fahrul Sudiana, yang melakukan acara resepsi pernikahan tersebut.

“Pertanyaannya kemudian apakah sampai disitu langkah Kapolri melakukan pencopotan terhadap anak buahnya yang seorang Kaposek? Padahal kita tahu bahwa acara tersebut juga dihadiri oleh petiggi Polri lainnya,” imbuh Idrus.

Jika merujuk kepada ultimatum Kapolri, lanjut, maka siapapun yang hadir dalam acara resepsi tersebut bisa dikatagorikan sebagai suatu tindakan pembangkangan terhadap instruksi pimpinannya. Sehingga patut kiranya untuk dilakukan  penerapan sanksi yang sama sebagai bagian yang tidak terpisahkan (Aquality before the law)

“Sikap ini harus diambil sebagai upaya untuk menghindari persepsi publik terhadap adanya sikap pandang bulu yang diterapkan,” tegas Idrus.

Idrus menambahkan, di sisi lain, sikap sikap yang ditunjukan oleh para bawahan Kapolri menunjukkan adanya sikap yang dapat dikategorikan sebagai sikap tidak profesional (Unprofesional Conduct ) yang ditunjukan oleh para jajaran di bawahnya.

Apalagi ditengah mewabahnya virus corona ini kepala negara dalam beberapa kesempatan selalu mengkampanyekan social distance dan phisical distance.

Apa yang dipertontonkan oleh Wakapolri dengan turut hadir dalam acara tersebut dengan alasan apapun tidak dibenarkan.  Dan sangat disayangkan sehingga patut untuk diberikan sanksi yang tegas juga. Tinggal publik menunggu ketegasan sikap dari punggawa Polri,” harap Idrus. (**)

 

 

 

 

 

 

Editor : Gungde Ariwangsa SH