logo

Malaysia Pulangkan 114 TKI, Kemensos Pastikan Dalam Kondisi Sehat

 Malaysia Pulangkan 114 TKI, Kemensos Pastikan Dalam Kondisi Sehat

Para TKI yang dipulangkan.(foto,ist)
25 Maret 2020 15:40 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - TANJUNG PINANG: Malaysia memulangkan 114 tenaga kerja Indonesia (TKI), yang diterima Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial (Ditjen Rehsos), di Rumah Perlindungan Trauma Center (RPTC), Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau, Selasa (24/3/2020).

Mereka lalu diwajibkan menjalani karantina dan mematuhi protokol yang diterapkan pemerintah dalam penanganan virus corona. Para TKI itu merupakan Warga Negara Indonesia Migran Korban Perdagangan Orang (WNI M KPO) yang diterima dari Depot Imigresen Pekan Nanas, Negeri Johor, Malaysia.

Para TKI tersebut dipulangkan karena beberapa hal. Di antaranya tidak memenuhi persyaratan dokumen, prosedur hingga melewati batas waktu tinggal.

“Menindaklanjuti arahan Menteri Sosial Juliari P Batubara agar Kemensos proaktif terlibat dalam penanggulangan dampak Covid-19, maka dalam penerimaan TKI dari Malaysia ini kami betul-betul mengikuti prosedur yang ketat dari pemerintah pusat. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dimana Kemensos merupakan salah satu anggota sesuai Keppres Nomor 9 Tahun 2020," ungkap Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial (Rehsos) Harry Hikmat, di Jakarta, Rabu (15/3/2020).

Dikemukakannya, pemulangan dilakukan sesuai dengan Protokol Pintu Masuk Wilayah Indonesia yaitu dilakukan pemeriksaan suhu tubuh WNI M KPO di area yang sudah ditentukan oleh petugas. Mereka wajib menyerahkan Health Alert Card (HAC) atau yang biasa disebut kartu kuning ke petugas kesehatan di pintu masuk pelabuhan.

“Mereka juga diminta mencuci tangan menggunakan air dan sabun atau pencuci tangan berbasis alkohol yang tersedia. Setelah itu, mereka diminta menggunakan masker apabila sedang sakit flu atau batuk,” tutur Dirjen Rehsos.

Petugas pemulangan juga menginformasikan hal-hal terkait etika ketika batuk/bersin, menghubungi petugas kesehatan yang tersedia di area kedatangan ketika merasa sakit untuk mendapatkan pertolongan, serta tidak melakukan stigmatisasi/ diskriminasi antar sesama pelintas batas dari negara tertentu terkait Covid-19.

“Saat di RPTC mereka diberikan edukasi oleh pekerja sosial dan Tim Pendamping tentang pengetahuan seputar Covid-19, penularannya dan pencegahannya. Selain itu, terdapat pengawasan dari pihak kepolisian yang bertugas mengontrol ketentuan social distancing. Di sini mereka akan dikarantina selama 14 hari,” jelasnya.

Selama dalam masa karantina, lanjutnya, pemerintah memberikan kebutuhan dasar. Di antaranya perlengkapan pakaian, peralatan mandi hingga kebutuhan perempuan dan anak.

Sebelumnya WNI M KPO dijemput petugas pendamping pemulangan di pelabuhan Batam Center. Mereka menuju RPTC Tanjung Pinang untuk mendapatkan pelayanan di rumah perlindungan dan wajib mengikuti masa karantina selama 14 hari, sebelum dipulangkan ke daerah asal. Prosedur ini dilakukan mengingat kondisi Indonesia yang sedang dilanda wabah Covid-19 atau dikenal dengan virus corona.

Terkait pemulangan para WNI M KPO ke daerah asal, Kementerian Sosial (Kemensos) sudah bekerja sama dengan PELNI dan DAMRI. Kemensos dan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) menjadi institusi pemerintah yang bertanggung jawab atas proses pemulangan berdasarkan Permenko Pembangunan Manusia dan Kemanusiaan (PMK) Nomor 3 tahun 2016 tentang Peta Jalan Pemulangan dan Pemberdayaan Tenaga Kerja Indonesia bermasalah.

Editor : Dwi Putro Agus Asianto