logo

Warga Muslim Raja Ampat Shalat Jumat Di Masjid

Warga Muslim Raja Ampat Shalat Jumat Di Masjid

Kagiatan di Masjid Agung Waisai, Raja Ampat/Foto Baznas Raja Ampat.
21 Maret 2020 03:51 WIB
Penulis : Yacob Nauly

SuaraKarya.id - WAISAI: Kabag Humas Pemda Raja Ampat, Harun SH, membenàrkan, bahwa warga setempat menggelar Shalat Jumat (20/3/2020) di Masjid Agung Waisai, ibu kota Raja Ampat.

"Warga Muslim di Waisai menggelar Shalat Jumat di Masjid Agung setempat,"kata Nasir Saleh, Warga Kota Waisai, lainnya kepada suarakarya.id, melalui telpon selulernya.

Ia, menjelaskan, bahwa warga setempat Shalat di Masjid karena pihaknya yakin penyebaran virus Covid-19 belum menyentuh daerah ini.

Di sisi lain, warga Muslim Kota Waisai memperhatikan benar masalah kebersihan Masjid. "Kebersihan Masjid kami perhatikan benar di dalam hingga luar disemprot dengan obat pemati bakteri yang disumbangkan warga setempat,"kata Natsir.

Ia, juga menjelaskan, bahwa sudah ada imbauan bahkan Bupati telah merumahkan ASN dan juga semua sekolah diliburkan bekerja dan belajar dari rumah.

Namun, lanjutnya, Shalat Jumat di Masjid itu keinginan spontanitas dari warga setempat."Tidak ada paksaan dari siapa pun untuk menggelar Shalat di Masjid. Itu keinginan warga Muslim setempat untuk melakukan Shalat Jumat di Masjid,:kata Natsir.

Menjawab pertanyaan suarakarya.id, Natsir, mengatakan ia dan warga Waisai, mengikuti dengan benar pernyataan Pejabat MUI Pusat tentang Shalat di rumah dua pekan ke depan.

"Namun  hingga pekan ini belum ada informasi tentang penyebaran virus itu di Raja Ampat. Makanya, sebagian besar warga menginginkan Shalat Jumat digelar di Masjid seperti biasanya,"kata Natsir.

Bupati Raja Ampat Abdul Faris (AFU), mengatakan pemerintah daerah setempat telah mengeluarkan Surat Edaran (SE). Intinya,lanjut Bupati, ASN dan Siswa sekolah bekerja dan belajar dari rumah.

Kepada masyarakat Raja Ampat diimbau tetap tenang dan harus mengikuti anjuran kesehatan yang disampaikan oleh pihak yang berkompeten.

Bupati AFU, juga mengimbau jaga jarak antar sesama di ruang publik, yang diisi kerumunan warga. Makan makanan bergizi, cuci tangan yang benar, isolasi diri di rumah jika sakit.

"Menghubungi Rumah Sakit setempat jika ada anggota keluarga batuk, sàkit tenggorokan disertai panas tinggi dan sesak napas," kata Bupatii AFU.

Menjawab pertanyaan suarakarya.id, Bupati AFU, mengatakan, hingga Sabtu (21/3/2020) belum ada laporan adanya warga terinveksi virus mematikan itu.

Untuk menjaga warga Raja Ampat tak tertular, maka pemerintah daerah telah membentuk Tim Pencegahan Virus Corona.

Tim ini menggunakan Thermometer Infrared untuk mengukur suhu tubuh setiap penumpang yang baru tiba dengan kapal di pelabuhan Waisai, ibu kota  Raja Ampat.

Dengan begitu, lanjutnya, diharapkan akan terpantau jejak làngkah penderita virus mematikan itu di Raja Ampat. ***