logo

Karangan Bunga Dan Sejumlah Tokoh Terus Berdatangan Di Rumah Duka Ibunda Presiden

Karangan Bunga Dan Sejumlah Tokoh Terus Berdatangan Di Rumah Duka Ibunda Presiden

Aparat TNI berjaga di gang masuk rumah duka Ibunda Presiden Joko Widodo di Sumber, Solo
26 Maret 2020 11:23 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Ratusan karangan bunga ucapan belasungkawa atas meninggalnya Ibunda Presiden Joko Widodo, Sudjiatmi Notomihardjo nampak memenuhi bahu jalan di sepanjang Jalan Letjen Suprapto , Sumber, Solo, Jawa Tengah. Karangan bunga tersebut mulai berdatangan sejak Rabu (25/3/2020) malam.

Sejumlah tokoh mengirimkan karangan bunga dua cita, diantaranya Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Kepala BIN Budi Gunawan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo serta tokoh tokoh lainnya.

Sementara itu, di rumah duka di Jalan Pleret Raya tidak nampak kerumuman pelayat. Sejumlah tokoh nampak melayat di rumah duka, pada Kamis (26/3/2020) pagi terlihat Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, sedangkan menjelang siang nampak Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan datang melayat.

Kepada wartawan seusai melayat, Luhut mengatakan Sudjiatmi adalah sosok yang patut dicontoh oleh ibu-ibu.

"Ibu Noto adalah sosok sederhana saya sudah kenal beliau sudah lama. Selama sakit juga masih rajin puasa dan mendatangi pengajian," ujarnya.

Luhut juga mengatakan acara pemakaman hanya untuk keluarga. Pemakaman jenazah Ibunda Presiden Jokowi akan dilakukan pukul 13.00 WIB. Sudjiatmi Notomihardjo atau yang dikenal dengan Eyang Noto akan dimakamkan di tempat pemakaman umum Mundu, Karanganyar, Jawa Tengah.

Sebelum dimakamkan, akan disholatkan di Masjid Baiturrachman, Sumber dengan imam sholat H Abdul Latif. Sementara itu social distancing juga diterapkan bagi pelayat. Tempat duduk antar pelayat diberi jarak 1 meter.

Begitu pula pelayat harus melalui pengecekan suhu tubuh dan harus menggunakan hand sanitizer. Ratusan aparat TNI dan kepolisian nampak berjaga di depan gang masuk rumah duka. ***

Editor : Markon Piliang