logo

Kemensos Kaji “Refocussing” Kegiatan Dan Realokasi Anggaran

Kemensos Kaji “Refocussing” Kegiatan Dan Realokasi Anggaran

Irjen Dadang Iskandar.(foto,ist)
26 Maret 2020 11:55 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Dukungan Kementerian Sosial (Kemensos) terhadap upaya pemerintah menangani pandemi virus corona, diwujudkan dalam berbagai bentuk. Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara menyatakan salah satu bentuk dukungan itu adalah reviu (kajian mendalam) terhadap refocussing kegiatan dan realokasi anggaran, sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo.

Inspektur Jenderal (Irjen) Dadang Iskandar, di Jakarta, Kamis (26/3/2020) menyatakan, refocussing kegiatan dan realokasi anggaran Kemensos merupakan bentuk dukungan terhadap upaya keras pemerintah mengatasi pandemi virus corona (Covid-19).

“Saat ini, kami sedang melakukan kajian terhadap dua direktorat jenderal (ditjen). Yakni Ditjen Rehabilitasi Sosial dan Ditjen Perlindungan dan Jaminan Sosial. Namun nantinya reviu juga akan dilakukan terhadap semua satuan kerja (satker) yang lain,” tuturnya.

Refocusing kegiatan dan realokasi anggaran ini diarahkan untuk mendukung kebijakan Presiden dalam penanganan wabah corona (Covid-19). Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah menandatangani Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2020 tentang Refocusing Kegiatan, Realokasi Anggaran, serta Pengadaan Barang dan Jasa dalam rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Inpres ini menginstruksikan kepada para menteri/pimpinan lembaga, gubernur, bupati dan wali kota agar mengutamakan penggunaan anggaran yang ada untuk mendukung percepatan penanganan Covid-19. Dengan mengacu pada protokol penanganan Covid-19 di K/L, pemda dan rencana operasional yang ditetapkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

“Alokasi anggaran nantinya diarahkan untuk berbagai upaya percepatan penanganan Covid-19 seperti pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tim medis, masker, hand sanitizer maupun kebutuhan lain yang memperluas jangkauan program di lingkungan Kementerian Sosial,” terang Dadang.

Dilanjutkannya, kajian mendalam itu bertujuan agar pengalihan anggaran dilaksanakan dengan tidak melanggar rambu-rambu atau peraturan yang berlaku. “Jadi harapannya transparansi dan akuntabilitas pelaksanaannya nanti dapat dipertanggungjawabkan, baik ketepatan sasaran, kemanfaatan, kepantasan, maupun kepatuhan terhadap peraturan,” jelasnya.

Pada dasarnya, realokasi dan refocusing program di Ditjen Perlindungan dan Jaminan Sosial difokuskan kepada pembelian alat penunjang kesehatan (masker dan hand sanitizer) dan vitamin daya untuk masyarakat maupun untuk pegawai Kemensos.

Editor : Markon Piliang