logo

Gayus Lumbuun Sebut Tenaga Medis Korban Virus Corona Layak Dapat Gelar Pahlawan

Gayus Lumbuun Sebut Tenaga Medis Korban Virus Corona Layak Dapat Gelar Pahlawan

Pakar Hukum Pidana Prof. Dr. Gayus Lumbuun (Foto: Muhajir Aji)
27 Maret 2020 07:32 WIB
Penulis : Muhajir

SuaraKarya.id - JAKARTA: Pakar Hukum Pidana Prof. Dr. Gayus Lumbuun menyampaikan rasa hormat dan bangga kepada seluruh tenaga medis Indonesia yang telah berkorban  sepenuh jiwa dan raga dalam menyelamatkan banyak nyawa masyarakat yang terkena virus Corona.

“Tanpa memikirkankan keselamatannya sendiri, perang melawan musuh yang tidak kelihatan, para tenaga dan aktivis medis yang gugur di dalam tugasnya layak mendapatkan penghargaan sebagai Pahlawan Kesehatan dari Negara,” ujar Prof Gayus dalam keterangan tertulisnya yang diterima Suarakarya.id, Jumat (27/3/2020).

Mantan Hakim Agung ini juga mengapresiasi para relawan medias yang telah berkerja siang malam dan bekerja keras memberikan edukasi kepada masyarakat untuk tetap tinggal di rumah guna mencegah tertularnya virus yang tengah mewabah di negeri ini.

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengumumkan 6 dokter meninggal dalam upaya mengobati pasien terinfeksi virus corona atau covid-19.

“IDI berduka cita yang amat dalam atas berpulangnya sejawat-sejawat anggota IDI sebagai korban Pandemi COVID-19,” tulis akun twitter PB IDI, @PBIDI, baru-baru ini.

Dalam pengumuman atas nama Ketua Umum PB ID Daeng M. Faqih itu disebutkan para dokter yang terinfeksi dan meninggal karena virus corona yakni dr Hadio Ali, SpS anggota IDI Jakarta Selatan.

Selanjutnya dr Djoko Judodjoko, B anggota IDI Kota Bogor. Dokter yang juga menjadi korban pandemi corona yakni dr Laurentius P. Sp.Kj, anggota IDI Jakarta Timur, dr. Adi Mirsaputra, Sp.THT anggota IDI Kota Bekasi dan dr. Ucok Martin, Sp.P anggota IDI Medan, dan dr Toni Daniel Silitonga, IDI Bandung Barat.

“Semoga apa-apa yang menjadi perjuangan para sejawat kita diterima oleh Allah SWT,” ulas Daeng Faqih. Sekretaris Jenderal IDI, Adib Khumaidi saat dihubungi belum bisa memastikan semua dokter yang meninggal positif COVID-19. Namun, dia memastikan beberapa di antaranya memang positif.

“Dikonfirmasikan memang dari gejala dan kliniknya memang dia terduga PDP, daripada COVID-19,” kata Adib.

Sementara itu, Direktur Perencanaan Organisasi dan Umum,  Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung M. Kamaruzzaman memastikan terdapat satu pasien yang positif terinfeksi corona telah meninggal dunia. Pasien yang dimaksud merupakan dokter berusia 57 tahun.

"Hari ini juga kami sampaikan ada satu pasien PDP positif usia 57 tahun telah meninggal dunia. Yang bersangkutan adalah seorang dokter yang pernah bekerja di salah satu Rumah Sakit Umum Pemerintah Daerah di Jabar," kata melalui keterangannya, Kamis (26/3/2020).

Dengan demikian, jumlah dokter yang meninggal setelah merawat pasien yang terinfeksi virus Corona berjumlah 7 orang. Setelah sebelumnya hasil rilis yang disampaikan oleh IDI ada 6 anggotanya meninggal dan ditambah satu dokter dari RSHS yang meninggal. (**)

Editor : Dwi Putro Agus Asianto