logo

Produk Lokal Meja Untuk Tenis Meja Shiamiq Siap Bersaing Dengan Produk Luar

Produk Lokal Meja Untuk Tenis Meja Shiamiq Siap Bersaing Dengan Produk Luar

Direktur CV Shiamiq Terang Abadi, Losia Soedjarwati
27 Februari 2020 15:02 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Produk lokal meja untuk tenis meja yang diproduksi CV Shiamiq Terang Abadi siap bersaing dengan produk serupa dari luar negeri. Dengan kapasitas produksi maksimal hingga 10.000 unit dalam jangka waktu tiga bulan, produk meja tenis meja dengan merk Shiamiq tersebut tidak kalah kualitasnya dengan produk ekspor.

"Kalau diprepare kita mampu memproduksi 10.000 unit dalam tiga bulan. Dalam sehari bisa memproduksi 100 hingga 150 unit. Tapi untuk riil saat ini, kami menyesuaikan pasar dalam sehari produksi 30 sampai 40 unit," jelas Direktur CV Shiamiq Terang Abadi, Losia Soedjarwati, kepad wartawan di sela Fun Games bersama Shiamiq untuk atler Asean Paragames (APG) di Hartono Trade Center (HTC) Solo, Jawa Tengah, Kamis (27/2/2020).

Secara kualitas dan harga produk Shiamiq bisa bersaing dengan produk luar negeri. Apalagi produk Shiamiq telah mendapatkan sertifikat ITTF (International Table Tennis Federation) serta sertifikat TKDN.

"Shiamiq juga satu-satunya dan pertama di Indonesia produk meja tenis meja yang bersertifikat SNI," katanya.

Dengan kapasitas produksi yang jika dimaksimalkan bisa mencapai 10.000 unit dalam tiga bulan itu, Losia yakin mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri. Tetapi selama ini, produk dari luar negeri yang justru digunakan di dalam negeri.

"Kebutuhan meja tenis meja sangat banyak. Tidak hanya dari Dispora (Dinas Pemuda dan Olahraga) saja tapi juga di pendidikan di sekolah-sekolah. Berapa puluh kontainer meja tenis meja yang masuk ke Indonesia pasti habis terserap," jelasnya lagi.

Sebagian besar produksi dari negara China. Pihaknya berharap pemerintah lebih memperhatikan brand-brand dalam negeri.

"Produk dari China paling banyak, sebenarnya produk dari negara Jerman atau Amerika juga diproduksi di China," katanya lagi.

Harga produk lokal ini juga tidak terlalu jauh dengan produk China. Pasalnya produk dari China diproduksi secara massal dan peran pemerintah di sana juga lebih besar.

Rata-rata meja tenis meja Shiamiq dijual dengan harga Rp2,6 juta untuk yang tidak berstandar. Sedangkan yang ber-SNI dijual sekitar Rp3 jutaan, untuk meja berstandar internasional dijual dengan harga Rp7 jutaan per unit.

"Seperti kata Pak Jokowi, harga produk kita memang lebih mahal karena dibuat tidak asal-asalan dan memiliki standar," ujarnya.

Produk Shiamiq saat ini juga mendukung prestasi atlet Paralympic yang tengah menjalani Pelatnas di NPC Solo. Bahkan salah satu atlet Paralympic cabang tenis meja, David Jacobs menjadi brand ambassador untuk produk Shiamiq.

"Kami mulai produksi tahun 2003 sebagai industri rumahan. Kami juga pernah masuk dalam e-katalog LKPP tahun 2017 tapi sejak Oktober 2019 menghilang dari e-katalog. Padahal kami tidak melakukan wanprestasi dan selama masuk e-katalog juga banyak pesanan dari Kemenpora dan DKI Jakarta," pungkasnya. ***

Editor : Markon Piliang