logo

Perdagangan Dan Pariwisata RI-Kamboja Melaju

Perdagangan Dan Pariwisata RI-Kamboja Melaju

Dubes Sudirman Haseng bersama Menteri Pariwisata Kamboja (dua dari kanan) dalam Press Conference on Preparation for Launching Direct Flight Jakarta-Phnom Penh-Jakarta oleh Citilink Indonesia
27 Maret 2020 08:31 WIB
Penulis : Gungde Ariwangsa SH

SuaraKarya.id - PHNOM PENH: Meskipun menghadapi berbagai tantangan global, pada tahun 2019, pencapaian perdagangan dan pariwisata Indonesia-Kamboja mengalami peningkatan berarti.

KBRI Phnom Penh dalam rilisnya kepada suarakarya.id, Jumat (27/3/2020), melaporkan,
tahun lalu, total perdagangan RI-Kamboja mencapai US$ 661,11 juta atau meningkat 18,35% dari tahun sebelumnya dengan surplus Indonesia sebesar US$ 575, 92 juta. Sedangkan kunjungan wisatawan Kamboja ke Indonesia melaju pesat sebesar 57% menjadi 13.843 orang.

Pada Januari 2020 ini, perdagangan Indonesia-Kamboja kembali menunjukkan laju peningkatan 30,43 persen menjadi US$63,73 juta. Adapun komoditas unggulan Indonesia ke Kamboja antara lain kendaraan bermotor dan komponennya, elektronik, batubara dan produk farmasi. Sedangkan komoditi Kamboja ke Indonesia antara lain pakaian jadi dan alas kaki.

Wisatawan Kamboja ke Indonesia pada bulan Januari tahun ini kembali memperlihatkan laju peningkatan 67,5 persen menjadi 1.136 orang.

Tahun 2019 lalu, kunjungan wisatawan mancanegara ke Kamboja mencatat kenaikan lebih dari 6% menjadi 6,6 juta wisatawan. Adapun wisatawan Indonesia ke Kamboja tahun lalu meningkat 19,8% menjadi 66.800 orang. Pariwisata merupakan andalan perekonomian Kamboja selain industri manufaktur dan jasa.

Laju peningkatan perdagangan dan pariwisata Indonesia-Kamboja tersebut merupakan  kontribusi dan partisipasi pengusaha dan pemangku kepentingan terkait di  berbagai kegiatan program business matching, pameran dagang tahunan Indonesia Trade and Tourism Promotion (ITTP),  Trade Expo Indonesia (TEI) dan Cambodia Export and Import (CIE), business trip pengusaha Kamboja ke Indonesia, serta pelaksanaan kegiatan promosi, termasuk partisipasi dalam kegiatan water festival dan sea festival tahunan Kamboja. Bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga terus dilakukan promosi, termasuk table top/sales mission, familiarization trip jurnalis, media  influencer dan biro/agen perjalanan. Laju peningkatan kunjungan wisatawan kedua negara tidak terlepas juga dari adanya penerbangan langsung pesawat Citilink Jakarta-Phnom Penh-Jakarta, yang dimulai sejak Juni 2019.

Untuk mempertahankan laju peningkatan tersebut, setidaknya menjaga untuk tidak terjadi penurunan yang signifikan akibat merebaknya COVID-19, dalam tahun 2020 ini kegiatan akan disesuaikan dengan memanfaatkan teknologi informasi dan media sosial agar pengusaha dan pemangku kepentingan tetap dapat berkomunikasi secara langsung melalui virtual teknologi, seperti video conference. Menurut Dubes Sudirman Haseng, pemanfaatan digital teknologi informasi dan media sosial merupakan keniscayaan untuk tetap mempertahankan hubungan perdagangan dan ekonomi kedua negara. Disamping itu, pemangku kepentingan, khususnya melalui pengusaha yang tergabung dalam Indonesia-Cambodia Bisnis Council dan Indonesia-Cambodia Alumni Network akan terus didorong untuk berperan dalam upaya peningkatan hubungan kedua negara. Diharapkan juga, segera setelah masalah Covid-19 reda, Citilink dapat kembali mengudara untuk berkontribusi meningkatkan hubungan kedua negara di berbagai bidang. ***