logo

Kesal Tak Dipinjami Uang, Menantu Aniaya Mertua Hingga Tewas

 Kesal Tak Dipinjami Uang, Menantu Aniaya Mertua Hingga Tewas

Foto : Istimewa
27 Februari 2020 21:33 WIB
Penulis : Andira

SuaraKarya.id - SIDOARJO: Gara-gara tak boleh dipinjami uang Rp3 juta, seorang menantu tega menghabisi nyawa mertuanya sendiri Siti Fadilah (48) dengan cara keji. Selain dihantam dengan tabung elpiji, tersangka Totok Dwi Prasetya (25) juga menusuk dada dan kemaluan warga Desa Ganting, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo, itu dengan menggunakan gunting.
 
Menurut Kapolresta Sidoarjo, Kombes Sumardji, pelaku yang kabur usai kejadian, berhasil ditangkap beberapa jam kemudian. "Pelaku kami tangkap saat bersembunyi di rumah neneknya," ujarnya, Kamis (27/2/2020).

Pengungkapan kasus itu bermula dari anak korban bernama Firli, pulang sekolah sekitar pukul 12.00 WIB. Firli yang terkejut melihat ibunya tergeletak tak bernyawa, langsung berteriak dan meminta tolong.

Para tetangga berdatangan dan sebagian diantaranya melaporkan temuan itu ke polisi. Petugas yang datang ke lokasi, langsung  memasang garis polisi untuk melakukan olah TKP.

Berdasarkan keterangan tersangka, kasus itu bermula saat warga Kelopo Sepuluh Sukodono, Sidoarjo itu, mendatangi rumah mertuanya itu pada Rabu (26/2/2020) siang,  untuk meminjam uang sebanyak Rp3 juta. Menurut pelaku, uang itu rencananya akan digunakan untuk menebus ijazah istrinya Nafisah, yang merupakan anak kedua korban.
 
Tapi karena permintaannya ditolak, pelaku akhirnya kalap. Korban langsung dicekik, dibanting dan ditendang hingga jatuh terjerembab. Selanjutnya korban dihajar dengan miniatur kapal yang terbuat dari keramik di bagian kepala.
 
Merasa masih belum puas, pelaku menyeret korban ke dapur, dan memukul kepalanya dengan tabung elpiji. Pelaku yang dirasuki amarah itu bahkan nekat menusuk bagian dada dan kemaluan korban menggunakan gunting berulangkali.
 
Selanjutnya, pelaku masuk kamar korban dan mengambil barang-barang berharga berupa handphone dan perhiasan emas. Setelah memastikan korban tewas, pelaku membersihkan ceceran darah di lantai untuk menghilangkan jejak. Pelaku juga mengunci rumah dari luar dan membuangnya di semak-semak.

Oleh polisi, pelaku akan dijerat dengan pasal 338 KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun.***

Editor : Markon Piliang