logo

PT ANTAM Akan Bangun Smelter Di KEK Arar Sorong

PT  ANTAM  Akan  Bangun Smelter Di KEK  Arar Sorong

Menteri Luhut Binsar Pandjaitan Di KEK Arar Sorong, Papua Barat/Foto:skid (Yacob Nauly)
27 Februari 2020 19:16 WIB
Penulis : Yacob Nauly

SuaraKarya.id - AIMAS: Menteri  Koordinator  Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan , akan menelpon pihak  PT Aneka Tambang Tbk. ANTAM  untuk  membangun  Smelter (pabrik pengolahan dan pemurnian) di KEK Arar,  Kabupaten  Sorong , Papua Barat.

“Tiga tahun lalu saya sudah dorong untuk bangun Smelter di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sorong, namun hingga saat ini belum juga dilakukan PT  ANTAM. Pulang  dari  Sorong, Papua Barat, saya telpon langsung  direkturnya agar segera  membangun Smelter di sini,”kata  Binsar kepada Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan dan Bupati Sorong Johny Kamuru  di depan  Kepala BKPM, Bahlil  Lahadalla SE, Investor dalam  dan luar negeri serta undangan yang hadir di KEK Arar Sorong, Kamis (27/2/2020).

Meski demikian, Menteri  Binsar, mengatakan, smelter itu butuh areal  atau lahan cukup besar  paling kecil 1.500 hingga 3.000 hektare. Pasalnya smelter itu  menggunakan ribuan tenaga kerja baik ahli mau pun  buruh kasar.

Karena itu, Menteri Binsar Pandjaitan, minta  bupati dan gubernur menyiapkan lahan cukup luas. Karena  Smelter itu  butuh lahan ribuan hektar.

Tenaga listrik yang digunakan pun cukup besar yaitu  sekitar 1.000 Megawatt dan masih banyak item  fasilitas untuk menunjang pembangunan Smelter tersebut.

Menjawab  pemintaan  Gubernur  Papua Barat, Dominggus  Mandacan, Menteri  Pandjaitan, mengaku  akan memproses pembangunan  Balai Latihan Kerja (BLK) di Papua barat.

“Saya  berupaya  mengadakan pembangunan BLK di Papua Barat, namun perlu lahan  sehingga  ketika  proses pembangunan tak ada masalah di lapangan. Yang jelas lahan itu disiapkan dulu sehingga tak ada kesulitan ketika  proses pembangunan berlangsung,”katanya.

Tetap diusahakan, lanjut Binsar Pandjaitan,  karena begitu anak-anak Papua dididik bahkan dilatih  pada BLK  tersebut,  beberapa tahun kemudian  sudah bisa diandalkan. Artinya, begitu anak-anak  Papua  memiliki ilmu  dan skill  maka  berperan sendiri  (anak Papua)  dalam mengoperasionalkan  sejumlah  perusahaan  di KEK Arar, Sorong ini, demikian Menteri Binsar Pandjaitan.

Namun, hal penting yang  diminta , menurutnya adalah harus dijamin keamanan di KEK Sorong . Karena, para investor  tak mau bekerja  di bawah ketakutan   akibat  keamanan daerah terganggu. “Untuk itu, pemerintah daerah  diminta  memperhatikan benar  sektor keamanan. Kalau keamanan terganggu maka investor pun  enggan menanamkan investasinya,”kata Menteri Pandjaitan.

Menanggapi harapan Menteri Binsar Pandjaitan,  Bupati Sorong, Johny Kamuru, berjanji terus mengupayakan apa saja yang masih kurang . “Pokoknya, kami akan berupaya  minta dukungan masyarakat  menyediakan lahan seperti yang diminta investor,”kata Kamuru.

Terkait keamanan, Bupati Kamuru, berjanji  akan berkoordinasi dengan masyarakat mau pun  pihak  TNI/Polri ,  untuk terus memberikan  situasi  yang kondusif. Menurutnya, pasti keamanan di Sorong  kondusif. Karena,  masyarakat  setempat   berjanji akan  terus mendukung  situasi kondusif  di  kabupaten Sorong,”kata Kamuru.  ***