logo

Kerja Sama BUMD, Bank DKI Ingin Ikut Danai Proyek MRT Fase III

Kerja Sama BUMD, Bank DKI Ingin Ikut Danai Proyek MRT Fase III

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (depan paling kiri) dan Dirut Bank DKI Zainudin Mappa (kedua dari kiri) bersama jajaran direksi fose bersama usai seminas BUMD SI di Jakarta, Sabtu (22/2/2020).
27 Februari 2020 18:06 WIB
Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Komitmen membangun sinergitad dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di DKI Jakarta, Bank DKI ingin terlibat pendanaan pembangunan fase III moda raya terpadu (Mass Rapid Transit/MRT) rute Ujung Menteng-Kalideres pada 2020.

"Misal MRT yang akan membangun jalur Ujung Menteng ke Kalideres itu kita juga akan ajak Bank Pembangunan Daerah (BPD) lain untuk ikut serta melalui sindikasi," kata Direktur Utama Bank DKI Zainuddin Mappa dalam keterangan tertulisnya, Kamis (27/2/2020).

Pernyataan itu disampaikan Zainuddin usai menjadi pembicara dalam acara Seminar Nasional BPD Se-Indonesia dengan tema sinergi BUMD yang diselenggarakan di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Sabtu siang.

Dana investasi tersebut akan dihitung berdasarkan kebutuhan dana yang dibutuhkan MRT dan kesiapan BPD. PT MRT Jakarta memperkirakan dana yang dibutuhkan untuk pembangunan fase III rute Kalideres-Ujung Menteng. Rute Kalideres-Ujung Menteng merupakan bagian dari koridor Timur-Barat (East-West) yang terbentang dari Balaraja hingga Cikarang sepanjang 31,7 Km.

Untuk tahap awal, MRT Jakarta akan fokus pada rute di dalam kota (inner Jakarta). Jika Pemprov DKI setuju, pembangunan koridor Timur-Barat inner Jakarta akan dibagi menjadi dua tahapan, yaitu stage I Kalideres-Cempaka Baru sepanjang 20,1 km dan stage II Cempaka Baru-Ujung Menteng 11,6 km. Lantaran besarnya dana yang dibutuhkan,

MRT Jakarta mengaku skema pembiayaan koridor Timur-Barat tidak bisa menggunakan strategi pinjaman antarpemerintah (G to G) seperti koridor Utara-Selatan fase I dan II.

Direktur Keuangan dan Administrasi MRT Jakarta Tuhiyat mengatakan jumlah penumpang MRT kurun waktu Maret hingga Desember 2019 mencapai rata-rata 89.645 penumpang per hari. "Peningkatan jumlah penumpang mengalami tren positif setiap bulannya dengan total per tahun mencapai 24.621.467 penumpang," katanya.

Tuhiyat mengatakan kerja sama dengan Bank DKI sebenarnya telah dirintis melalui pengelolaan administrasi keuangan MRT. Terdapat empat bentuk rintisan kerja sama di antaranya 'payroll system', 'operational financing', 'fund placement', dan kesejahteraan lainnya.

Lebih lanjut  Zainuddin Mappa menyebutkan kesepakatan sinergi tersebut mencakup pemanfaatan produk dan layanan jasa perbankan seperti Cash Management System, dan penggunaan uang elektronik sebagai sistem pembayaran di LRT Jakarta.

Selain itu, kesepakatan sinergi kedua BUMD DKI Jakarta ini juga mencakup penempatan dana, payroll karyawan serta fasilitas kredit karyawan dan korporasi.

Dengan adanya kesepakatan sinergi ini, kedepannya karyawan LRT juga memiliki akses ke berbagai produk dan layanan perbankan dari Bank DKI. Zainuddin pun berharap dengan adanya kesepakatan sinergi ini dapat meningkatkan kinerja penyaluran kredit konusmtif Bank DKI.

“Kami akan terus fo penetrasi pemasaran kredit konsumtif khususnya Kredit Multi Guna kepada captive market yaitu PNS Pemprov DKI Jakarta dan karyawan BUMD. Per Desember 2019, Bank DKI telah menyalurkan Kredit Multi Guna sebesar Rp10,2 triliun.

Per Desember 2019, Bank DKI sudah mengimplementasikan JakCard dan JakLingko sebagai salah satu sistem pembayaran di LRT akarta yang semakin mengukuhkan komitmen Bank DKI dalam mendukung sektor transportasi public di Jakarta.

Sebagaimana diketahui, JakCard dan JakLingko Bank DKI juga dapat dipergunakan di dua BUMD Transportasi lainnya yaitu Transjakarta dan MRT Jakarta.

"Kami berharap dengan terus membangun Sinergi BUMD DKI, dapat berdampak positif terhadap pengembangan bisnis dari masing-masing BUMD, termasuk Bank DKI" ujar Zainuddin.

Ia pun menyebutkan bahwa Bank DKI akan terus meningkatkan sinergi BUMD. Bentuk sinergi yang telah dibangun Bank dki dengan BUMD DKI Jakarta adalah penempatan dana di Bank DKI, penyaluran kredit kepada BUMD termasuk pemberian kepada UMKM binaan BUMD DKI Jakarta, pemberian Kredit Multiguna dan KPR Griya Monas kepada karyawan BUMD.

Manajemen LRT Jakarta optimis kesepakatan sinergi dengan Bank DKI akan saling menguntungkan dengan memanfaatkan layanan perbankan yang meningkatkan kinerja dan layanan jasa transportasi publik bagi masyarakat.

Editor : Markon Piliang